SorotNasional.com
Reporter/Asmor
Kota Bekasi, Jabar – Indonesian Brand & Business Opportunity Show (IBOS) Expo 2026 kembali hadir di Kota Bekasi. Pameran peluang bisnis ini digelar pada Jumat (07/08/2026) sebagai upaya mendorong lahirnya wirausaha baru dan memperkuat ekosistem ekonomi lokal melalui berbagai pola kemitraan.
Wali Kota Bekasi melalui Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, Dra. Ika Indah Yarti, M.Si., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan IBOS Expo untuk kedua kalinya di Kota Bekasi.
“Pemerintah Kota Bekasi sangat mengapresiasi IBOS Expo ini. Ini yang kedua kalinya. Yang pertama saya hadir, yang kedua ini juga saya hadir. Luar biasa, dengan jumlah brand 70 sama seperti sebelumnya,” ujar Ika.
Pemerintah Kota Bekasi, lanjut Ika, berkomitmen penuh mendukung dan memfasilitasi pelaku UMKM agar naik kelas. Salah satu fokus yang terus disosialisasikan adalah pentingnya sertifikasi halal bagi produk UMKM.
“Kita juga sedang gencar mensosialisasikan kepada para UMKM agar memiliki produk halal,” jelasnya.
Chief Executive Officer (CEO) Media Info Brand Group, Susi Susilowati Ningsih, S.E., M.M., menyebut penyelenggaraan IBOS Expo 2026 di Bekasi merupakan agenda kedua di tahun ini. Sebelumnya telah dilaksanakan pada Januari 2026.
“Potensi Kota Bekasi sangat luar biasa. Jika ditarik dari wilayah sekitarnya, ada 11 juta jiwa yang menjadi potensi pasar calon wirausaha,” kata Susi.
IBOS Expo 2026 diikuti 100 brand exhibitor yang menawarkan peluang bisnis dengan beragam skema, mulai dari franchise, kemitraan, distributor, keagenan, reseller, maklon, hingga affiliate.
“Selaras dengan gerakan ‘Ayo Berwirausaha’, kami terus mengajak masyarakat untuk optimistis dan mengambil peluang di tengah dinamika ekonomi saat ini,” tambahnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Kementerian Perdagangan. Direktur Bina Usaha Kementerian Perdagangan, Fransiska Simanjuntak, S.H., M.S.E., menegaskan bahwa IBOS Expo sejalan dengan program strategis kementerian untuk mendorong pelaku usaha lokal naik kelas.
“Kami sangat mendukung penyelenggaraan IBOS 2026. Kami ingin pelaku usaha berkembang, naik kelas, masuk ke dalam jejaring yang ada, dan memiliki pola kemitraan yang jelas,” kata Fransiska.
Ia juga menekankan pentingnya aspek legalitas dan penguatan sektor waralaba nasional bagi pelaku usaha pemula. “Melalui program waralaba nasional, perkembangan brand didukung oleh pola kemitraan yang memberikan kepastian hukum,” jelasnya.
Ketua Umum Asosiasi Brand Indonesia (ABI), Tri Raharjo, S.E., M.M., COR., CDM., CEO Trans N CO Indonesia, menambahkan bahwa kolaborasi ini bertujuan memberikan akses permodalan dan pilihan bisnis bagi berbagai lapisan masyarakat.
“Kami mendorong pertumbuhan brand Indonesia melalui tiga segmen. Pertama, franchise & partnership untuk bisnis yang sudah terbukti. Kedua, distributor, agen, dan reseller dengan nilai investasi lebih terjangkau. Ketiga, konsep maklon bagi masyarakat yang ingin membangun brand sendiri,” tutur Tri.
Selain pameran, IBOS Expo 2026 juga menghadirkan 30 sesi edukasi dengan menghadirkan 25 pembicara. Tujuannya untuk membekali pengunjung dengan pengetahuan agar siap menjadi wirausahawan yang tangguh dan berkelanjutan.
“Kami melakukan edukasi pasar agar masyarakat memahami bagaimana menjadi wirausaha yang baik. Diharapkan ilmu yang didapat dapat langsung dipraktikkan saat memulai usaha,” pungkas Tri.






