Bupati dan Gubernur Diminta Tindak Tegas Cukong Nakal di Gunung Botak

- Jurnalis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sorotnasional.com
M.S. Pelu GB

Buru, Maluku – Kepala Persekutuan Hukum Adat Regentschap Kayeli, Ibrahim Wael, menyerukan perhatian serius terhadap kondisi tambang emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku.

Ia menyayangkan adanya dugaan praktik divide et impera yang dilakukan oleh oknum pejabat dan pengusaha asing untuk memecah belah persatuan masyarakat adat. Menurutnya, hal ini tidak hanya merusak tatanan adat, tetapi juga mengancam keberlanjutan wilayah hukum adat Kayeli.

Ibrahim Wael mengungkapkan keprihatinannya bahwa praktik tambang ilegal ini telah menciptakan perpecahan di dalam masyarakat. Munculnya kelompok-kelompok baru yang mengklaim sebagai “raja” dengan wilayahnya sendiri, sementara ibu kota Regentschap Kayeli diabaikan, menjadi bukti nyata rusaknya struktur adat.

Padahal, seharusnya Regentschap Kayeli menjadi pusat administrasi awal untuk seluruh proses perizinan yang sah, memastikan bahwa hak-hak masyarakat adat dihormati.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Menyalurkan Bantuan Dana 200 Juta Korban Bencana Longsor Kabupaten Sukabumi

Secara tegas, Ibrahim menyoroti keanehan dalam proses administrasi perizinan. Meskipun lokasi tambang berada di Kecamatan Teluk Kayeli, Desa Kayeli, dan pertemuan masyarakat adat dilakukan di Regentschap Liliali, proses administrasi perizinan justru keluar melalui Kecamatan Waelata.

Ia juga menegaskan bahwa sebagai kepala pewaris, dirinya belum pernah memberikan persetujuan atau respons terhadap pengajuan izin tambang, meskipun ada anggota keluarganya yang terlibat dengan para pengusaha tambang.

Lebih dari itu, praktik yang tak bertanggung jawab ini membuat banyak investor yang sebenarnya berminat secara legal di Gunung Botak menjadi korban. Adanya janji-janji palsu dan penipuan oleh pihak-pihak nakal telah menciptakan kerawanan sosial di wilayah tersebut.

Situasi ini, kata Ibrahim, berpotensi memicu konflik dan ketidakstabilan, karena semakin banyak pihak yang datang dengan niat yang tidak baik, menjanjikan hal-hal yang menyesatkan.

Baca Juga :  BPN Kota Bekasi MoU dengan Pemkot Terkait Aset dan Penyelesaian Permasalahan Tanah

Menanggapi situasi ini, Ibrahim Wael sangat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas. Ia secara khusus meminta Bupati Buru, Ikram Umasugi, dan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa untuk bekerja sama menghentikan permainan para “cukong-cukong tambang nakal” di wilayahnya.

Menurutnya, tanpa intervensi pemerintah, situasi akan semakin tak terkendali dan mengancam kesejahteraan serta kedaulatan masyarakat adat Kayeli.

Pesan yang disampaikan Ibrahim Wael ini menjadi sebuah seruan mendesak bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat luas, untuk menyadari pentingnya melindungi hak-hak masyarakat adat dan wilayah mereka dari eksploitasi yang merusak.

Upaya untuk memecah belah persatuan, yang kini dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, harus segera dihentikan demi menjaga kelestarian adat dan keberlangsungan hidup masyarakat di Kabupaten Buru.

Berita Terkait

TNI Tangkap Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur di Yahukimo
PGR Kota Bekasi Perkuat Mesin Politik hingga Akar Rumput, Enam Ranting Bekasi Utara Terima SK
Wujud Nyata Kemanunggalan, Kodim 0808/Blitar Gelar Bakti Sosial Dan Baksoskes Serentak Sambut HUT Ke-81 TNI
Dinsos Kota Bekasi Salurkan Permakanan Tahun 2026 bagi Anak, Lansia dan Penyandang Disabilitas di Bekasi Timur
FPMM Maulid Akbar Nusantara Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H / 2026 M
Layanan Pengukuran Terjadwal Percepat Masyarakat Mendapatkan Peta Bidang Tanah
Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN
Menembus Batas Administrasi demi Kemanusiaan: Spirit Pela Gandong Pak Win untuk Patahuwe
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 18:35 WIB

TNI Tangkap Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur di Yahukimo

Minggu, 20 September 2026 - 18:21 WIB

PGR Kota Bekasi Perkuat Mesin Politik hingga Akar Rumput, Enam Ranting Bekasi Utara Terima SK

Minggu, 20 September 2026 - 12:57 WIB

Wujud Nyata Kemanunggalan, Kodim 0808/Blitar Gelar Bakti Sosial Dan Baksoskes Serentak Sambut HUT Ke-81 TNI

Minggu, 20 September 2026 - 08:07 WIB

Dinsos Kota Bekasi Salurkan Permakanan Tahun 2026 bagi Anak, Lansia dan Penyandang Disabilitas di Bekasi Timur

Jumat, 18 September 2026 - 13:26 WIB

Layanan Pengukuran Terjadwal Percepat Masyarakat Mendapatkan Peta Bidang Tanah

Berita Terbaru

Daerah

TNI Tangkap Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur di Yahukimo

Minggu, 20 Sep 2026 - 18:35 WIB