Mengapa Tambahan Anggaran Polri 2027 adalah Investasi Keamanan Milik Kita Bersama

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Oleh: H. M.S. Pelu, M.Pd. (Pemerhati Sosial dan Budaya | Lembaga Kajian Sosial dan Budaya)

Institusi Polri hari ini berada di ruang yang unik, berdiri di antara Yin dan Yang—antara tuntutan hukum yang tegas dan harapan sosial yang lembut. Di satu sisi, publik mendambakan personel Polri hadir laksana “Pangeran Samber Nyawa” yang tanpa kompromi menyikat habis kejahatan. Di sisi lain, mereka dituntut ramah, patuh pada rakyat, sekaligus harus menjaga integritasnya bak bola kristal yang rawan retak oleh sentuhan godaan dan dinamika zaman.

Secara sosiologis, polisi bukanlah alien. Mereka adalah cucu, cicit, anak, menantu, tetangga, besan, bahkan teman sekolah kita sendiri. Oleh karena itu, ketika Korps Bhayangkara mengajukan usulan tambahan anggaran sebesar Rp66,1 triliun untuk Tahun Anggaran 2027, kita perlu membedahnya dengan jernih, bukan sekadar melihatnya sebagai deretan angka, melainkan sebagai kebutuhan riil untuk menjaga urat nadi keamanan publik.

Membaca Realitas di Balik Angka Rp66,1 Triliun
Pagu awal yang ditetapkan sebesar Rp118 triliun dinilai belum mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan operasional secara ideal. Pengajuan tambahan ini bertumpu pada alasan-alasan yang sangat logis dan terukur:

Baca Juga :  Ketua Komisi IV: Harga Gabah Anjlok di Jogja, Titiek Soeharto Semprot Bulog Harga Rp5500

Dampak Perpanjangan Usia Pensiun: Konsekuensi dari revisi undang-undang terkait batas usia pensiun bagi tamtama, bintara, hingga perwira membawa implikasi langsung. Masa dinas yang lebih panjang membutuhkan kepastian hak kepegawaian, gaji, dan tunjangan yang harus dipenuhi secara penuh dan tepat waktu.

Kesejahteraan Sebagai Benteng Integritas: Sebesar Rp4,5 triliun dari usulan tersebut dialokasikan khusus untuk belanja pegawai, termasuk penyesuaian remunerasi hingga 80 persen. Kesejahteraan yang layak adalah tameng harga diri tertinggi bagi personel agar tetap profesional dan kebal terhadap berbagai godaan di lapangan.

Fluktuasi Ekonomi global: Kenaikan harga BBM dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara nyata melambungkan biaya operasional—mulai dari patroli wilayah, pemeliharaan sarana prasarana, hingga pengadaan teknologi keamanan modern.

Perluasan Daya Jangkau Pelayanan: Rencana penerimaan anggota baru di tahun 2027 memerlukan kesiapan dana diklat dan perlengkapan awal yang matang. Tanpa anggaran yang memadai, target perluasan jangkauan pelayanan ke pelosok negeri akan pincang.

Baca Juga :  Resmikan Gedung Arsip Kantah Kabupaten Majalengka, Wamen Ossy Berpesan Untuk Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Tameng Harga Diri Menuju Indonesia Emas 2045
Dengan kebutuhan ideal yang dihitung secara cermat sebesar Rp184 triliun, Polri sebenarnya sedang menyusun personal branding baru: sebuah institusi yang siap, modern, dan mandiri. Anggaran ini bukanlah keinginan berlebih, melainkan kalkulasi matang agar fungsi perlindungan dan pengayoman masyarakat berjalan maksimal tanpa terhambat oleh keterbatasan dana.

Ketika negara mengabulkan pemenuhan anggaran ini, sejatinya manfaat terbesar akan kembali ke tangan masyarakat. Kita sedang berinvestasi pada rasa aman di lingkungan rumah kita, pada kepastian hukum usaha kita, dan pada masa depan anak-cucu kita.

Sudah sepatutnya pemerintah dan lembaga legislatif mengkaji usulan ini secara serius. Memperkuat anggaran Polri adalah langkah nyata untuk memastikan tameng pertahanan sosial kita tetap kokoh, profesional, dan siap mengawal bangsa ini melangkah tegak menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait

Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis Saat Layani Massa Aksi di Depan DPR RI
Hari Kesepuluh Penanganan Gempa NTT, TNI Salurkan 825,585 Ton Bantuan
Askomlek Panglima TNI Tutup Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
Panglima TNI Beri Penghargaan Istimewa Atas Aksi Heroik Dua Prajurit TNI di Masjid Baiturrahman
Umpan Balik Penilaian Kompetensi, Proses Penentuan Arah Pengembangan Pegawai Kementerian ATR/BPN
Transformasi Kementerian ATR/BPN, 10 Kantah Mulai Terapkan Sistem Organisasi Berbasis Wilayah untuk Percepat Pelayanan bagi Masyarakat
Pengukuran Terjadwal Beri Kepastian Waktu Layanan bagi Masyarakat di 446 Kantah
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:29 WIB

Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis Saat Layani Massa Aksi di Depan DPR RI

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Hari Kesepuluh Penanganan Gempa NTT, TNI Salurkan 825,585 Ton Bantuan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Askomlek Panglima TNI Tutup Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Panglima TNI Beri Penghargaan Istimewa Atas Aksi Heroik Dua Prajurit TNI di Masjid Baiturrahman

Berita Terbaru