Kantor Satpol PP Sebagai Penegak Perda Dijaga Sekuriti Paranoid

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SorotNasional.com
Asmor

Kota Bekasi, Jabar – Kantor Satuan Polisi Pamong Praja/Satpol PP Kota Bekasi disorot karena menerapkan sistem keamanan yang dinilai berlebihan dan “paranoid”. Prosedur berlapis di pintu masuk ini dikecam karena berpotensi menjadi alat pembungkaman dan menghambat kerja pers.

Kecaman disampaikan *Ketua Pokja Wartawan Kota Bekasi, Ainsyam*, pada Selasa (1/9/2026). Ia menyebut, kondisi di Kantor Satpol PP saat ini jauh dari semangat pelayanan dan keterbukaan.

Kantor Pelayanan atau Benteng Militer?

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana mencekam. Setiap tamu dan jurnalis wajib melewati pemeriksaan ketat. Alat pengaman terpasang di pintu utama dan dijaga ketat Sekuriti berseragam lengkap.

Baca Juga :  Satuan Jajaran Korem 012/TU Perkenalkan Matematika Dasar Metode Gasing di SD

Satu petugas sekuriti berbaju Kuning tampak mengawasi setiap gerak-gerik pengunjung, tamu

“Ini bukan kantor pelayanan. Kesannya seperti masuk benteng militer. Setiap orang yang datang dianggap ancaman, bukan mitra,” tegas Ainsyam.

Hambat Tugas Jurnalistik, Langgar UU KIP
Ainsyam menilai kebijakan ini kontraproduktif. Satpol PP sebagai lembaga penegak Perda seharusnya jadi contoh keterbukaan, bukan justru menutup diri.

“Kami paham soal keamanan. Tapi ini sudah keterlaluan. Ini pembatasan akses, bukan pengamanan. Wartawan diperlakukan seperti penjahat yang harus digeledah dulu. Jelas ini menghambat kami mencari, memperoleh, dan menyebarkan informasi,” kritiknya.

Ia menegaskan, tindakan ini melanggar semangat UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Kode Etik Jurnalistik.

Baca Juga :  Kapolres Metro Bekasi Kota Kunjungi Korban Insiden Maut Di Depan Unisma Bekasi

“Keamanan model begini membuat kami susah konfirmasi. Komunikasi dengan Satpol PP jadi terputus. Ada apa yang ditutupi sampai akses dipersulit seperti ini?” tanya Ainsyam.

Desak Kasatpol PP Evaluasi Total

Ainsyam mendesak *Kasatpol PP Kota Bekasi* segera mengevaluasi dan mencabut prosedur yang dinilai represif tersebut. Khususnya untuk insan pers yang dilindungi undang-undang.

“Segera tinjau ulang. Jangan sampai karena alasan keamanan, hak publik untuk tahu dikorbankan. Buka akses, jangan tutup telinga,” pungkasnya.

Hingga berita ini tayang, konfirmasi ke pihak Satpol PP Kota Bekasi belum mendapat jawaban. Prosedur pemeriksaan ketat masih terus berjalan.

Berita Terkait

PT Setia Mulia Kridatama Disorot, Nasib TKW Murtapiah Sakit Kista dan Sempat Diisolasi Selama Sebulan
Solidaritas Wartawan Bekasi Raya Tagih Janji Bupati Bekasi
DPC Partai Parindra Kota Bekasi Resmi Serahkan Berkas Kepartaian KeKesbangpol Kota Bekasi
PWI Bekasi Raya: Audiensi Bersama Asda I Terkait Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)
Moratorium Menara Telekomunikasi di Bekasi, Distaru Inventarisasi 670 Titik
Penataan Parkir Pemkot Bekasi Dipersoalkan, Forkorindo: Tanpa Payung Hukum dan Rugikan ASN
Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah
Pengguna Fitur Antrian Daring Sentuh Tanahku: Bisa Urus Tanah Tanpa Cuti
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:30 WIB

PT Setia Mulia Kridatama Disorot, Nasib TKW Murtapiah Sakit Kista dan Sempat Diisolasi Selama Sebulan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Solidaritas Wartawan Bekasi Raya Tagih Janji Bupati Bekasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:31 WIB

DPC Partai Parindra Kota Bekasi Resmi Serahkan Berkas Kepartaian KeKesbangpol Kota Bekasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Moratorium Menara Telekomunikasi di Bekasi, Distaru Inventarisasi 670 Titik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Penataan Parkir Pemkot Bekasi Dipersoalkan, Forkorindo: Tanpa Payung Hukum dan Rugikan ASN

Berita Terbaru

Daerah

Solidaritas Wartawan Bekasi Raya Tagih Janji Bupati Bekasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 18:15 WIB