Saling Serang Opini Raja Muna: Klaim Rabiali Dimentahkan Total oleh Cucu Omputo Aro Wuna

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SorotNasional.com
Reporter

MUNA, Sultra – Ketegangan di ruang publik mengenai legitimasi takhta Kerajaan Muna kian memanas. Pernyataan Rabiali yang meragukan keabsahan Raja Muna langsung memicu perlawanan sengit dari Dewan Sara Wuna, tokoh masyarakat, hingga keturunan langsung garis darah raja yang menuntut bukti kapasitas keilmuan dan kulturalnya.

Pernyataan Rabiali tersebut langsung dipatahkan secara telak oleh La Ode Aidir Rere, cucu kandung Raja Muna Omputo Aro Wuna La Ode Rere. Aidir menilai Rabiali telah melompat pagar dan mencampuri urusan adat yang sama sekali bukan domainnya.

“Rabiali tidak punya hak berbicara terkait Raja Muna! Kalau dia ingin mengurus tentang kerajaan atau mau terlibat dalam pengangkatan raja, dia harus tahu diri dan beralih dulu dari golongan kaomu ke golongan walaka,” serang La Ode Aidir Rere dengan nada tinggi.

Baca Juga :  Suara Timur untuk Keadilan Fiskal, Perjuangan Gubernur Maluku Utara Srikandi dari Timur Indonesia

Aidir menambahkan, beralih golongan pun tidak serta-merta memberi Rabiali panggung. Ia wajib masuk dalam struktur resmi Dewan Sara Wuna karena pengangkatan raja adalah hak veto (feto) lembaga, bukan ruang opini liar perorangan.

“Saya menegaskan kembali kepada Rabiali, jangan menjual opini murah di publik!” cetus Aidir secara terbuka.

Guna meruntuhkan argumen Rabiali, Aidir Rere membeberkan bukti historis dan yuridis adat yang menyatakan bahwa status La Ode Riago sebagai Raja Muna saat ini adalah sah, final, dan tidak dapat diganggu gugat. Legitimasi ini didasarkan pada ritual pelantikan sakral di Kotano Wuna pada 2-3 Juni 2024.

Keabsahan pelantikan tersebut bahkan dikunci oleh kesaksian langsung dua pilar keturunan utama: La Ode Aidir Rere sendiri dan Tomi Rasyid, cucu Raja Muna Omputo Komasigino La Ode Dika.

Di sisi lain, kubu penentang Rabiali menantang balik pria tersebut untuk menunjukkan “surat sakti” jika ingin suaranya didengar oleh masyarakat Muna.

Baca Juga :  Wamen Ossy Ingatkan Pemutakhiran Data Digital Merupakan Pekerjaan Rumah Bersama

“Kalau bicara soal raja, harus jelas dulu kapasitasnya. Mewakili siapa? Ditunjuk oleh siapa? Ada surat mandat atau keputusan musyawarah adat atau tidak? Itu yang sekarang kami pertanyakan,” cecar budayawan muda Muna, Aras, menantang transparansi Rabiali.

Konfrontasi ini kian menyudutkan posisi Rabiali karena secara historis, tata krama adat Muna sangat ketat. Sejak Belanda membubarkan Kerajaan Muna pada tahun 1930, otoritas tertinggi dialihkan penuh kepada “Sarano Wuna”.

Masyarakat adat menilai argumen Rabiali cacat tiga indikator utama: tidak memiliki kapasitas keilmuan sejarah, cacat kapasitas kelembagaan, dan nihil kapasitas kultural. Tanpa modal tersebut, manuver Rabiali di media dinilai murni sebagai manuver pribadi yang berpotensi memecah belah ketenteraman sosiologis masyarakat Kabupaten Muna.

Berita Terkait

Walikota Bekasi Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Pesta Wirausaha Bekasi 2026
Perubahan Lokasi PTSL 2026 Picu Gejolak, GPN 08 Desak BPN Bekasi Buat Roadmap Presisi
Tri Katakan Displin Bukan Hanya Diukur dari Absensi Saja
Walikota Bekasi Optimis Kampung KB Kenanga RW 08 Binjay Bawa Harum Nama Kota Bekasi
Rehab Jembatan TMMD Ke-129 Capai 55 Persen, Satgas TMMD Percepat Konektivitas dan Akses Masyarakat Kampung Sesor
Wali Kota Bekasi Apresiasi Gerakan 1.000 Lubang Biopori di Perumahan Taman Persada Raya
Rehab Jembatan Capai 50 persen, Satgas TMMD ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan Percepat Akses, tingkatkan kesejahteraan Warga
Liangkabori, Napabale, Wakila Bikin Turis Jepang Terpukau di Muna
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:06 WIB

Saling Serang Opini Raja Muna: Klaim Rabiali Dimentahkan Total oleh Cucu Omputo Aro Wuna

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:18 WIB

Walikota Bekasi Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Pesta Wirausaha Bekasi 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:41 WIB

Perubahan Lokasi PTSL 2026 Picu Gejolak, GPN 08 Desak BPN Bekasi Buat Roadmap Presisi

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:27 WIB

Tri Katakan Displin Bukan Hanya Diukur dari Absensi Saja

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:20 WIB

Walikota Bekasi Optimis Kampung KB Kenanga RW 08 Binjay Bawa Harum Nama Kota Bekasi

Berita Terbaru

Jakarta

Wakil Panglima TNI Tutup Dikreg LV Sesko TNI TA. 2026

Kamis, 30 Jul 2026 - 20:58 WIB