SorotNasional.com
Djunaidi Raupele
NAMLEA, Kab. Buru, Maluku – Wajah pelayanan kesehatan di Kabupaten Buru, Maluku, kini mulai menunjukkan transformasi positif. Pembangunan fisik yang berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namlea menjadi sinyal kuat hadirnya harapan baru bagi masyarakat di Bumi Bupolo.
Langkah nyata ini mendapat perhatian luas dari berbagai elemen masyarakat yang melihat adanya komitmen tinggi dari jajaran manajemen rumah sakit untuk menghadirkan fasilitas yang lebih dekat, layak, dan berkualitas.
Transformasi di Tangan Dingin Direktur Baru
Sejak kepemimpinan Hajjah Halija Wael, RSUD Namlea dinilai lebih responsif terhadap kebutuhan pasien. Dalam waktu singkat, berbagai langkah strategis mulai dirasakan dampaknya, terutama dalam hal koordinasi tenaga medis dan kedisiplinan layanan.
Hal ini terlihat dari rutinnya kegiatan evaluasi, seperti pemaparan laporan bulanan yang bertujuan untuk membedah tantangan pelayanan di setiap unit, termasuk Ruangan Anak.
Suara Tokoh Masyarakat dan Warga
Menanggapi perubahan ini, Chairul Syam Tokoh Masyarakat Buru dan Ketua Lembaga Ekologi Kabupaten Buru menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, kesehatan adalah pilar utama dalam peningkatan indeks pembangunan manusia di daerah.
“Kami melihat ada gairah baru di RSUD Namlea. Kehadiran Direktur baru membawa semangat perubahan yang konkret. Namun, kami juga mengingatkan bahwa perubahan ini membutuhkan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten, Provinsi, hingga Pusat agar fasilitas yang sudah dibangun dapat terpelihara dengan baik,” ujar Chairul Syam.
Senada dengan hal tersebut, Wati Siswarso, perwakilan masyarakat Kabupaten Buru, mengaku merasa lebih tenang dengan adanya perbaikan fasilitas.
“Sebagai warga, kami merasa lebih dihargai dengan pelayanan yang sekarang. Harapan kami simpel, semoga kualitas ini konsisten dan tenaga medisnya selalu ramah serta siap sedia saat dibutuhkan,” ungkap Wati.
Komitmen Manajemen RSUD
Sementara itu, Direktur RSUD Namlea, Hajjah Halija Wael, menegaskan bahwa segala pencapaian saat ini barulah langkah awal dari visi besar rumah sakit tersebut.
“Tujuan kami adalah menjadikan RSUD Namlea sebagai pusat layanan kesehatan yang mandiri dan unggul. Fokus kami bukan hanya pada pembangunan gedung, tapi pada sistem kerja yang transparan dan akuntabel. Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat dan terus memohon support dari pemerintah pusat maupun daerah untuk pengembangan alat kesehatan dan SDM kedepannya,” tegas Hajjah Halija.
Dukungan Pemerintah Menjadi Kunci
Ke depan, keberlangsungan transformasi di RSUD Namlea akan sangat bergantung pada sinergi antar-pemerintah.
Pemeliharaan gedung yang megah serta pengadaan teknologi medis terbaru memerlukan alokasi anggaran yang stabil agar RSUD Namlea tidak hanya menjadi simbol fisik, melainkan benar-benar menjadi oase kesehatan bagi masyarakat Maluku secara luas









