sorotnnasional.com
M.S Pelu GB
Ambon, Maluku – Di bawah langit Kota Ambon yang teduh, tepat di Halaman Markas Polresta Pulau Ambon dan PP Lease, sebuah simfoni persatuan baru saja berkumandang.
Bukan melalui alat musik, melainkan lewat derap langkah dan tatapan mata penuh tekad ribuan personel dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Salawaku 2026.
Dipimpin langsung oleh Penjabat Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena—atau yang akrab disapa Pak Win—momen ini bukan sekadar seremonii militer, melainkan deklarasi cinta untuk bumi Manise menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Melampaui Tugas, Membalut Kemanusiaan
Suasana khidmat di pelataran Polresta itu berubah menjadi hangat saat Pak Win melangkah menyisir barisan.
Sebagai figur “Bapak” bagi warga Ambon, sorot matanya tak menyiratkan jarak. Beliau menyapa para prajurit dan relawan dengan senyum tulus, menegaskan bahwa pengamanan ini adalah misi kemanusiaan yang suci.
“Kebahagiaan saya membuncah melihat apel ini disambut dengan jiwa yang menyatu. Semangat yang hadir di sini, di markas Polresta ini, bukan hanya tentang pengamanan fisik, tapi tentang rasa kasih sayang antar sesama warga kota,” ujar Pak Win dengan nada bergetar penuh haru.
Pelangi Toleransi di Tanah Ambon
Pemandangan itu adalah potret nyata Ambon yang inklusif. Tak hanya baret cokelat dan hijau, tampak pula seragam biru Dishub, praja Satpol PP, hingga kacu pramuka yang melingkar di leher para pelajar.
Mereka berdiri bersisian, melintasi sekat keyakinan dan usia, bersatu demi satu tujuan: memastikan saudara Muslim mereka dapat merayakan hari kemenangan dengan tenang.
Keajaiban kecil tertangkap saat seorang anggota Pramuka muda menatap barisan dengan bangga. Meski baru pertama kali terlibat dalam pengamanan di lingkup Polresta, semangatnya menyala.
“Ini tentang kebanggaan bisa menjaga kota tercinta. Saya ingin semua orang merayakan Idul Fitri dengan damai,” ungkapnya singkat.
“Ambon Par Samua”: Sebuah Komitmen Tanpa Syarat
Pak Win mengapresiasi kesiapan kolaboratif antara TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat. Beliau menekankan bahwa kekuatan terbesar Ambon bukan terletak pada senjata, melainkan pada gotong royong.
Pesan Kemanusiaan Pak Win:
Petugas adalah Pelayan: Masyarakat diminta tak ragu meminta bantuan petugas di lapangan; mereka adalah pelindung yang siap sedia.
Kemenangan Bersama: Idul Fitri adalah momen kemenangan seluruh warga dalam menjaga kerukunan.
Slogan Pengikat:
“Beta Par Ambon, Ambon Par Samua” (Saya untuk Ambon, Ambon untuk Semua).
Harapan yang Mengangkasa
Apel yang berlangsung di Polresta Ambon ini ditutup dengan doa dan keyakinan kuat bahwa arus mudik dan balik tahun 2026 akan menjadi catatan sejarah tentang harmoni.
Ambon telah membuktikan bahwa di balik seragam dan protokol, ada detak jantung persaudaraan yang tak akan pernah padam.









