Panglima TNI Resmikan Monumen Helikopter SA-330 Puma di Cibinong, Bogor

- Jurnalis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
H. Asmor

JAKARTA – (Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Monumen Helikopter SA-330 Puma sebagai wujud  Empat Kandang Roda, Jl. Raya Jakarta–Bogor, Nanggewer, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/7/2025).

Selama lebih dari 45 tahun, SA-330 Puma setia mengawal langit Indonesia dalam berbagai operasi militer, misi kemanusiaan, hingga penugasan khusus. Tak hanya berjasa di medan operasi, helikopter ini juga menyimpan jejak sejarah bagi masyarakat Bogor, salah satunya saat turut andil dalam pemasangan Tugu Kujang dan Monumen Bogor yang diresmikan pada 4 Mei 1982.

Baca Juga :  Sekjen Kementerian ATR/BPN: Revisi PP 20/2021 Jadikan Payung Hukum

Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi atas diresmikannya monumen ini sebagai bentuk penghormatan kepada alutsista yang telah mencatatkan sejarah pengabdian panjang. “Jadi memang ada tradisi tersendiri di Angkatan Udara, kalau misalnya seperti ini, ada penghormatan terakhir kepada alutsista yang digunakan,” ujar Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti di Pendopo Bupati dan pemotongan pita di lokasi monumen oleh Panglima TNI sebagai simbol pengakuan atas nilai historis dan pengabdian helikopter tersebut.

Helikopter SA-330 Puma resmi dipensiunkan dari dinas aktif pada 29 Desember 2023, seiring dengan proses modernisasi alutsista di tubuh TNI AU. Perannya kini dilanjutkan oleh helikopter generasi terbaru seperti NAS-332 Super Puma dan EC-725 Caracal yang lebih canggih dan sesuai dengan tuntutan operasi masa kini.

Baca Juga :  Entry Meeting Pemeriksaan BPK Terhadap Kementerian ATR/BPN, Menteri Nusron Komitmen Transparan, Akomodatif, Dan Terus Bebenah

Meski telah purna tugas, kehadiran SA-330 Puma dalam bentuk monumen diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Monumen ini tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga penumbuh semangat patriotisme dan kebanggaan atas dedikasi tanpa pamrih dalam menjaga langit Indonesia.

Berita Terkait

Menantang Racun Pikiran KKN: Ketika Harta Dipamerkan, Akal Sehat Dikuburkan, dan Kehormatan Dihancurkan
Gajah Mati Meninggalkan Gading:Jejak Kita, Cermin Bangsa dan Warisan Keturunan
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Korupsi Batu Bara, ASABRI, dan Krakatau Steel
Kala Brangkas Menelan Dapur Kita: Merenungkan Moralitas Bangsa Yang Bocor
PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru
Kementerian ATR/BPN Hadirkan Pengukuran Terjadwal, Beri Kepastian Waktu Layanan untuk Masyarakat
RUU Administrasi Pertanahan Jadi Instrumen Strategis untuk Memperkuat Sistem Pertanahan Nasional
Sedang Mengurus Urusan Pertanahan? Cari Tahu Biayanya di Sini
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:39 WIB

Menantang Racun Pikiran KKN: Ketika Harta Dipamerkan, Akal Sehat Dikuburkan, dan Kehormatan Dihancurkan

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:30 WIB

Gajah Mati Meninggalkan Gading:Jejak Kita, Cermin Bangsa dan Warisan Keturunan

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:18 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Korupsi Batu Bara, ASABRI, dan Krakatau Steel

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:53 WIB

Kala Brangkas Menelan Dapur Kita: Merenungkan Moralitas Bangsa Yang Bocor

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:06 WIB

PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru

Berita Terbaru