LP4PB Beri “Kado Akhir Tahun” Apresiasi dan Catatan Kritis untuk Kejari Buru

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sorotnasional.com
M.S. Pelu GB

NAMLEA, MALUKU – Lembaga Pelayanan Publik dan Pengawasan Pembangunan Pulau Buru (LP4PB) memberikan “Kado Akhir Tahun” berupa pernyataan sikap resmi terhadap kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru sepanjang tahun 2025.

Dalam rilis resminya, LP4PB memberikan apresiasi tinggi atas capaian penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Berdasarkan data per 9 Desember 2025, Kejari Buru tercatat menangani delapan perkara korupsi; empat di antaranya telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), tiga dalam proses persidangan, dan satu dalam tahap penyidikan.

Penyelamatan Keuangan Negara Capai Rp10 Miliar
Ketua LP4PB, Dr. Djunaidi Raupele, M.Si., menyoroti keberhasilan Kejari Buru dalam memulihkan kerugian negara yang menembus angka Rp10 miliar melalui penyitaan aset dan pengembalian oleh terpidana.

“Langkah Kejari Buru adalah wujud nyata komitmen dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Ini menjadi angin segar bagi masyarakat di Kabupaten Buru maupun Buru Selatan yang mendambakan pemerintahan bebas dari KKN,” ujar Djunaidi.

Baca Juga :  MRC No One Knows Dari Rakit Bambu ke Gelaralam, Berlabuh di Bunga Ayu

Menurutnya, pemerintahan yang bersih akan berdampak langsung pada percepatan infrastruktur, kualitas layanan kesehatan, serta iklim investasi yang sehat di Pulau Buru.

Catatan Kritis: Transparansi Backlog dan Kasus Tugas Belajar Dokter
Meski memberikan apresiasi, LP4PB tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dengan memberikan beberapa catatan kritis. Ada dua poin utama yang menjadi sorotan lembaga ini:

Transparansi Backlog Perkara: LP4PB mendesak Kejari Buru untuk membuka data mengenai perkara yang masih mengendap agar publik dapat menilai performa institusi secara objektif dan memastikan tidak ada kasus yang mandek tanpa kejelasan hukum.

Baca Juga :  Sinergitas 3 Pilar Laksanakan Pemantauan Genangan Air di Wilayah Kelurahan Mustikajaya

Kasus Tugas Belajar Dokter Spesialis: LP4PB mempertanyakan laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan Bantuan Tugas Belajar Dokter Spesialis yang dinilai belum mendapat respons jelas meski sudah mengendap selama beberapa tahun.

Desakan untuk Keterbukaan Informasi
LP4PB berharap Kejari Buru dapat menjalin komunikasi yang lebih intens dan terbuka dengan masyarakat sipil. Penegakan hukum yang transparan dinilai sebagai fondasi utama bagi kemajuan daerah.

Pemberantasan korupsi bukan sekadar penindakan, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan generasi Buru di masa depan. Keterbukaan informasi terkait kasus-kasus di sektor pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan harus menjadi prioritas.

“Penegakan hukum yang transparan, profesional, dan terbuka merupakan fondasi utama bagi terwujudnya Pulau Buru yang bersih, berintegritas, dan berkeadilan,” pungkasnya.

Berita Terkait

RSUD CAM Kota Bekasi Masuk 10 Besar Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026
Pemdes Lambiku Gelar Sosialisasi Pengalihan Ketahanan Pangan dan RDKK Pupuk Subsidi, Kades Tekankan Kelompok Tani Aktif
Ops Antik Krakatau 2026, Polda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba dan Sita 85,9 Kilogram Sabu
Merasa Diasingkan dan Minim Akses Agenda Wali Kota, Pokja Wartawan Bekasi Cecar Kabag Prokopim
Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangan Prasarana Lebih Optimal
Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat
Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja
Keputusan Adat Petuanan Kaiely: Menjaga Warisan Leluhur, Merawat Damai Dataran Tinggi dan Rendah
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:53 WIB

RSUD CAM Kota Bekasi Masuk 10 Besar Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026

Selasa, 29 September 2026 - 17:37 WIB

Pemdes Lambiku Gelar Sosialisasi Pengalihan Ketahanan Pangan dan RDKK Pupuk Subsidi, Kades Tekankan Kelompok Tani Aktif

Selasa, 29 September 2026 - 07:18 WIB

Ops Antik Krakatau 2026, Polda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba dan Sita 85,9 Kilogram Sabu

Senin, 28 September 2026 - 10:04 WIB

Merasa Diasingkan dan Minim Akses Agenda Wali Kota, Pokja Wartawan Bekasi Cecar Kabag Prokopim

Senin, 28 September 2026 - 08:54 WIB

Legalitas Tanah Jadi Pijakan, Lembaga Pendidikan Keagamaan di Pohuwato Kini Bisa Kembangan Prasarana Lebih Optimal

Berita Terbaru