Mengenal area minapolitan dan neopolitan yang menjadi salah satu focus RDTR di konawe kepulauan

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
H. Asmor

Konawe Kepulauan, Sultra – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan mandat strategis untuk mengawal percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di berbagai daerah.

Salah satu daerah yang menjadi fokus perhatian adalah Kabupaten Konawe Kepulauan.

Dalam arahannya, Menteri Nusron menekankan pentingnya percepatan RDTR untuk mendukung program strategis nasional dan pengembangan wilayah berbasis potensi lokal.

Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATRBPN Suyus Windayana mengatakan bahwa ada Dua kawasan prioritas yang saat ini tengah disiapkan RDTR-nya di Kabupaten Konawe Kepulauan adalah Kawasan Minapolitan Lampeapi di Kecamatan Wawonii Tengah dan Kawasan Agropolitan Sawaea di Kecamatan Wawonii Selatan.

Baca Juga :  Dari Tanah Kelahiran Untuk Adat Lampung : Pangdam XXI/RI Dianugerahi Gelar Pangeran Satria Negara

Secara konseptual, Kawasan Minapolitan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 15/Permen-Kp/2014 Tentang Pedoman Umum Monitoring, Evaluasi, Dan Pelaporan Minapolitan adalah konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas, dan percepatan.

Kawasan Minapolitan adalah suatu bagian wilayah yang mempunyai fungsi utama ekonomi yang terdiri dari sentra produksi, pengolahan, pemasaran komoditas perikanan, pelayanan jasa, dan/atau kegiatan pendukung lainnya.

Kawasan Agropolitan berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hierarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis.

Baca Juga :  28 Hari Pasca Gempa NTT, TNI Sudah Kirim 1.246,251 Ton Bantuan

Kedua konsep tersebut telah diakomodasi dalam kebijakan penataan ruang nasional sebagai bagian dari strategi pembangunan wilayah berbasis keunggulan lokal.

Dalam konteks hukum, penyusunan RDTR sebagai penjabaran Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, yang merupakan turunan dari UU Cipta Kerja.

RDTR menjadi dasar legal dalam penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), sehingga penting untuk menjamin kepastian hukum dalam investasi dan pemanfaatan ruang.

Dengan arah kebijakan ini, Kabupaten Konawe Kepulauan diharapkan mampu menjadikan sektor kelautan dan pertanian sebagai motor utama penggerak ekonomi berbasis tata ruang yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Berita Terkait

TNI–ADF Padukan Kekuatan Laut dan Udara dalam Demo Pendaratan Amfibi Keris Woomera 2026
Sangat Kecewa, Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Tegaskan: Copot Kadis LH Dalam 7 Hari Kedepan Atau Aksi Damai Jilid II
FPMM Usulkan Pendirian Sekolah Taruna di Indonesia Timur: Meratakan Harapan, Memperkuat Persatuan
Wakil Walikota Bekasi Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa
ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri
Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti
Danrem 143/HO Tutup Latihan Kadertih Program Latihan Khusus Sabuk Hitam Tingkat I PSM
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33 WIB

TNI–ADF Padukan Kekuatan Laut dan Udara dalam Demo Pendaratan Amfibi Keris Woomera 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Sangat Kecewa, Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Tegaskan: Copot Kadis LH Dalam 7 Hari Kedepan Atau Aksi Damai Jilid II

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:53 WIB

FPMM Usulkan Pendirian Sekolah Taruna di Indonesia Timur: Meratakan Harapan, Memperkuat Persatuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Wakil Walikota Bekasi Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:04 WIB

ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan

Berita Terbaru