SorotNasional.com
M.S Pelu GB
AMBON, Maluku — Duka dan penderitaan yang dialami warga terdampak konflik tidak pernah mengenal batas wilayah maupun latar belakang. Pasca-bentrokan yang melanda wilayah Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), ratusan warga harus kehilangan kedamaian tempat tinggal mereka dan bertahan hidup di lokasi pengungsian.
Di tengah bayang-bayang kepedihan tersebut, uluran tangan dan rasa empati hadir untuk menguatkan para korban yang paling rentan dan terdampak. Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menerjunkan tim kemanusiaan dari Dinas Sosial untuk menyalurkan bantuan bantuan logistik dan dukungan moral langsung ke titik pengungsian warga Patahuwe.
Langkah ini menegaskan bahwa dalam situasi krisis kemanusiaan, keselamatan dan kesejahteraan sesama adalah yang utama. Warga Patahuwe yang sedang berjuang menata kembali kehidupan mereka menyambut hangat kedatangan rombongan Pemkot Ambon.
Bagi para pengungsi, bantuan yang tiba tidak sekadar memenuhi kebutuhan fisik harian, tetapi juga memberikan pesan moral yang sangat mendalam: mereka tidak berjuang sendirian di tengah masa-masa sulit ini.
Wali Kota Ambon: Kemanusiaan Harus Berada di Atas Segala-galanya
Merespons aksi tanggap darurat tersebut, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyampaikan pernyataan tegas dan murni berlandaskan persaudaraan sesama anak bangsa. Beliau menekankan pentingnya gotong royong tanpa memandang latar belakang sosial maupun batas administratif wilayah.
“Duka yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Patahuwe adalah duka kita bersama. Ketika ada masyarakat yang menderita dan membutuhkan bantuan akibat konflik, rasa kemanusiaan harus berada di atas segala-galanya.
Kami di Pemerintah Kota Ambon hadir murni atas dasar tanggung jawab moral dan persaudaraan untuk membantu meredam penderitaan warga yang sedang mengungsi. Siapa pun mereka dan di mana pun mereka berada, selama mereka butuh uluran tangan, kita wajib hadir membantu,” ujar Bodewin Wattimena.
Harapan untuk Memulihkan Senyum Warga Terdampak
Proses pendistribusian bantuan melibatkan jajaran Dinas Sosial Kota Ambon yang turun langsung berinteraksi dan mendengarkan keluh kesah para pengungsi. Senyum serta tangis haru warga di kamp pengungsian menjadi pengingat bagi publik luas bahwa pihak-pihak yang paling dirugikan dan menderita dalam setiap konflik adalah warga sipil yang kehilangan kedamaian hidupnya.
Apresiasi mendalam disampaikan oleh tokoh dan warga Patahuwe atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Ambon. Kehadiran jajaran pemerintah di tengah lokasi pengungsian memberikan suntikan semangat baru bagi masyarakat untuk perlahan bangkit kembali dari trauma pasca-kejadian.
Melalui aksi nyata ini, diharapkan terbangun solidaritas yang lebih kuat antar-warga di Maluku, serta mendorong percepatan pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bentrokan.






