Jeritan Hati Rakyat dan Ujian Integritas Para Pemimpin Kita: Di Balik Ironi “Lebih Baik Dijajah Lagi”

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: H. M.S. Pelu, M.Pd. Pemerhati Sosial dan Budaya | Lembaga Kajian Sosial dan Budaya

Akhir-akhir ini, kita merasakan betul betapa beratnya beban hidup yang dihimpit lonjakan harga kebutuhan pokok dan berbagai pungutan. Ada rasa lelah dan kecewa yang mendalam di tengah masyarakat ketika hasil bumi yang melimpah belum sepenuhnya memakmurkan rakyat kecil, sementara sebagian penyelenggara negara terkesan kurang peka dan kehilangan rasa tanggung jawab terhadap kesulitan rakyatnya.

Puncak dari frustrasi sosial ini akhirnya melahirkan ungkapan ironis yang menyakitkan: “Lebih baik dijajah lagi.” Kita harus meluruskan bahwa ini bukanlah keinginan yang sesungguhnya, melainkan sebuah otokritik spontan dan luapan emosi terdalam dari rakyat yang merasa keadilan serta kesejahteraan kian menjauh dari jangkauan mereka.

Baca Juga :  Walikota Bekasi Hadiri Seleksi Persipasi Umum 2025/2026, Targetkan Kebangkitan Menuju Liga 2 Nasional

Tentu saja, penjajahan dalam bentuk apa pun tidak akan pernah menjadi solusi karena sejarah membuktikan ia hanya membawa penderitaan dan hilangnya kedaulatan. Jalan keluar dari krisis sosial ini bukanlah dengan menyerah pada keadaan, melainkan dengan memperkuat komitmen untuk memperbaiki sistem dan tata kelola pemerintahan dari dalam.

Kunci utamanya terletak pada reformasi perilaku, integritas para pemimpin, dan penegakan good governance yang nyata—bukan sekadar jargon politik. Pengelolaan keuangan dan sumber daya alam harus dilakukan secara transparan, adil, serta melahirkan kebijakan ekonomi yang terukur dan berpihak nyata pada kelangsungan hidup rakyat kecil.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath Kawal Percepatan Sertifikasi Tanah Ulayat di Kementerian ATR/BPN

Perubahan menuju tatanan yang adil dan makmur memang tidak terjadi dalam semalam. Namun, dengan kesadaran bersama, pengawasan publik yang aktif, serta perjuangan yang dilakukan secara damai dan berdaulat, kita pasti bisa mewujudkan Indonesia yang lebih baik tanpa harus kehilangan jati diri bangsa. Mari terus kawal kedaulatan ini!

Berita Terkait

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Membasuh Luka, Menyemai Asa: Dialektika Humanis Menuju Indonesia Emas 2045
Mengapa Tambahan Anggaran Polri 2027 adalah Investasi Keamanan Milik Kita Bersama
Jelang Penutupan MagangHub Batch III, Kemnaker Imbau Peserta, Mentor, dan Operator Lengkapi Tahapan Akhir
Bahas Rencana Kerja Tahun Anggaran 2027 dengan Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Usulkan Pagu Anggaran Rp10 Triliun
Kementerian ATR/BPN dan Kejaksaan Agung Perkuat Pengamanan Aset untuk Pulihkan Hak Korban dan Kerugian Negara
Urus Sendiri Tanpa Perantara, Masyarakat Rasakan Perubahan Layanan Pertanahan
Menteri Nusron Ingin Target PTSL Tahun 2027 Ditambah untuk Perluas Kepastian Hukum bagi Masyarakat
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 11:15 WIB

Jeritan Hati Rakyat dan Ujian Integritas Para Pemimpin Kita: Di Balik Ironi “Lebih Baik Dijajah Lagi”

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:08 WIB

Membasuh Luka, Menyemai Asa: Dialektika Humanis Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:00 WIB

Mengapa Tambahan Anggaran Polri 2027 adalah Investasi Keamanan Milik Kita Bersama

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:45 WIB

Jelang Penutupan MagangHub Batch III, Kemnaker Imbau Peserta, Mentor, dan Operator Lengkapi Tahapan Akhir

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:45 WIB

Bahas Rencana Kerja Tahun Anggaran 2027 dengan Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Usulkan Pagu Anggaran Rp10 Triliun

Berita Terbaru