Urgensi Penataan Tambang Gunung Botak: Harapan Baru dari Kunjungan Gubernur dan Catatan Kritis Putra Daerah

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SorotNasional.com
M.S Pelu GB

Ambon, Maluku, – Dinamika pertambangan emas di Gunung Botak (GB), Kabupaten Buru, kembali menjadi sorotan tajam setelah lebih dari 14 tahun sejak penemuan awalnya pada Oktober 2011.

Kehadiran jajaran Forkopimda Maluku yang dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerussa, di lokasi tambang dipandang sebagai langkah strategis untuk memutus rantai ketidakpastian dan memberikan arah baru bagi pengelolaan sumber daya alam di wilayah tersebut.

Kunjungan lapangan ini disambut hangat oleh berbagai elemen masyarakat yang telah lama menantikan ketegasan regulasi.

Kehadiran pimpinan daerah di jantung aktivitas pertambangan ini dianggap sebagai simbol kehadiran negara dalam menyerap aspirasi rakyat bawah, sekaligus upaya nyata untuk melihat dari dekat kompleksitas permasalahan yang selama ini menyelimuti Gunung Botak dan Gunung Nona.

Namun, di tengah apresiasi tersebut, muncul catatan kritis dan konstruktif dari salah satu putra terbaik Pulau Buru, Kolonel Laut (KH) H. Mochtar Manji Lapola, S.Ag., M.H. Perwira menengah TNI AL yang kini bertugas di Papua tersebut memberikan masukan penting mengenai pentingnya sinergitas antarunsur pertahanan dan keamanan dalam penanganan dampak lingkungan di wilayah pesisir dan perairan.

Baca Juga :  Harmoni Merah Putih di Wihara Gunung Nona: "Ambon untuk Semua" Bukan Sekadar Slogan

Kolonel Mochtar mempertanyakan tidak diikutsertakannya Dankodaeral IX Ambon dan Danguspurla Koarmada III TNI AL dalam rombongan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan pimpinan TNI Angkatan Laut sangat krusial mengingat dampak pencemaran lingkungan dari aktivitas tambang, baik melalui aliran sungai maupun limbah yang bermuara di perairan laut Wayapo, merupakan domain yang memerlukan pengawasan ketat secara maritim.

Lebih lanjut, Mochtar menegaskan sebuah perspektif penting bahwa tambang Gunung Botak pada hakikatnya bersifat legal karena dikelola oleh masyarakat adat setempat di atas tanah ulayat mereka.

Persoalan mendasar yang selama ini terjadi bukanlah status keberadaannya, melainkan hambatan administrasi serta tata kelola lingkungan yang belum memenuhi standar ramah lingkungan sehingga memicu kerusakan ekosistem yang berkelanjutan.

Sebagai putra daerah asal Kecamatan Waplau yang pernah turun langsung dan bermalam di lokasi tambang pada tahun 2014 dan 2018, Kolonel Mochtar berharap kunjungan Gubernur ini membuahkan solusi konkret.

Baca Juga :  Kementerian ATR/BPN Tuai Berbagai Apresiasi dalam Rapat Kerja Bersama Komisi II DPR RI

Ia menekankan bahwa pengelolaan emas di Gunung Botak dan Gunung Nona harus segera bertransformasi menuju sistem yang tertib administrasi, aman bagi alam, dan mampu memberikan proteksi bagi keselamatan jiwa para penambang tradisional.

Di sisi lain, kegembiraan masyarakat lokal pecah menyambut rombongan Forkopimda. Suara hati warga mencerminkan harapan besar akan kepastian hukum bagi keberlangsungan koperasi tambang. “Katong bersyukur Gubernur su tinjau akang Gunung Botak,” ucap salah seorang warga dengan dialek Maluku yang kental, menggambarkan kerinduan rakyat akan sistem kerja yang sah dan terlindungi oleh payung hukum pemerintah.

Menutup keterangannya, diharapkan kehadiran Gubernur Maluku menjadi momentum bagi bangkitnya roda perekonomian di Kabupaten Buru.

Dengan berjalannya koperasi secara legal dan profesional, potensi emas yang melimpah ini diharapkan tidak lagi menjadi kutukan ekologis, melainkan menjadi berkah ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat adat dan kemajuan daerah Maluku secara umum.

Berita Terkait

Simak!! Apresiasi Wartawan Sultra Terkait Papando FC Tembus Final Darwin Cup 1 Napabalano
Simak!! Penyampaian Damin Sada: Bedakan Ranah Diskominfo, EO, dan Panitia HPN
Dituding Harus Dipenjara, Ade Muksin: Jangan Rusak Nama Baik Tanpa Verifikasi
Pemkot Bekasi Gandeng DPRD, dan Tokoh Bantargebang Tinjau PLTSa di China, Matangkan Groundbreaking PSEL Kota Bekasi
Anak Yatim dan Bagikan Perlengkapan Sekolah Sambut 10 Muharram 1448 H
Temu Karya Karang Taruna VII Kota Bekasi, Tri Adhianto Dorong Pemuda Siap Bersaing hingga Tingkat Global
Gema Muharram 1448 H, PGRI Bekasi Barat Tebar Kepedulian Lewat Santunan Yatim & Khitan Massal
Sinergi TNI manungal Air, Babinsa Krisik Bersama Poktan Nuju Makmur 1 Bangun Jaringan Irigasi Tersier
Berita ini 381 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:47 WIB

Simak!! Apresiasi Wartawan Sultra Terkait Papando FC Tembus Final Darwin Cup 1 Napabalano

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:54 WIB

Simak!! Penyampaian Damin Sada: Bedakan Ranah Diskominfo, EO, dan Panitia HPN

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:18 WIB

Dituding Harus Dipenjara, Ade Muksin: Jangan Rusak Nama Baik Tanpa Verifikasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:52 WIB

Anak Yatim dan Bagikan Perlengkapan Sekolah Sambut 10 Muharram 1448 H

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:40 WIB

Temu Karya Karang Taruna VII Kota Bekasi, Tri Adhianto Dorong Pemuda Siap Bersaing hingga Tingkat Global

Berita Terbaru