SorotNasional.com
Asmor
Kota Bekasi, Jabar – Kantor Satuan Polisi Pamong Praja/Satpol PP Kota Bekasi disorot karena menerapkan sistem keamanan yang dinilai berlebihan dan “paranoid”. Prosedur berlapis di pintu masuk ini dikecam karena berpotensi menjadi alat pembungkaman dan menghambat kerja pers.
Kecaman disampaikan *Ketua Pokja Wartawan Kota Bekasi, Ainsyam*, pada Selasa (1/9/2026). Ia menyebut, kondisi di Kantor Satpol PP saat ini jauh dari semangat pelayanan dan keterbukaan.
Kantor Pelayanan atau Benteng Militer?
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana mencekam. Setiap tamu dan jurnalis wajib melewati pemeriksaan ketat. Alat pengaman terpasang di pintu utama dan dijaga ketat Sekuriti berseragam lengkap.
Satu petugas sekuriti berbaju Kuning tampak mengawasi setiap gerak-gerik pengunjung, tamu
“Ini bukan kantor pelayanan. Kesannya seperti masuk benteng militer. Setiap orang yang datang dianggap ancaman, bukan mitra,” tegas Ainsyam.
Hambat Tugas Jurnalistik, Langgar UU KIP
Ainsyam menilai kebijakan ini kontraproduktif. Satpol PP sebagai lembaga penegak Perda seharusnya jadi contoh keterbukaan, bukan justru menutup diri.
“Kami paham soal keamanan. Tapi ini sudah keterlaluan. Ini pembatasan akses, bukan pengamanan. Wartawan diperlakukan seperti penjahat yang harus digeledah dulu. Jelas ini menghambat kami mencari, memperoleh, dan menyebarkan informasi,” kritiknya.
Ia menegaskan, tindakan ini melanggar semangat UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Kode Etik Jurnalistik.
“Keamanan model begini membuat kami susah konfirmasi. Komunikasi dengan Satpol PP jadi terputus. Ada apa yang ditutupi sampai akses dipersulit seperti ini?” tanya Ainsyam.
Desak Kasatpol PP Evaluasi Total
Ainsyam mendesak *Kasatpol PP Kota Bekasi* segera mengevaluasi dan mencabut prosedur yang dinilai represif tersebut. Khususnya untuk insan pers yang dilindungi undang-undang.
“Segera tinjau ulang. Jangan sampai karena alasan keamanan, hak publik untuk tahu dikorbankan. Buka akses, jangan tutup telinga,” pungkasnya.
Hingga berita ini tayang, konfirmasi ke pihak Satpol PP Kota Bekasi belum mendapat jawaban. Prosedur pemeriksaan ketat masih terus berjalan.






