Perjuangan Pembentukan Kabupaten Buru Kaiely: Membangun Pilar Pembangunan Baru

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sorotnasional.com
M.S. Pelu GB

Kabupaten Buru, Maluku – Perjuangan untuk membentuk Kabupaten Buru Kaiely sebagai pilar pembangunan di Provinsi Maluku bukanlah hal baru. Wacana ini telah bergulir selama bertahun-tahun, dan kini kembali mengemuka dengan semangat yang lebih kuat.

Impian ini didasari oleh keyakinan bahwa pemekaran wilayah adalah langkah strategis untuk mempercepat laju pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang melimpah.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Forkoda Maluku, menunjukkan bahwa aspirasi ini berakar kuat dari keinginan tulus masyarakat.

Pembentukan kabupaten baru dipandang sebagai solusi efektif untuk mengatasi berbagai tantangan geografis dan demografis.

Selama ini, rentang kendali yang terlalu luas dan keterbatasan akses menjadi penghambat utama kemajuan. Dengan adanya pemekaran, tata kelola pemerintahan diharapkan menjadi lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Jarak yang lebih dekat antara pusat pemerintahan dan penduduk akan mempermudah koordinasi, mempercepat pengambilan keputusan, dan memastikan setiap program pembangunan dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok.

Baca Juga :  Pangdam VI/Mulawarman Tinjau Program Makanan Bergizi Gratis Dan Kesiapsiagaan Satuan Di Perbatasan RI-Malaysia

Dengan demikian, Kabupaten Buru Kaiely tidak hanya akan menjadi entitas administratif baru, tetapi juga sebuah pusat pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.

Namun, keberhasilan pemekaran ini sangat bergantung pada kesiapan daerah itu sendiri.

Keberadaan sumber daya manusia yang kompeten, kelayakan ekonomi, dan dukungan sosial-politik yang kuat menjadi kunci utama yang harus dipersiapkan dengan matang.

Tim pemekaran memiliki tugas berat untuk menyusun studi kelayakan dan berbagai dokumen pendukung.

Penting untuk memastikan bahwa kabupaten baru ini nantinya tidak menjadi beban bagi kabupaten induk karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak optimal.

Oleh karena itu, persiapan yang solid dan menyeluruh adalah fondasi utama yang akan menentukan berhasil atau tidaknya upaya ini.

Keberhasilan pemekaran ini juga akan membuka babak baru dalam pembangunan ekonomi lokal. Potensi perikanan, pertanian, dan pariwisata di wilayah ini masih belum tergarap secara maksimal.

Baca Juga :  Warga Pejuang Eks Timtim yang Terima Manfaat dari Reforma Agraria

Dengan otonomi baru, potensi-potensi tersebut dapat dikelola secara lebih mandiri dan berkelanjutan, sehingga menjadi tulang punggung perekonomian yang kuat.

Pembentukan Kabupaten Buru Kaiely bukan hanya sekadar menambah wilayah administratif, tetapi juga membuka peluang besar untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Maka, sudah saatnya seluruh elemen masyarakat bersatu padu, melanjutkan perjuangan yang telah dimulai oleh para pendahulu.

Soliditas dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan kaum muda, akan menjadi motor penggerak utama. Dukungan penuh terhadap tim pemekaran dan keterlibatan aktif dalam setiap tahapan adalah kunci kesuksesan.

Mari kita teruskan semangat ini, persiapkan segala sesuatunya dengan matang, karena keyakinan bahwa Kabupaten Buru Kaiely akan terwujud adalah motivasi terbesar untuk terus berjuang hingga tujuan mulia ini tercapai.

Berita Terkait

DPRD Kota Ternate Lakukan Kunjungan Kerja ke Pemerintahan Kota Bekasi Terkait Perda RTRW
Wamen Ossy Ingatkan Pemutakhiran Data Digital Merupakan Pekerjaan Rumah Bersama
Masyarakat Manfaatkan PELATARAN, Ambil Produk Hasil Roya Tak Perlu Tunggu Hari Kerja
Keterangan Resmi Pemerintah Kota Ambon Terkait Rakornas 2026
Sinergi Membangun Bangsa, Gubernur Maluku dan Forkopimda Hadiri Rakornas 2026 di Sentul
Transformasi Drastis Pasar Mardika: Bodewin Wattimena Berhasil Tumpas “Otak Preman Berdasi”
PWI Bekasi Raya Gelar Isra Mi’raj dan Santuni 50 Anak Yatim
Kedamaian di Balai Kota: Bodewin Wattimena Maafkan Aktivis, Ajak Warga Hentikan Polarisasi Ambon
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:52 WIB

DPRD Kota Ternate Lakukan Kunjungan Kerja ke Pemerintahan Kota Bekasi Terkait Perda RTRW

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:57 WIB

Wamen Ossy Ingatkan Pemutakhiran Data Digital Merupakan Pekerjaan Rumah Bersama

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:52 WIB

Masyarakat Manfaatkan PELATARAN, Ambil Produk Hasil Roya Tak Perlu Tunggu Hari Kerja

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:45 WIB

Keterangan Resmi Pemerintah Kota Ambon Terkait Rakornas 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 14:45 WIB

Sinergi Membangun Bangsa, Gubernur Maluku dan Forkopimda Hadiri Rakornas 2026 di Sentul

Berita Terbaru

Nasional

Lebih 1.000 Wartawan Tiba di Banten Sambut HPN 2026 Hari Ini

Jumat, 6 Feb 2026 - 18:26 WIB