UHO Kenalkan Teknologi Aerasi-Filtrasi, Desa Moramo Didorong Mandiri Kelola Air Bersih

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SorotNasional.com
Reporter

KONAWE SELATAN — Universitas Halu Oleo (UHO) menghadirkan teknologi aerasi-filtrasi sebagai solusi pengolahan air baku bagi masyarakat Desa Moramo, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan.

Program tersebut dilaksanakan melalui Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dengan mengusung tema “Implementasi Sistem Aerasi-Filtrasi sebagai Solusi Pengolahan Air Baku untuk Meningkatkan Kualitas Air Bersih Masyarakat di Desa Moramo Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan.”

Kegiatan berlangsung selama 30 hari, mulai 11 Juli hingga 10 Agustus 2026, dengan melibatkan lima Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan 15 mahasiswa dari lintas bidang keilmuan.

Ketua Tim Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Dr. H. La Aba, S.Si., M.Si., mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembuatan instalasi pengolahan air, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan kesehatan lingkungan.

“Jadi bukan hanya alatnya yang kita buat. Masyarakat juga perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya air bersih dan bahaya yang bisa ditimbulkan kalau air yang tercemar terus dikonsumsi,” kata Prof. La Aba.

Prof. La Aba menjelaskan, kegiatan diawali dengan survei terhadap sumber air yang selama ini digunakan masyarakat Desa Moramo. Survei dilakukan untuk mengetahui kondisi air baku sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengolahan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Setelah survei, masyarakat mendapatkan penyuluhan mengenai pentingnya mengonsumsi air yang memenuhi standar kesehatan serta risiko yang dapat ditimbulkan dari penggunaan air tercemar secara terus-menerus.

Tim kemudian memberikan pelatihan dan bimbingan teknis mengenai pengolahan air sumur menggunakan teknologi aerasi-filtrasi.

Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pengolahan air yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik sumber air dan kebutuhan masyarakat.

Tidak berhenti pada penyuluhan, tim UHO bersama masyarakat juga membuat prototipe instalasi pengolahan air bersih menggunakan metode aerasi-filtrasi.

Prof. La Aba mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar teknologi yang diperkenalkan tidak hanya menjadi fasilitas yang digunakan selama program berlangsung, tetapi dapat dipahami dan dirawat secara mandiri.

Baca Juga :  Kepala Kanwil BPN Sulawesi Tenggara Kunjungan ke Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe Kepulauan

“Kita berharap masyarakat bisa memahami cara kerja sistem ini. Kalau nantinya dibutuhkan di tempat lain, instalasinya juga bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan skala yang ada,” ujarnya.

Masyarakat juga diberikan pelatihan mengenai pengoperasian dan pemeliharaan sistem, mulai dari teknik pengoperasian, recovery filter, pembersihan atau backwash, penggantian filter, hingga distribusi air bersih hasil proses aerasi-filtrasi.

Menurut Prof. La Aba, kemampuan masyarakat dalam melakukan perawatan merupakan faktor penting untuk menjaga keberlanjutan penggunaan instalasi.

“Kalau alat sudah dibuat tetapi tidak tahu cara merawatnya, tentu akan sulit digunakan dalam jangka panjang. Karena itu, masyarakat juga kita bekali dengan pengetahuan tentang perawatan dan perbaikannya,” jelasnya.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Tematik UHO di Desa Moramo, Muh. Adil Ade Putra, mahasiswa Teknik Geofisika, mengatakan keterlibatan mahasiswa dari berbagai bidang menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan program tersebut.

Sebanyak 15 mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, 9 mahasiswa berasal dari FMIPA UHO, terdiri atas 2 mahasiswa Teknik Geofisika dan 7 mahasiswa Fisika.

Sementara 6 mahasiswa lainnya berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dengan konsentrasi Kesehatan Lingkungan.

Menurut Adil, kolaborasi lintas disiplin tersebut membuat mahasiswa dapat melihat persoalan air bersih dari berbagai perspektif, mulai dari kondisi sumber air dan aspek teknis pengolahan hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

“Persoalan air bersih tidak hanya berkaitan dengan teknologi pengolahannya. Ada aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat yang juga harus diperhatikan. Karena itu, kolaborasi antara mahasiswa FMIPA dan Kesmas sangat membantu dalam pelaksanaan program di Desa Moramo,” ujar Muh. Adil.

Ia berharap masyarakat dapat melanjutkan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan sehingga teknologi yang diperkenalkan tetap dapat dimanfaatkan setelah program KKN berakhir.

