sorotnasional.com
M.S Pelu GB
Ambon, Maluku – Suasana khidmat menyelimuti peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kota Ambon. Pemerintah Kota Ambon melalui Walikota, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si, bersama Wakil Walikota, Ely Toisutta, S.Sos, menyampaikan ucapan selamat dan doa tulus bagi seluruh umat Hindu yang menjalankan ritual Catur Brata Penyepian dengan penuh ketenangan.
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, menekankan bahwa Nyepi bukan sekadar ritual keagamaan rutin, melainkan momentum filosofis yang mendalam.
Beliau menyatakan bahwa nilai-nilai keheningan yang dijalankan umat Hindu sangat relevan dalam membangun kedamaian batin masyarakat urban yang kian dinamis. Menurutnya, introspeksi diri adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas emosional dan sosial di tengah kemajemukan.
Dalam pesannya, Pak Win—sapaan akrab Walikota—mengajak seluruh warga Ambon untuk mengambil hikmah dari prinsip Ahimsa atau tanpa kekerasan yang melekat pada perayaan ini.
Beliau berharap kesunyian Nyepi dapat memberikan ruang bagi setiap individu untuk menjernihkan pikiran, sehingga setelah hari raya ini usai, semangat baru untuk melayani sesama dan membangun kota dapat kembali berkobar.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Walikota Ambon, Ibu Ely Toisuta, memaknai Nyepi sebagai simbol kemenangan spiritual. Beliau memandang momen ini sebagai awal dari babak baru yang penuh harapan bagi umat Hindu di Ambon.
Baginya, pembersihan diri secara spiritual akan berdampak positif pada interaksi sosial, menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan penuh kasih sayang antar sesama warga kota.
Menariknya, dalam kesempatan yang sama, Ibu Ely Toisuta juga menyisipkan pesan persaudaraan lintas agama. Mengingat kedekatan waktu dengan perayaan hari besar lainnya, beliau turut menyampaikan ucapan selamat menyongsong Hari Raya Idul Fitri bagi seluruh basudara Muslim yang merayakannya.
Hal ini menunjukkan betapa cair dan indahnya toleransi di Kota Ambon yang selalu saling mendukung dalam setiap hari besar keagamaan.
Apresiasi tinggi datang dari kalangan umat Hindu di Ambon. Salah seorang perwakilan masyarakat Hindu yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa haru atas perhatian pemerintah daerah.
“Beta sebagai umat Hindu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas atensi dari Pak Win dan Ibu Ely. Perhatian ini membuat kami merasa sangat diayomi dan diakui sebagai bagian utuh dari keluarga besar masyarakat Ambon,” ungkapnya.
Beliau menambahkan bahwa ucapan dan dukungan dari pemerintah daerah merupakan suplemen moral yang luar biasa bagi umat Hindu di Maluku, khususnya di Kota Ambon.
“Kepemimpinan Pak Win dan Ibu Ely yang merangkul semua golongan membuktikan bahwa perbedaan bukanlah pembatas, melainkan warna yang mempercantik wajah kota kita tercinta,” lanjut tokoh masyarakat tersebut dengan penuh syukur.
Menanggapi respon positif tersebut, Pak Win menyatakan rasa syukurnya atas kedewasaan masyarakat Ambon yang semakin matang dalam beragama.
Beliau merasa bangga melihat bagaimana umat Hindu, Muslim, Nasrani, dan lain-lain dapat berinteraksi secara humanis dan saling menjaga keamanan serta ketenangan satu sama lain, terutama saat salah satu kelompok sedang menjalankan ibadah yang sakral.
“Beta sangat bersyukur masyarakat Kota Ambon yang majemuk ini dapat menjalani kehidupan yang rukun di tengah perbedaan. Kehidupan yang humanis ini adalah aset terbesar kita. Tidak ada sekat yang mampu memisahkan kita selama kita menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan saling menghargai keyakinan masing-masing,” tutur Pak Win dengan penuh wibawa.
Menutup keterangannya, Walikota menegaskan bahwa semua capaian kedamaian ini adalah buah dari kesadaran kolektif seluruh warga. “Ini semua berkat kesadaran kita semua dalam menyadari bahwa Ambon adalah kota keberagaman.
Seperti yang selalu beta dengungkan: Beta far Ambon, Ambon far samua. Kota ini milik kita semua, dan tugas kita pulalah untuk menjaganya tetap damai,” pungkasnya









