Sorot Nasional.com
Reporter
MUNA, Sultra – Heritage bersama National Archaeology (NALAR) memfasilitasi kunjungan dua wisatawan mancanegara asal Jepang, Furuya Yukiko dan Keigo Ojima, di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada Senin (27/7/2026).
Perjalanan edukatif ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya prasejarah sekaligus keindahan bentang alam kawasan karst Muna ke kancah internasional.
Rombongan mengawali penjelajahan dengan menyusuri kompleks gua prasejarah di Gua Liangkabori dan Gua Metanduno. Di lokasi ini, kedua wisatawan asing tersebut mengagumi ratusan situs lukisan dinding purba. Artefak visual tersebut menjadi bukti otentik aktivitas berburu, bertani, dan ritus spiritual suku Muna kuno yang bernilai arkeologis tinggi.
Eksplorasi berlanjut ke destinasi kedua di Danau Napabale. Furuya Yukiko dan Keigo Ojima mencoba langsung sensasi menembus terowongan karang alami sepanjang 30 meter menggunakan perahu tradisional. Terowongan laut ini merupakan jalur unik yang mengalirkan air pasang surut langsung ke dalam danau air asin tersebut.
Petualangan tiga lokasi wisata alam dan budaya ini ditutup di Puncak Wakila. Sembari menikmati panorama hijau Pulau Muna dari ketinggian perbukitan, kedua turis Jepang ini mencicipi aneka hidangan kuliner tradisional khas Muna, seperti kambose, katumbu, sayur bening, ikan bakar, sambal colo-colo, serta sup ikan parende yang segar.
Riski, pemandu wisata (tour guide) sekaligus anggota Sultra Heritage yang mendampingi perjalanan tersebut, menjelaskan bahwa kunjungan internasional ini membawa dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar. Kekayaan alam dan budaya lokal kini mulai dirasakan asas pemanfaatannya oleh komunitas setempat.
“Kegiatan seperti ini adalah harapan semua kalangan. Kekayaan alam dan budaya harus bermanfaat nyata untuk masyarakat bawah. Contohnya, pemilik mobil dan sopir travel lokal mendapat pendapatan sewa, jasa perahu keliling di Napabale laris, dan UMKM kuliner di Puncak Wakila mendapat penghasilan tambahan,” ujar Riski.
Sultra Heritage dan NALAR menegaskan bahwa ekosistem pariwisata berkelanjutan ini akan terus didorong. Melalui promosi sejarah dan pelibatan masyarakat, potensi daerah diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi utama Kabupaten Muna secara konsisten ke depan