Kepala Desa Moramo, Rahman Sarita, S.SI., menyambut baik pelaksanaan program pengabdian UHO yang menurutnya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia mengatakan persoalan kualitas air merupakan hal yang penting karena air digunakan masyarakat dalam berbagai kebutuhan sehari-hari. Kehadiran tim UHO dinilai memberikan tambahan pengetahuan sekaligus memperkenalkan alternatif teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas air.

Baca Juga :  Dulu Mengira Rumit, Kini Pensiunan PNS Mantap Urus Sertipikat Tanah Sendiri

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari UHO ini karena masyarakat tidak hanya diberikan bantuan dalam bentuk alat, tetapi juga diberikan pengetahuan bagaimana cara mengolah dan merawatnya. Ini menjadi pengalaman dan pengetahuan baru bagi masyarakat kami,” kata Rahman Sarita.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan dosen juga memberikan dampak positif karena masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan akademisi sekaligus mempelajari teknologi yang sebelumnya belum banyak dikenal.

Rahman berharap prototipe yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan, terutama apabila ke depan diperlukan sistem pengolahan air dengan kapasitas yang lebih besar.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti setelah KKN selesai. Pengetahuan yang diberikan bisa diterapkan masyarakat, sementara teknologi yang sudah dibuat dapat dirawat dan kalau memungkinkan dikembangkan sesuai kebutuhan Desa Moramo,” ujarnya.

Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, mahasiswa dan masyarakat merupakan pola yang penting untuk menjawab persoalan-persoalan di tingkat desa.

“Kalau ada persoalan di masyarakat yang membutuhkan pengetahuan dan teknologi, kami tentu berharap kerja sama seperti ini dapat terus dilakukan. Pemerintah desa dan masyarakat siap mendukung selama programnya memberikan manfaat,” tambah Rahman.

Program Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi KKN Tematik ini merupakan program Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo.

Lima Dosen Pembimbing Lapangan yang terlibat yakni Prof. Dr. H. La Aba, S.Si., M.Si.; Dr. Nani Yuniar, M.Kes.; La Ode Sahiddin, S.Si., M.Sc.; Yumnawati, S.Pd., M.Sc.; dan Irfan, S.Pd., ME.

Melalui program tersebut, UHO tidak hanya memperkenalkan teknologi pengolahan air, tetapi juga mendorong terbentuknya kemampuan masyarakat dalam memahami kualitas air, mengoperasikan instalasi, melakukan pemeliharaan, serta mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi aerasi-filtrasi diharapkan dapat menjadi salah satu model pengelolaan air berbasis masyarakat yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di Desa Moramo.

Berita Terkait

Semarak PNBK Jilid III Berbuah Kepedulian, Setengah Miliar Terkumpul untuk NTT
Babinsa Joyotakan Pelopori Kerja Bakti Bersama Warga Masyarakat
Satgas Irigasi Lanud Sjamsudin Noor Terus Perkuat Upaya Padamkan Karhutla Kalsel Optimalkan Air Hingga Dinginkan Lahan Gambut
Pemadaman dan Pembasahan Lahan Gambut Diperkuat, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Berjibaku di Tengah Asap Tekan Dampak Karhutla
Swadaya ASN, Pemerintah Kecamatan Kabawo Rehabilitasi Plafon Tribun Lapangan Sepakbola Sahara Kabawo
Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi: Bantargebang Akan Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan
Pembangunan Fasilitas PSEL Kota Bekasi Dimulai, Melanjutkan Transformasi Pengolahan Sampah Nasional
Tak Perlu Menunggu Tanpa Kepastian, Masyarakat Rasakan Manfaat Pengukuran Terjadwal Saat Sertipikasi Tanah
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Semarak PNBK Jilid III Berbuah Kepedulian, Setengah Miliar Terkumpul untuk NTT

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:49 WIB

UHO Kenalkan Teknologi Aerasi-Filtrasi, Desa Moramo Didorong Mandiri Kelola Air Bersih

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Babinsa Joyotakan Pelopori Kerja Bakti Bersama Warga Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Pemadaman dan Pembasahan Lahan Gambut Diperkuat, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Berjibaku di Tengah Asap Tekan Dampak Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Swadaya ASN, Pemerintah Kecamatan Kabawo Rehabilitasi Plafon Tribun Lapangan Sepakbola Sahara Kabawo

Berita Terbaru