sorotnasional.com
M.S Pelu GB
Ambon, Maluku – Pemerintah Kota Ambon melalui Walikota Bodewin M. Wattimena menggelar pertemuan dengan pengurus serta pelaksana Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di kota tersebut.
Pertemuan yang bertujuan memastikan kelancaran dan keberlangsungan program ini menjadi wadah untuk menyampaikan arahan serta memperkuat sinergi antar pihak terkait.
Dalam penyampaian materinya, Walikota Bodewin M. Wattimena atau yang akrab disapa Pak Win menyampaikan bahwa perhatiannya terhadap penyelenggara MBG bukanlah bentuk kebencian, melainkan kasih sayang yang didasari tujuan untuk memperkokoh pelaksanaan program.
“Dengan melaksanakan ketentuan dan kriteria penyaluran MBG dengan sebaik-baiknya, tentu akan memperpanjang dan memperkokoh pelaksanaan pemberian MBG dari penyelenggara kepada sekolah dan masyarakat penerima hingga lima tahun ke depan,” ujarnya.
Walikota juga menekankan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya besar Presiden Republik Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun sumber daya manusia berkualitas yang akan mengisi dan memajukan Indonesia di masa depan. “Visi Presiden dalam menggerakkan program MBG ini sangat jelas – kita ingin generasi muda kita tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing.
Pemerintah Pusat telah memberikan dukungan yang besar, mulai dari alokasi anggaran hingga pedoman pelaksanaan yang komprehensif, dan kita sebagai pemerintah daerah wajib menjalankannya dengan penuh tanggung jawab,” jelas Pak Win.
Ia mengakui bahwa sejak awal pelaksanaan program, terdapat beberapa tantangan seperti perizinan yang belum teratur dan pembangunan Sarana Prasarana Penyedia Makanan (SPPG) yang masih sementara.
“Kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan tidak akan mengizinkan adanya penerima manfaat yang tidak layak mendapatkan bantuan MBG,” tegasnya.
Selain itu, Pak Win menekankan pentingnya transparansi dalam seluruh proses penyelenggaraan MBG. “Kita telah membangun sistem pelaporan yang jelas, mulai dari pencatatan penerima manfaat, pengadaan bahan baku, proses pembuatan makanan, hingga evaluasi kualitas.
Setiap tahapan dapat dilacak dan diverifikasi, sehingga jika nantinya ada kunjungan dari Menteri terkait atau pihak pengawas lainnya, kita dapat menjawab setiap pertanyaan dengan data dan bukti yang valid,” ujarnya.
Pak Win juga menggarisbawahi pembagian peran yang jelas antara pihak pemerintah dan organisasi terkait.
“PETA sebagai pihak yang menangani mutu makanan harus fokus pada kualitas pemberian makanan kepada warga kota Ambon, sementara pemerintah kota mengatur tata kelola dan teknis program agar berjalan sesuai aturan,” jelasnya.
Dampak positif program MBG juga tidak hanya dirasakan oleh anak-anak penerima manfaat, tetapi juga memberikan kontribusi bagi perekonomian lokal.
“Selain mewujudkan visi Presiden untuk menciptakan sumber daya manusia berkualitas, program ini juga akan melancarkan pasar bahan baku dari petani, peternak, dan pedagang di daerah Ambon, sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Para peserta pertemuan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bimbingan dan arahan dari Walikota. Mereka menyatakan bahwa panduan yang diberikan menjadi dasar penting dalam menjalankan tugas dan memastikan keberlangsungan usaha mereka dalam menyelenggarakan program MBG.
“Kami sangat berterima kasih atas arahan yang jelas dan dukungan yang diberikan. Semua ini kami lakukan demi kelancaran program dan untuk kepentingan bersama, terutama anak-anak dan masyarakat Ambon. Kami juga siap menjaga transparansi dan melaporkan setiap perkembangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ucap salah satu perwakilan peserta.
Dalam penutupannya, Walikota Bodewin M. Wattimena mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam menjalankan program MBG. “Mari kita bersama-sama menjaga dan mengembangkan program ini agar dapat memberikan manfaat yang maksimal. Beta far Ambon, Ambon far samua,” pungkasnya dengan semangat.









