Sorot Nasional.com
Oleh: H. M.S. PELU, M.Pd.
_Pemerhati Sosial dan Budaya / Ketua Dewan Pembina & Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Sosial dan Budaya_
JAKARTA – Masyarakat, pelaku usaha, hingga kasir di pusat perbelanjaan kini dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan berkali-kali lipat. Berdasarkan temuan valid di lapangan baru-baru ini, telah terdeteksi peredaran uang palsu pecahan Rp100.000 dengan tingkat kemiripan yang sangat tinggi (super-copied).
Jika selama ini kita merasa aman hanya dengan menyinari uang menggunakan lampu ultraviolet (UV), modus baru ini mematahkan asumsi tersebut. Sindikat pemalsu uang tampaknya kian canggih; uang palsu “generasi baru” ini sudah dilengkapi fitur fosfor yang mampu memancarkan cahaya di bawah sinar UV. Alhasil, uang ini sangat mudah lolos dari pemeriksaan awal yang dilakukan secara terburu-buru.
Bongkar Kedoknya: 4 Perbedaan Fisik di Bawah Sinar UV
Agar tidak menjadi korban, berikut adalah panduan taktis untuk mendeteksi kedok uang palsu jenis baru tersebut saat disandingkan dengan uang asli Bank Indonesia (BI):
*Fitur Pengaman:*
Uang Asli Bank Indonesia Uang Palsu “Generasi Baru”
*Emblem / Logo “BI” (Di bawah UV):* Memancarkan warna HIJAU yang tegas dan terang. Memancarkan warna BIRU.
*Tulisan “BANK INDONESIA” (Di bawah UV):* Memancarkan warna MERAH terang dan terbaca jelas. Berwarna BIRU, terlihat samar, dan sulit dibaca.
*Tulisan Angka “100.000” (Di bawah UV):* Memancarkan warna KUNING/ORANYE terang, bentuk dan ukuran presisi khas cetakan bank sentral. Bentuk angka berbeda, agak melar, cenderung tidak rapi, dan pendaran warnanya pudar.
*Kualitas Fisik & Cetakan:* Detail sangat tajam, menggunakan kertas khusus berbahan serat kapas yang bertekstur. Cetakan kurang tajam (agak buram), tekstur kertas terasa halus/licin saat diraba.
Kembali ke Metode Klasik: Jangan Cuma Mengandalkan Sinar UV!
Teknologi bisa ditiru, namun kualitas cetakan resmi negara memiliki standar yang sulit disamai. Bank Indonesia selalu mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan metode klasik 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) secara menyeluruh:
* LIHAT: Perhatikan gradasi warna dengan saksama. Uang asli memiliki perubahan warna yang dinamis pada benang pengaman dan logo BI (OVI) saat digerakkan.
* RABA: Rasakan tekstur kertasnya. Uang asli memiliki bagian yang terasa kasar dan timbul (intaglio) pada gambar utama pahlawan, tulisan “BANK INDONESIA”, serta kode tuna netra (blind code).
* TERAWANG: Angkat uang dan arahkan ke cahaya. Perhatikan tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan dan rectoverso (gambar saling isi logo BI) yang harus terlihat utuh, presisi, dan detail.
Imbauan Bersama: Jaga Kedaulatan Rupiah
Kami mengetuk kesadaran para pedagang, pelaku UMKM, kasir, dan masyarakat luas untuk lebih teliti dan tidak terburu-buru menerima uang tunai saat transaksi sedang ramai. Kehati-hatian dalam hitungan detik bisa menyelamatkan Anda dari kerugian material.
Catatan Penting: Jika Anda menemukan atau mencurigai adanya peredaran uang dengan ciri-ciri palsu di atas, jangan ragu untuk segera mengamankan fisik uang tersebut (tanpa merusaknya) dan melaporkannya ke pihak kepolisian terdekat atau kantor perwakilan Bank Indonesia.
Mari kita saling menjaga. Bagikan informasi krusial ini kepada keluarga, rekan kerja, dan jaringan kerabat Anda. Menjaga kedaulatan dan keamanan mata uang negara adalah tanggung jawab kita bersama demi stabilitas ekonomi dan ketertiban NKRI.






