Wacana Pemekaran Jawa Barat: Solusi Tata Kelola atau Komplikasi Baru

- Jurnalis

Minggu, 29 Juni 2025 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
M.S. Pelu GB

Provinsi Jawa Barat, dengan luas wilayah dan jumlah penduduknya yang masif, kerap dihadapkan pada tantangan tata kelola pemerintahan yang kompleks. Wacana pemekaran wilayah pun bukanlah hal baru, bahkan gagasan untuk memecah Jawa Barat menjadi lima provinsi baru kembali mengemuka. Namun, apakah langkah ini merupakan solusi efektif untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik, atau justru berpotensi menimbulkan komplikasi baru yang perlu dikaji lebih mendalam.

Secara kasat mata, pemekaran dapat dilihat sebagai langkah strategis untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan. Dengan wilayah yang lebih kecil, diharapkan fokus pembangunan dapat lebih terarah dan responsivitas pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat dapat meningkat. Permasalahan klasik seperti kesenjangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan, atau disparitas akses terhadap fasilitas publik, mungkin dapat diminimalisir dengan adanya provinsi-provinsi baru yang memiliki fokus dan prioritas masing-masing.

Baca Juga :  Kantah Konkep Hadiri Rapat Konsultasi Publik I Penyusunan KLHS Revisi RTRW Kabupaten Konawe Kepulauan

Sebagai contoh, jika wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) menjadi provinsi tersendiri, sumber daya dan kebijakan pembangunan dapat lebih difokuskan pada tantangan urbanisasi dan mobilitas yang khas di kawasan tersebut. Begitu pula dengan wilayah priangan timur atau utara, yang mungkin memiliki karakteristik geografis dan potensi ekonomi yang berbeda, dapat mengembangkan potensi uniknya tanpa terbebani oleh skala Jawa Barat yang terlalu besar.

Namun, di balik optimisme ini, perlu diingat bahwa pemekaran bukanlah panasea. Prosesnya membutuhkan kajian mendalam terkait aspek sosial, ekonomi, politik, dan administratif. Kesiapan infrastruktur pemerintahan, ketersediaan sumber daya manusia berkualitas, serta potensi pendanaan masing-masing calon provinsi baru harus dipastikan. Jangan sampai pemekaran justru menciptakan provinsi-provinsi baru yang mandul secara fiskal dan hanya memperpanjang birokrasi tanpa dampak signifikan pada kesejahteraan rakyat.

Baca Juga :  HUT Humas Polri Ke 73, Humas Polres Metro Bekasi Kota Peduli Sesama dengan Donor Darah di PMI Kota Bekasi

Selain itu, pertimbangan terhadap potensi konflik antarwilayah dalam penentuan batas-batas provinsi, hingga identitas kultural dan historis masyarakat, juga tidak boleh diabaikan. Pemecahan wilayah haruslah didasari oleh kepentingan bersama untuk kemajuan, bukan sekadar ambisi politik atau pecah kongsi kekuasaan.

Pada akhirnya, wacana pemekaran Jawa Barat menjadi lima provinsi ini adalah diskusi yang patut diangkat ke ruang publik. Namun, keputusan final haruslah didasari oleh analisis komprehensif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dan yang terpenting, berorientasi pada kemaslahatan rakyat Jawa Barat secara keseluruhan. Apakah kita siap menanggung konsekuensi dari langkah besar ini? Mari kita terus kaji dan diskusikan secara objektif.

M.S. Pelu Wasekjen IV FORKONAS PP DOB Periode 2025 – 2029.

Berita Terkait

DPRD Kota Ternate Lakukan Kunjungan Kerja ke Pemerintahan Kota Bekasi Terkait Perda RTRW
Wamen Ossy Ingatkan Pemutakhiran Data Digital Merupakan Pekerjaan Rumah Bersama
Masyarakat Manfaatkan PELATARAN, Ambil Produk Hasil Roya Tak Perlu Tunggu Hari Kerja
Keterangan Resmi Pemerintah Kota Ambon Terkait Rakornas 2026
Sinergi Membangun Bangsa, Gubernur Maluku dan Forkopimda Hadiri Rakornas 2026 di Sentul
Transformasi Drastis Pasar Mardika: Bodewin Wattimena Berhasil Tumpas “Otak Preman Berdasi”
PWI Bekasi Raya Gelar Isra Mi’raj dan Santuni 50 Anak Yatim
Kedamaian di Balai Kota: Bodewin Wattimena Maafkan Aktivis, Ajak Warga Hentikan Polarisasi Ambon
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:52 WIB

DPRD Kota Ternate Lakukan Kunjungan Kerja ke Pemerintahan Kota Bekasi Terkait Perda RTRW

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:57 WIB

Wamen Ossy Ingatkan Pemutakhiran Data Digital Merupakan Pekerjaan Rumah Bersama

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:52 WIB

Masyarakat Manfaatkan PELATARAN, Ambil Produk Hasil Roya Tak Perlu Tunggu Hari Kerja

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:45 WIB

Keterangan Resmi Pemerintah Kota Ambon Terkait Rakornas 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 14:45 WIB

Sinergi Membangun Bangsa, Gubernur Maluku dan Forkopimda Hadiri Rakornas 2026 di Sentul

Berita Terbaru

Nasional

Lebih 1.000 Wartawan Tiba di Banten Sambut HPN 2026 Hari Ini

Jumat, 6 Feb 2026 - 18:26 WIB