IKA PMII Kota Bekasi Gagas Pendirian Universitas Negeri Bekasi

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional .com
Asmor

Kota Bekasi, Jabar – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kota Bekasi membuat gebrakan monumental dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang digelar di Graha Wulansari Bekasi, pada Sabtu (11/7/2026).

Bukan sekadar rekomendasi normatif, IKA PMII secara resmi meluncurkan gagasan radikal-solutif: mendesak Pemerintah Kota Bekasi mempelopori pendirian Universitas Negeri Bekasi dimana salah satu jurisannya adalah Teknologi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular (yang lebih fokus Persampahan) pertama di Indonesia.

Langkah ini dirancang sebagai rekayasa sosial dan akademik untuk merespons masifnya proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi, sekaligus memosisikan kota ini sebagai hub edukasi Green Technology nasional.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Cabang IKA PMII Kota Bekasi, Indra Lesmana, menegaskan bahwa Bekasi harus bertransformasi dari sekadar “hilir” atau tempat penampungan sampah, menjadi pusat peradaban sains lingkungan (epicenter of environmental science).

“Bekasi memiliki prasyarat objektif yang tidak dimiliki daerah lain. Kita punya TPST Bantar Gebang, TPA Sumur Batu, dan proyek PSEL teranyar. Ini adalah laboratorium hidup (living laboratory) terbesar di Indonesia. IKA PMII memandang, momentum pembebasan lahan PSEL harus diintegrasikan dengan pembangunan infrastruktur pendidikan tinggi spesifik, yakni politeknik teknologi lingkungan,” ujar Indra Lesmana.

Baca Juga :  Jelang Penutupan MagangHub Batch III, Kemnaker Imbau Peserta, Mentor, dan Operator Lengkapi Tahapan Akhir

Indra menambahkan, langkah ini adalah proteksi agar warga Bekasi tidak hanya menjadi penonton atau pekerja kasar di tengah investasi hijau yang bernilai miliaran rupiah tersebut.

“Kita tidak ingin megaproyek PSEL di Bekasi nanti diisi oleh tenaga ahli asing atau luar daerah karena alasan ketiadaan SDM lokal yang kompeten. Kampus vokasi ini akan menjadi jawaban konkret, mencetak generasi muda lokal yang menguasai waste-to-energy conversion, tata kelola limbah modern, hingga analisis ekonomi sirkular. Ini adalah kedaulatan ekologi dan SDM Bekasi,” tegas Indra dengan nada tajam.

Gagasan visioner dari level cabang ini langsung mendapat respons positif dan pengawalan ketat dari jajaran pengurus pusat. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (Sekjend PB) IKA PMII, Nur Purnomo Sidi, yang turut memantau jalannya Rakercab, menyatakan dukungannya secara penuh dan siap membawa wacana ini ke tingkat kementerian.

“Gagasan IKA PMII Kota Bekasi ini adalah sebuah disruptive idea yang sangat dibutuhkan bangsa ini. Indonesia memiliki sekolah kedinasan nuklir hingga sandi negara, namun kita belum memiliki perguruan tinggi yang secara rigid menyelesaikan krisis ekologis terbesar kita, yaitu sampah. PB IKA PMII mengapresiasi dan mendukung penuh wacana ini untuk dijadikan pilot project nasional,” ungkap Nur Purnomo Sidi.

Baca Juga :  Kantah Konkep Gelar Rapat Persiapan Penambahan Target Redistribusi Tanah Tahun 2025

Lebih lanjut, Nur Purnomo Sidi menyatakan bahwa PB IKA PMII akan mengawal rekomendasi ini secara struktural untuk dikomunikasikan langsung dengan Kementerian LHK, Kemendikbudristek, dan stakeholder strategis di level pusat.

“Ini adalah bentuk nyata Knowledge and Policy Driving dari alumni PMII. Kami akan mendorong skema pendanaan konsorsium, baik melalui optimalisasi dana CSR dari ribuan industri di Bekasi, maupun dukungan penuh APBN sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang pendidikan lingkungan hidup. Bekasi harus memimpin revolusi hijau ini,” pungkas Sekjend PB IKA PMII tersebut.

Rekomendasi taktis ini diproyeksikan akan segera disusun ke dalam bentuk Naskah Akademik resmi oleh IKA PMII Kota Bekasi untuk kemudian diserahkan langsung kepada Wali Kota Bekasi, DPRD Kota Bekasi, dan instansi terkait sebagai langkah lobi kebijakan (policy lobbying) berikutnya.

Berita Terkait

TNI–ADF Padukan Kekuatan Laut dan Udara dalam Demo Pendaratan Amfibi Keris Woomera 2026
Sangat Kecewa, Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Tegaskan: Copot Kadis LH Dalam 7 Hari Kedepan Atau Aksi Damai Jilid II
FPMM Usulkan Pendirian Sekolah Taruna di Indonesia Timur: Meratakan Harapan, Memperkuat Persatuan
Wakil Walikota Bekasi Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa
ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri
Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti
Danrem 143/HO Tutup Latihan Kadertih Program Latihan Khusus Sabuk Hitam Tingkat I PSM
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33 WIB

TNI–ADF Padukan Kekuatan Laut dan Udara dalam Demo Pendaratan Amfibi Keris Woomera 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Sangat Kecewa, Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Tegaskan: Copot Kadis LH Dalam 7 Hari Kedepan Atau Aksi Damai Jilid II

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:53 WIB

FPMM Usulkan Pendirian Sekolah Taruna di Indonesia Timur: Meratakan Harapan, Memperkuat Persatuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Wakil Walikota Bekasi Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:04 WIB

ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan

Berita Terbaru