139 Miliar Dana Investasi Kesehatan

- Jurnalis

Sabtu, 19 Juli 2025 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
M.S. Pelu GB

Buru, Maluku – Sebuah tonggak sejarah baru peletakkan batu pertama pembangunan RSUD Kabupaten Buru, rumah sakit megah dan modern sudah dilaksanakan Kamis, 17 Juli 2025 di Desa Lala Kecamatan Namlea di hadiri Menteri Kesehatan RI dan Gubernur Maluku.

Hadirnya Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Bupati Buru sekinerja menjadi deklarasi revolusi layanan kesehatan.

Dalam suara yang mengguncang mimbar, Bupati Buru, Ikram Umasugi menyuarakan jeritan rakyatnya “berapa banyak nyawa yang harus dikorbankan karena sistem yang lumpuh”.

“Berapa Ibu-ibu yang melahirkan dalam gelapnya fasilitas, berapa banyak anak-anak harus meregang nyawa hanya karena tak sempat disentuh tangan medis”.

“Ini bukan keterbatasan, ini kelalaian yang dibungkus birokrasi, ini bukan hanya kritik, ini perlawanan yang frontal terhadap mentalitas atas pelayanan kesehatan yang selama ini membiarkan rakyat terlantar di lorong-lorong RS”.

“Dengan investasi Rp 139 M RSUD bukan sekedar bangunan tiga lantai, ini merupakan simbol harapan baru bahwa negara hadir bukan di atas meja rapat, tapi di tengah jerit air mata rakyatnya”.

Baca Juga :  AHY, Hadir di Kota Bekasi Menyoroti Pentingnya Pembenahan Tata Ruang

“Ini bukan batu pertama pembangunan, ini batu revolusi kritis untuk sistem lama yang membusuk dan ini pula batu pondasi bagi masa depan yang penuh martabat keberpihakan”.

Taufik Rupelu sebagai orang Kabupaten Buru yang saat ini berkediaman Jakarta ketika diminta komentarnya Via Whats App tentang kebijakan Bupati Buru yang menganggarkan 139 Miliar untuk revolusi kesehatan di Buru mengatakan’,

“Luar biasa kebijakan ini, kalau su bagini orang miskin sudah boleh sakit”, ketika ditanya mengapa Bung Taufik mengatakan begitu, beliau menjawab’ “karena biasanya katong dengar orang selalu mengatakan orang miskin dilarang sakit, bahasa ini sudah sangat populer di Indonesia, berarti su tau jawabannya toh kalo orang miskin sakit siooo”.

Ibu Uri yang bersuamikan orang Namlea berkediaman di Jakarta ketika diwawancarai via What Sappnya’ bagaimana pendapat Ibu tentang berita pembangunan RSUD tersebut, jawabnya’ “dari dulu suami saya mengajak untuk tinggal di Buru saja, saya sangat senang karena alamnya bagus, tetapi yang saya khawatirkan adalah masalah pelayanan kesehatan”.

Baca Juga :  Kadis Perkimtan Kota Bekasi Widayat Subroto Dorong Sinergi dan Inovasi dalam Penanganan PSU

“Dulu saya pernah ikut suami datang ke Namlea, saat itu saya diajak suami jalan-jalan keliling Kota Namlea dan singgah di RSUD Namlea melihat fasilitas RS hanya seperti itu, saat beberapa tahun lalu saya dan anak-ank ikut berlibur ke Pulau Buru”.

“Dalam hati saya ketika ada pasien harus dirujuk ke RS besar lainnya untuk mendapat fasilitas yang lebih memadai pasti harus melalui perjalanan yang cukup panjang ke luar pulau”.

“Dengan adanya berita sudah dilakukan pembangunan Ruamah Sakit Modern di Namlea saya senang mendengarnya, jadi kedepan kalau suami ajak saya untuk tinggal di Buru siapa takut’, kan saat ini sudah dibangun rumah sakit modern”, pungkasnya.

 

Berita Terkait

Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor
Wakil Wali Kota Bekasi Dampingi Menko Pangan Sosialisasikan Program MBG dan Tinjau Pasar Murah
Wakil Wali Kota Bekasi Resmikan Layanan Kedokteran Nuklir, Dorong Akses Diagnostik Kanker Lebih Modern
Pemeriksaan Keimigrasian Terhadap 78 WNA Diduga Langgar Izin Tinggal Bekerja Tanpa Visa/Izin Tinggal Sesuai
Ironis, Permintaan Sekretariat Bersama ASN PPPK Sebagai Bagian Dukungan _Sharing_ Wajib Daerah, Aduan Melalui Ketua DPRD Kab. Muna Terkesan “Dingin”
Setiap ASN Adalah Humas, CPNS ATR/BPN Perlu Menjadi Penghubung Informasi yang Dipahami Masyarakat
Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal
Ruko Berstatus HGB Bisa Jadi Hak Milik, Simak Syarat dan Ketentuannya
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:05 WIB

Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

Kamis, 16 April 2026 - 16:12 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Dampingi Menko Pangan Sosialisasikan Program MBG dan Tinjau Pasar Murah

Kamis, 16 April 2026 - 16:04 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Resmikan Layanan Kedokteran Nuklir, Dorong Akses Diagnostik Kanker Lebih Modern

Kamis, 16 April 2026 - 15:39 WIB

Pemeriksaan Keimigrasian Terhadap 78 WNA Diduga Langgar Izin Tinggal Bekerja Tanpa Visa/Izin Tinggal Sesuai

Rabu, 15 April 2026 - 16:52 WIB

Ironis, Permintaan Sekretariat Bersama ASN PPPK Sebagai Bagian Dukungan _Sharing_ Wajib Daerah, Aduan Melalui Ketua DPRD Kab. Muna Terkesan “Dingin”

Berita Terbaru

Jakarta

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:51 WIB