SorotNasional.com
Reporter
MUNA, Sultra – Memasuki masa kepemimpinan baru, Kepala Sekolah SMKN 5 Muna, Desa Pentiro Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna, Santi Yuliana,S.Pd., menetapkan prioritas utama. Fokus pertama beliau bukan hanya menambah jumlah siswa, tetapi membangun kepercayaan orang tua agar yakin menyekolahkan anaknya di SMKN 5 Muna.
Hal itu disampaikan Santi Yuliana dalam wawancara di ruang kerjanya, Senin (31/8/2026). Menurutnya, kepercayaan orang tua adalah kunci agar SMKN 5 Muna bisa tumbuh menjadi sekolah vokasi yang diperhitungkan di Kabupaten Muna.
“Target kami di awal kepemimpinan ini jelas. Kita harus membuat SMKN 5 Muna menjadi sekolah pilihan utama masyarakat. Caranya dimulai dari membuat orang tua percaya bahwa anaknya akan dididik dengan baik di sini,” ujarnya.
Santi memandang orang tua saat ini semakin kritis dalam memilih sekolah. Mereka tidak hanya melihat gedung, tetapi juga melihat bukti nyata. Mulai dari lulusan yang terserap kerja, sarana praktik yang memadai, hingga komunikasi sekolah dengan keluarga siswa.
Untuk menjawab hal itu, ia telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya penguatan promosi ke SMP/sederajat di wilayah Napabalano, pembenahan sarana praktik, serta memperluas kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan lebih cepat terserap.
“Orang tua perlu bukti, bukan janji. Karena itu kami akan hadirkan alumni yang sudah sukses, perusahaan mitra, dan hasil karya siswa agar orang tua bisa melihat langsung kualitas kami,” jelas Santi.
Di kesempatan yang sama, Santi Yuliana,S.Pd. juga menyampaikan apresiasi kepada kepemimpinan sebelumnya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Farouk Amri, mantan Kepala Sekolah SMKN 5 Muna yang baru saja pensiun, karena telah membangun fondasi untuk kemajuan SMKN 5 Muna,”ucapnya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru. Menurut Santi, sinergi dan kekompakan guru menjadi penentu utama dalam menjaga mutu pembelajaran dan membangun citra baik sekolah di mata masyarakat.
Santi Yuliana menekankan pentingnya peran guru sebagai ujung tombak. Ia meminta seluruh tenaga pendidik terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadi motivator bagi siswa.
“Kepala sekolah harus hadir lebih dulu, menyambut siswa, dan memberi contoh. Ini penting agar budaya kerja kita berubah. Ketika orang tua melihat kedisiplinan dan keteladanan, kepercayaan itu akan tumbuh dengan sendirinya,” tegasnya.
Selain fokus pada kepercayaan, mutu lulusan juga menjadi perhatian utama. Ia berkomitmen membangun budaya sekolah yang disiplin, berkarakter, dan berbasis kompetensi. Program ekstrakurikuler, pembinaan literasi-numerasi, serta pelatihan kewirausahaan akan digencarkan agar siswa memiliki daya saing dan siap kerja.
Di akhir wawancara, Kepala Sekolah SMKN 5 Muna mengajak seluruh warga sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung visi tersebut. Ia optimis, dengan kerja kolektif dan komitmen bersama, SMKN 5 Muna akan menjadi SMK unggul yang mampu mencetak lulusan siap kerja, siap kuliah, dan siap berwirausaha.






