Pertanian: Cegah Krisis Beras dan Jaga Stabilitas Harga Pangan

- Jurnalis

Sabtu, 12 April 2025 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
Asmor

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta seluruh jajaran di sektor pertanian yang dinilainya berhasil menjaga ketahanan pangan nasional dan mencegah potensi krisis beras yang sempat diprediksi terjadi di awal tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam dialog bersama jurnalis senior bertajuk Presiden Prabowo Menjawab yang berlangsung di Jakarta, Rabu (8/4/2025).

Ia menyebut bahwa selama 150 hari pertama pemerintahannya, tim pertanian telah menunjukkan kinerja luar biasa dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, khususnya selama bulan Ramadhan dan Idulfitri.

“Saya berterima kasih memiliki tim di bidang pertanian yang cukup bagus. Menteri Pertanian-nya, Wakil Menteri Pertanian-nya, dan timnya. Alhamdulillah, prediksi krisis beras awal 2025 bisa kita hindari. Padahal, beberapa negara tetangga sedang mengalami kesulitan beras,” ungkap Presiden Prabowo.

Presiden menyampaikan rasa bahagianya karena harga-harga bahan pokok, seperti beras dan daging, relatif stabil selama periode penting tersebut. Ia juga menekankan pentingnya kerja kolektif dan semangat dari jajaran kabinet yang terus berupaya memberikan solusi konkret bagi permasalahan pangan.

Baca Juga :  Wamen Ossy Sampaikan Komitmen Kementerian ATR/BPN dalam Penyelesaian Isu Pagar Laut

“Saya sangat terkesan karena harga sembako terkendali. Ini hasil kerja tim yang saya bentuk, para menteri yang punya semangat berprestasi, saling mengisi, dan bekerja maksimal,” tambahnya.

Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa ia memantau langsung situasi pangan nasional, termasuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan dan aktif berkomunikasi dengan Menteri dan Wakil Menteri Pertanian, bahkan di malam hari.

“Hampir setiap malam saya telepon Pak Menteri atau Wamen, mau jam 11 atau jam 12 malam. Saya tanya harga daging, harga gabah kering panen berapa. Saya senang karena ada pos komando yang memantau seluruh daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa salah satu fondasi utama pembangunan ekonomi Indonesia adalah swasembada di tiga sektor strategis: pangan, energi, dan air (food, energy, water/FEW). Prinsip ini, menurutnya, juga sejalan dengan fokus pembangunan global yang diusung oleh PBB dan para perencana dunia.

“Sejak lama saya yakini bahwa kemakmuran negara bergantung pada ketahanan pangan. Negara-negara maju, sukses karena pertanian mereka kuat. Itulah yang ingin saya wujudkan sejak dilantik menjadi Presiden,” tegasnya.

Baca Juga :  Kementerian ATR/BPN Tangani Pembatalan Sejumlah Sertipikat Konflik Pagar Laut, Kepala Biro Humas: Hasil Terang Benderang Tidak Menyisakan Permasalahan Hukum

Sebagai bentuk konkret komitmen tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram melalui Perum Bulog. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mengatasi praktik pembelian gabah dengan harga rendah oleh penggilingan padi.

Perum Bulog mencatat, hingga saat ini, telah menyerap lebih dari 800 ribu ton setara beras, yang merupakan capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir. Penyerapan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas cadangan pangan nasional.

Presiden Prabowo menutup pernyataannya dengan harapan bahwa dalam satu tahun ke depan, sektor pertanian Indonesia akan semakin kuat dan mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan rakyat.

“Kita harus mengefisienkan lahan pertanian, mempermudah petani dalam produksi, dan memastikan penghasilan mereka meningkat. Kita ingin petani kita makmur dan pertanian jadi pekerjaan yang membanggakan,” pungkas Presiden.

Berita Terkait

Sinergi Pemkot Ambon dan Kemenkes RI: Fokus Pembangunan RSUD dan Penanganan TBC
Firdaus Ketum SMSI: Anggota Kami Seperti Dibom dengan Adanya Verifikasi Dewan Pers
Panglima TNI Hadiri Silaturahmi Presiden Prabowo dengan Kiai dan Tokoh Organisasi Islam
Sekda Kota Bekasi Siap Wujudkan ASN Berintegritas, Adaptif, dan Profesional
Kasum TNI Buka Rapat Koordinasi Personel TA 2026
Fokus Penanganan Darurat Sampah, Sekda Kota Bekasi Arahkan Akselerasi Penyelesaian Sampah di Kota Bekasi
Menteri Nusron Minta RTRW Provinsi Jadi Acuan Penyusunan RTRW Kabupaten/Kota
PELATARAN Tetap Berjalan di Bulan Ramadan, Masyarakat Bisa Urus Sertipikat Tanah di Akhir Pekan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 16:54 WIB

Sinergi Pemkot Ambon dan Kemenkes RI: Fokus Pembangunan RSUD dan Penanganan TBC

Senin, 9 Maret 2026 - 14:35 WIB

Firdaus Ketum SMSI: Anggota Kami Seperti Dibom dengan Adanya Verifikasi Dewan Pers

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:59 WIB

Panglima TNI Hadiri Silaturahmi Presiden Prabowo dengan Kiai dan Tokoh Organisasi Islam

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:42 WIB

Sekda Kota Bekasi Siap Wujudkan ASN Berintegritas, Adaptif, dan Profesional

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:01 WIB

Kasum TNI Buka Rapat Koordinasi Personel TA 2026

Berita Terbaru