SorotNasional.com
Reporter
MUNA, Sultra – Suasana semarak terasa di Rumah Adat Museum Bharugano Wuna, Raha, Kabupaten Muna usai penyelenggaraan Lomba Seni dan Budaya Tradisional tingkat Kabupaten Muna. Ajang yang diikuti pelajar dan pemuda se-Kabupaten Muna itu ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para juara, Senin 24 Agustus 2026 pagi.
Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muna Hadi Wahyudi, S.Si.,M.E. Turut hadir mendampingi jajaran staf Bidang Kebudayaan Dinas Dikbud Kabupaten Muna, penggiat budaya serta puluhan warga yang memadati ruangan karompuha (Rapat) museum.
Hadi Wahyudi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta. Ia menegaskan lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya menjaga agar nilai-nilai tradisi Muna tidak tergerus zaman.
“Adik-adik, bapak ibu semua yang tampil pada lomba HUT RI ke-81 dan HUT Muna ke-67 adalah duta budaya Muna. Lewat tarian, musik, dan permainan tradisional, kita membuktikan bahwa budaya kita hidup dan terus diwariskan,” ujar Hadi Wahyudi usai menyerahkan piala.
Sebagai koordinator Master of Ceremony (MC), Wa Ode Sitti Azmiati memandu jalannya acara dengan apik. Dengan pembawaan yang luwes dan menguasai adat Muna, ia berhasil menjaga suasana tetap hikmat sekaligus meriah.
“Terima kasih kepada semua penampil yang sudah berjuang. Kemenangan hari ini bukan akhir, tapi awal untuk terus berlatih. Mari kita tepuk tangan paling meriah untuk semua peserta,” sapa Sitti Azmiati sebelum mengumumkan nama-nama juara.
Lomba yang dipertandingkan meliputi tari tradisional Muna, lagu daerah, pidato dan puisi bahasa Muna, hingga lomba permainan tradisional seperti kalego. Dewan juri mengaku kewalahan menentukan pemenang karena kualitas penampilan peserta tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Dengan ditutupnya penyerahan hadiah di Rumah Adat Museum Bharugano Wuna, Dinas Dikbud Muna menegaskan komitmennya untuk terus menghidupkan seni dan budaya. Harapannya, warisan Muna tidak hanya dikenang, tapi juga dibanggakan dan dipertunjukkan oleh generasi penerus.






