Sorot Nasional.com
Reporter
MUNA, Sultra – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi menandatangani Plakat Lia Metanduno usai mengunjungi situs lukisan cap tangan prasejarah di Lia Metanduno yang berusia sekitar 67.800 tahun, dalam rangkaian pembukaan Festival Liangkabori IV Tahun 2026 yang digelar di Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, pada Sabtu (11/7/2026).
Penandatanganan plakat tersebut didampingi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Bupati Muna, YM. La Ode Riago, S.H. (Sangia Kobenteno), Kepala Desa Liangkabori, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Sulawesi Tenggara.
Ketua Dewan Adat dan Budaya Muna, YM. La Ode Riago, S.H. (Sangia Kobenteno), menyampaikan bahwa penandatanganan plakat tersebut merupakan simbol penghormatan negara terhadap warisan budaya dan situs prasejarah yang dimiliki Kabupaten Muna. Menurutnya, momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga, melestarikan, serta memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Muna kepada masyarakat nasional maupun dunia.
“Penandatanganan plakat ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap pelestarian situs prasejarah Lia Metanduno. Kami berharap momentum ini menjadi semangat bersama untuk terus menjaga dan mewariskan warisan budaya Muna kepada generasi mendatang,” ujar La Ode Riago.
Sejumlah tokoh dan masyarakat yang hadir turut memberikan apresiasi atas peran aktif YM. La Ode Riago, S.H. (Sangia Kobenteno) dalam mendorong pelestarian adat, budaya, dan situs-situs bersejarah di Kabupaten Muna. Mereka menilai komitmennya dalam memperkuat kelembagaan adat serta memperkenalkan Lia Metanduno melalui berbagai kegiatan budaya telah memberikan kontribusi positif bagi meningkatnya perhatian terhadap warisan budaya Muna.
Selanjutnya, plakat tersebut akan dipasang di halaman depan Lia Metanduno sebagai penanda resmi kunjungan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia sekaligus menjadi simbol komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya Muna. Keberadaan plakat ini diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat dan wisatawan, memperkuat identitas Lia Metanduno sebagai situs prasejarah bernilai tinggi, serta menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan melindungi peninggalan budaya untuk generasi sekarang maupun yang akan datang.
Masyarakat yang turut hadir dalam prosesi tersebut mengaku bangga dan senang atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat terhadap situs prasejarah Lia Metanduno. Mereka berharap kunjungan Menteri Kebudayaan dan penandatanganan plakat ini menjadi awal dari semakin besarnya dukungan terhadap pelestarian, penelitian, pengembangan kawasan, serta promosi Lia Metanduno sebagai salah satu warisan budaya penting Indonesia.
Masyarakat juga berharap pemasangan Plakat Lia Metanduno menjadi langkah awal bagi pemasangan plakat resmi pada situs-situs bersejarah lainnya di Kabupaten Muna yang memiliki nilai arkeologi, sejarah, dan budaya. Mereka menilai keberadaan plakat tidak hanya menjadi penanda informasi, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda dan wisatawan.
Selain itu, masyarakat berharap penelitian ilmiah di kawasan karst Muna terus berlanjut sehingga dapat mengungkap lebih banyak fakta dan temuan penting mengenai jejak peradaban manusia purba. Dengan dukungan pemerintah, akademisi, dan para peneliti, mereka optimistis akan ditemukan bukti-bukti arkeologis baru yang semakin memperkuat posisi Kabupaten Muna sebagai salah satu kawasan yang memiliki kekayaan warisan prasejarah bernilai tinggi di Indonesia dan mendapat perhatian dunia.
Kunjungan Menteri Kebudayaan ke Lia Metanduno sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pelestarian kawasan karst Liangkabori sebagai kawasan cagar budaya yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pariwisata. Festival Liangkabori IV Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, pemerintah desa, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga serta mengembangkan potensi budaya Kabupaten Muna.






