Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis Saat Layani Massa Aksi di Depan DPR RI

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorotnasional.com
Reporter

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Pusat memberikan pelayanan kepada sekitar 300 massa Komando Rakyat Jaga Persatuan (KRJP) yang menyampaikan aspirasi di depan Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026). Di tengah pelaksanaan pengamanan, personel turut membagikan makanan ringan dan air mineral kepada peserta aksi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, tugas kepolisian dalam mengawal penyampaian aspirasi tidak berhenti pada aspek keamanan, tetapi juga bagaimana membangun interaksi yang baik dengan masyarakat.

Baca Juga :  Perempuan Tangguh di Kementerian ATR/BPN, Dukung Pembangunan Tanpa Batas Gender

“Kami ingin ruang penyampaian aspirasi tetap terjaga tanpa kehilangan sisi kemanusiaan. Ketertiban dibangun bukan hanya melalui pengamanan, tetapi juga melalui komunikasi dan sikap saling menghormati,” ujar Kombes Reynold.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 633 personel untuk menjaga situasi tetap terkendali dan mengantisipasi perkembangan di sekitar kawasan DPR RI.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menilai pendekatan seperti ini penting untuk terus dibangun dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, kehadiran anggota di lapangan harus mampu menghadirkan rasa aman sekaligus menjaga hubungan yang konstruktif dengan masyarakat.

Baca Juga :  Oase Kemanusiaan di Tengah Ibu Kota: Mengenal Rumah Singgah Peduli Jakarta Selatan yang Dekat dan Bersahabat

“Polisi hadir bukan untuk berhadapan dengan masyarakat, tetapi untuk memastikan setiap kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Ketika komunikasi terjaga, kita dapat menjaga keamanan tanpa menciptakan jarak antara petugas dan masyarakat,” kata Kombes Budi.

Ia menambahkan, perbedaan aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati bersama. “Yang kita jaga adalah ruangnya: masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, ketertiban tetap terpelihara, dan kepentingan publik tetap terlindungi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Hari Kesepuluh Penanganan Gempa NTT, TNI Salurkan 825,585 Ton Bantuan
Askomlek Panglima TNI Tutup Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
Panglima TNI Beri Penghargaan Istimewa Atas Aksi Heroik Dua Prajurit TNI di Masjid Baiturrahman
Umpan Balik Penilaian Kompetensi, Proses Penentuan Arah Pengembangan Pegawai Kementerian ATR/BPN
Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat
Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah
Totalitas, TNI Kerahkan 4.477 Personel dan 27 Alutsista Bantu Korban Terdampak Gempa NTT
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:29 WIB

Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis Saat Layani Massa Aksi di Depan DPR RI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Hari Kesepuluh Penanganan Gempa NTT, TNI Salurkan 825,585 Ton Bantuan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Askomlek Panglima TNI Tutup Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Panglima TNI Beri Penghargaan Istimewa Atas Aksi Heroik Dua Prajurit TNI di Masjid Baiturrahman

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:31 WIB

Umpan Balik Penilaian Kompetensi, Proses Penentuan Arah Pengembangan Pegawai Kementerian ATR/BPN

Berita Terbaru