Sulawesi Tenggara Jadi Pertahanan Rahasia Jepang di Perang Dunia II

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
Reporter

KENDARI, Sultra – Selama puluhan tahun, jejak Perang Dunia II di Sulawesi Tenggara lebih banyak dipandang sebagai cerita masa lalu. Namun, di balik hutan, perbukitan, dan bekas landasan yang kini nyaris terlupakan, tersimpan fakta mengejutkan: wilayah ini pernah menjadi salah satu pusat strategi militer Jepang di kawasan Asia Pasifik.

Temuan itu diungkap oleh Peneliti Perang Dunia II Ersa Dwi Riyanto, S.Sos., M.Hum. Melalui penelitiannya, Ersa menemukan bahwa Jepang membangun dan memanfaatkan tujuh lapangan udara militer di Sulawesi Tenggara, jumlah yang menunjukkan betapa pentingnya wilayah ini dalam peta peperangan pada 1942–1945.

“Keberadaan tujuh lapangan udara bukan sekadar untuk tempat pesawat mendarat. Itu adalah bukti bahwa Sulawesi Tenggara menjadi salah satu pusat pertahanan, jalur mobilisasi pasukan, sekaligus benteng untuk mengamankan kekayaan alam yang dibutuhkan Jepang selama perang,” ungkap Ersa berdasarkan hasil penelitiannya.

Baca Juga :  DinkesKota Bekasi Gelar Pertemuan Lintas Sektor untuk Percepatan Imunisasi Anak Zero Dose

Tujuh lapangan udara tersebut tersebar di Kendari II, Boro-Boro, Pomala, Baroe, Ambesia, Witikola, dan Tiworo. Dari titik-titik inilah Jepang mengatur strategi, memperkuat pertahanan, serta menjaga akses terhadap sumber daya penting seperti nikel, bijih besi, aspal, dan magnesit yang menjadi penopang industri perang mereka.

Namun, lapangan udara hanyalah bagian dari cerita besar itu. Di sekitarnya, Jepang membangun jaringan pertahanan berupa bunker, pillbox, parit, gua perlindungan, hingga pusat administrasi militer. Seluruh fasilitas tersebut dirancang menjadi satu sistem pertahanan yang saling terhubung untuk menghadapi serangan Sekutu.

Baca Juga :  Simak: Penjelasan Tri Adhianto Terkait Top BUMD Awards 2025

Ersa menjelaskan bahwa setiap lokasi dipilih dengan perhitungan yang matang. Perbukitan dimanfaatkan sebagai titik pengamatan, hutan menjadi tempat penyamaran, sungai dan jalan digunakan sebagai jalur logistik, sementara bentang alam lainnya dijadikan penghalang alami bagi musuh. Strategi inilah yang membuat pertahanan Jepang di Sulawesi Tenggara begitu kuat pada masanya.

Menurut Ersa, hasil penelitian ini menjadi pengingat bahwa Sulawesi Tenggara bukan sekadar saksi bisu Perang Dunia II, melainkan salah satu wilayah yang ikut menentukan jalannya strategi militer Jepang di kawasan timur Indonesia. Karena itu, tinggalan seperti lapangan udara, bunker, dan bangunan pertahanan lainnya layak dijaga sebagai warisan sejarah sekaligus sumber edukasi bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

Diserang Kata “Bodoh”, YM. La Ode Riago, S.H. Sangia Kobenteno Ajak Tetap Teduh dan Utamakan Adab
IBOS Expo 2026 di Bekasi Kembali Digelar, 100 Brand Tawarkan Peluang Kemitraan Usaha
Wakil Ketua DPRD: Perda Jadi Kunci Bersihkan Penyimpangan dan Krisis Moral Kota Bekasi
Resmi! SMKN 5 Muna Ganti Pimpinan, Farouk Pensiun Digantikan Plt Santi Yuliana
Dinilai Merendahkan Program Prabowo, KAISAR Tuding Pengelola MBG Rahasiakan Aliran Uang Rakyat
Panglima TNI Dampingi Menko Polkam Sampaikan Imbauan Jaga Kondusivitas Bangsa
Kadisdik Kota Bekasi Instruksikan Penguatan Keamanan Aset Sekolah, Telusuri Dugaan Pencurian Inventaris
Di Tingkat Nasional Lewerissa Konsisten Perjuangkan Kepentingan Maluku
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:50 WIB

Sulawesi Tenggara Jadi Pertahanan Rahasia Jepang di Perang Dunia II

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Diserang Kata “Bodoh”, YM. La Ode Riago, S.H. Sangia Kobenteno Ajak Tetap Teduh dan Utamakan Adab

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:30 WIB

IBOS Expo 2026 di Bekasi Kembali Digelar, 100 Brand Tawarkan Peluang Kemitraan Usaha

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Wakil Ketua DPRD: Perda Jadi Kunci Bersihkan Penyimpangan dan Krisis Moral Kota Bekasi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:55 WIB

Resmi! SMKN 5 Muna Ganti Pimpinan, Farouk Pensiun Digantikan Plt Santi Yuliana

Berita Terbaru