sorotnasional.com
M.S Pelu GB
Ambon Maluku – Wajah Pasar Mardika kini berubah total. Kawasan yang dulunya dikenal semrawut, penuh pungutan liar, dan dikuasai oleh jaringan “preman berdasi”, kini bertransformasi menjadi pusat ekonomi yang rapi dan bermartabat di bawah kepemimpinan Walikota Ambon Bodewin Wattimena.
Keberhasilan ini memicu apresiasi dari berbagai pihak, termasuk para praktisi yang memahami betul betapa sulitnya menata kawasan tersebut di masa lalu. Berti, mantan pegawai Dinas Perhubungan Kota Ambon, mengakui bahwa sebelum era Bodewin, Pasar Mardika adalah “wilayah sulit” di mana kepentingan oknum tertentu seringkali menghambat aturan pemerintah.
Dalam berbagai kesempatan dan keterangan resminya, Walikota Bodewin Wattimena selalu menekankan bahwa kunci utama perubahan ini adalah keberanian untuk menegakkan aturan tanpa pandang bulu.
“Niat saya adalah mengembalikan fungsi ruang publik kepada rakyat. Kita tidak bisa membiarkan trotoar dan jalan utama menjadi lahan bisnis ilegal segelintir oknum. Ketertiban demi kepentingan masyarakat luas adalah harga mati,” tegas Bodewin dalam sebuah paparan kebijakannya.
Beliau juga menambahkan bahwa pengelolaan Pasar Mardika saat ini bukan sekadar tentang pembersihan fisik, melainkan sistem manajemen yang transparan untuk melindungi pedagang kecil dari pemerasan.
“Dalam pengelolaan Pasar Mardika, sistem ‘jual tempat’ yang selama ini mencekik pedagang kaki lima harus dihapus. Sekarang, lokasi berjualan diatur sesuai standar pemerintah agar pedagang merasa aman mencari nafkah tanpa perlu merasa terancam oleh tekanan dari pihak-pihak luar,” tambahnya terkait penataan pasar.
Meskipun kerap diterpa isu miring, Bodewin tetap konsisten membuktikan kinerjanya melalui 17 Program Prioritas yang menyentuh langsung akar rumput, mulai dari tata kelola pemerintahan yang bersih, pendidikan gratis, hingga pemberdayaan UMKM dan pelestarian budaya Ambon City of Music.
Seluruh program tersebut dirancang untuk memastikan pembangunan tidak hanya berpusat di tengah kota, tapi dirasakan hingga ke pelosok desa.
Menutup berbagai penyampaiannya terkait arah baru pembangunan kota, Bodewin menekankan bahwa seluruh program ini adalah janji bakti yang harus tuntas.
“Semua langkah ini adalah bentuk tanggung jawab saya kepada rakyat. Dukungan masyarakat adalah energi utama bagi pemerintah untuk terus melakukan perubahan nyata demi kemakmuran seluruh lapisan warga Kota Ambon,” pungkasnya.










