sorotnasional.com
M.S. Pelu GB
AMBON, MALUKU – Semangat kepahlawanan Martha Christina Tiahahu kini menjadi napas baru dalam kepemimpinan Maluku.
Dalam peringatan 208 tahun sang srikandi, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath menegaskan komitmen mereka untuk membawa Maluku keluar dari ketertinggalan dengan semangat juang yang sama.
Etos Perjuangan dalam Kepemimpinan
Saat dihubungi secara terpisah, Wakil Gubernur Abdullah Vanath menekankan bahwa hubungan kerja sama antara dirinya dan Gubernur didasari oleh identitas kolektif sebagai putra daerah yang ingin melihat tanah kelahirannya bangkit.
“Beta (saya) dengan Pak Gub ini sama-sama anak Maluku. Kami berdua saat ini sedang melanjutkan estafet perjuangan dari apa yang dulu telah dirintis oleh Christina Martha Tiahahu. Sejak menerima mandat dari pimpinan sebelumnya pada tahun 2025, kami terus berupaya memberikan upaya terbaik bagi negeri ini,” ujar Vanath dengan penuh keyakinan.
Menghargai Warisan, Menatap Masa Depan, Menanggapi hal tersebut, Gubernur Hendrik Lewerissa membenarkan sinergi kuat yang terjalin. Baginya, ingatan akan perjuangan Martha Christina bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bagian dari jati diri yang tumbuh sejak kecil.
“Benar itu yang dikatakan saudara beta, Pak Wagub. Kita berdua ini lahir dan besar di Maluku. Sejak masa kanak-kanak hingga kini, kita terus memperingati kejuangan Christina Martha Tiahahu melawan penjajah.
Kini, melalui amanah dan karunia yang kami dapatkan, kami mengapresiasi kejuangan beliau dengan bekerja nyata memajukan Maluku,” tegas Hendrik.
Harapan bagi Generasi Muda: “Reinkarnasi Perjuangan”
Menutup pernyataannya, Gubernur Hendrik Lewerissa memberikan apresiasi tinggi terhadap prestasi anak muda Maluku saat ini. Ia melihat gelombang inovasi dan prestasi pemuda sebagai bentuk modern dari perjuangan masa lalu.
“Saya sangat senang dengan prestasi orang muda Maluku saat ini yang semakin mampu melakukan inovasi dan berprestasi di berbagai bidang. Mari seluruh masyarakat, kita terus bersemangat membangun Maluku,” pesannya.
Ia berharap generasi muda dapat tumbuh sebagai “reinkarnasi” dari semangat Martha Christina Tiahahu dalam konteks pembangunan.
“Khususnya untuk generasi muda, jadilah penerus yang hebat. Dengan prestasi kalian, biarlah Almarhumah Martha Christina di pusaranya merasa haru dan bangga karena memiliki penerus yang melanjutkan kejuangan baik yang telah ia mulai,” pungkas Hendrik Lewerissa.










