Panggilan PYM, YM, Raja Dipolemikkan, Agus Minardi: “Hanya Tahu Komentar Tanpa Berbuat, “bodoh Ditutupi Kalimat Ke-an

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
Reporter

Muna, Sultra – Polemik penggunaan panggilan PYM, YM, dan Raja kembali memicu perdebatan luas. Persoalan ini menyita perhatian publik, mulai dari lembaga adat, tokoh masyarakat, hingga warganet yang saling beradu argumen di media sosial.

Menanggapi hal itu, Agus Minardi, salah satu pemuda penggiat budaya Muna, menyampaikan kritik tajam. Ia menilai polemik tersebut tidak akan selesai jika hanya berhenti pada komentar tanpa ada tindakan nyata untuk menjaga adat dan budaya.

“Hanya tahu komentar tanpa berbuat. Itu ke”bodoh”an yang ditutupi kalimat ke-an,” tegas Agus Minardi saat ditemui di Muna, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Agus, gelar Paduka Yang Mulia, Yang Mulia, dan Raja bukan sekadar sebutan. Gelar itu membawa tanggung jawab sejarah, moral, dan pengabdian kepada masyarakat adat yang harus dijaga kehormatannya.

Baca Juga :  Serahkan Sertipikat Di Kudus, Menteri Nusron Tegaskan Pentingnya Redistribusi Tanah Yang Produktif dan Berkeadilan

Ia menyoroti banyak pihak yang paling keras bersuara di dunia maya soal panggilan itu, namun tidak terlihat kiprahnya dalam kegiatan adat.

“Kalau cinta budaya, buktikan dengan kerja. Bukan hanya pintar berkomentar,” ujarnya.

Agus menilai, polemik ini muncul karena adanya pencampuradukan antara pelestarian budaya dengan kepentingan pencitraan. Akibatnya, makna gelar menjadi kabur dan berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Yang dimaksud “kalimat ke-an” adalah kalimat “kebodohan”. Menurutnya, ada pihak yang menutupi kebodohan dan minimnya pemahaman tentang adat dengan merangkai kata-kata agar terdengar bijak. Padahal isinya “kosong” tegasnya.

Agus kembali menegaskan bahwa “melarang atau membatasi orang lain untuk memberikan apresiasinya kepada yang dianggap wajar disebut PYM, YM atau Raja karena bukti nyata perlakukan nya untuk membesarkan adat dan budaya itu merupakan “kemunafikan,” terang Agus.

Baca Juga :  Penyerahan Sertipikat Tanah Di Desa Sukarela Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara.

Sebagai penggiat budaya, Agus mengajak semua elemen untuk duduk bersama. Lembaga adat, akademisi, pemerintah, dan masyarakat perlu membuat kesepakatan jelas terkait pakem penggunaan gelar agar tidak terus menjadi bahan polemik.

Di akhir pernyataannya, Agus menegaskan ia tidak anti kritik. Namun kritik harus diimbangi aksi nyata. “Jangan sampai energi kita habis untuk memperdebatkan siapa yang berhak dipanggil Raja, sementara tugas menjaga adat dan mendidik generasi justru kita lupakan dan jangan trus kita memelihara otak jongkok akut,” pungkasnya.

Menutup pernyataan nya, Agus menghimbau agar jangan suka membuat hal-hal yang bentuknya pembohongan publik dengan mengeluarkan kalimat diancam kekerasan padahal itu tidak pernah terjadi.

Berita Terkait

TNI–ADF Padukan Kekuatan Laut dan Udara dalam Demo Pendaratan Amfibi Keris Woomera 2026
Sangat Kecewa, Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Tegaskan: Copot Kadis LH Dalam 7 Hari Kedepan Atau Aksi Damai Jilid II
FPMM Usulkan Pendirian Sekolah Taruna di Indonesia Timur: Meratakan Harapan, Memperkuat Persatuan
Wakil Walikota Bekasi Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa
ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri
Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti
Danrem 143/HO Tutup Latihan Kadertih Program Latihan Khusus Sabuk Hitam Tingkat I PSM
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33 WIB

TNI–ADF Padukan Kekuatan Laut dan Udara dalam Demo Pendaratan Amfibi Keris Woomera 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Sangat Kecewa, Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Tegaskan: Copot Kadis LH Dalam 7 Hari Kedepan Atau Aksi Damai Jilid II

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:53 WIB

FPMM Usulkan Pendirian Sekolah Taruna di Indonesia Timur: Meratakan Harapan, Memperkuat Persatuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Wakil Walikota Bekasi Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:04 WIB

ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan

Berita Terbaru