Pagelaran Kethoprak Retno Kencana: Perpaduan Seni, Budaya, dan Kemanusiaan

- Jurnalis

Jumat, 6 Desember 2024 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com

Asmor

JAKARTA – Pagelaran seni tradisional Retno Kencana sukses digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Rabu (4/12/2024). Acara ini memadukan misi pelestarian budaya dengan aksi sosial, sekaligus mengangkat kisah heroik Ratu Kalinyamat, tokoh perempuan pemberani yang baru saja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas perjuangannya melawan penjajah Portugis.

Pagelaran ini merupakan hasil kolaborasi antara Kebaya Foundation, Laskar Indonesia Pusaka, dan Jaya Suprana School of Performing Arts. Ketua Kebaya Foundation, Tuti Roosdiono, menggagas ide acara ini sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus mendukung kegiatan kemanusiaan.

Donasi untuk Yayasan Rawinala
Sebelum pementasan dimulai, donasi sebesar Rp500 juta diserahkan kepada Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala. Yayasan ini melayani anak-anak penyandang tuna ganda netra, yang memiliki keterbatasan penglihatan dan disabilitas lainnya.

Baca Juga :  Penyelesaian Berkas Layanan Pertanahan, Wamen Ossy Tegaskan Target Progresif di Akhir Maret 2026

“Pagelaran ini adalah bukti nyata bahwa seni bukan hanya hiburan, tetapi juga media untuk membantu sesama dan melestarikan warisan budaya,” ujar Tuti Roosdiono dalam sambutannya.

Penampilan Penuh Pesona
Disutradarai oleh Teguh Kenthus Ampiranto, Retno Kencana menampilkan kisah Ratu Kalinyamat yang penuh nilai heroisme dan kebijaksanaan. Peran utama dimainkan oleh Dewi Bambang Soesatyo, yang memukau penonton dengan penampilan emosional dan karismanya.

Pementasan ini juga dimeriahkan oleh Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono sebagai Pemanahan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Saudagar Ngadimin, Inayah Wahid, Vero Yudo Margono, dan pelawak Kirun serta Marwoto. Kolaborasi para seniman dan tokoh ini memberikan nuansa segar sekaligus menghidupkan cerita.

Pesan Budaya dan Moral
Pagelaran Retno Kencana membawa misi melestarikan seni tradisional ketoprak, yang sarat dengan nilai budaya, sejarah, dan pesan moral. Acara ini juga menjadi wadah bagi para seniman untuk terus berkarya dan menyampaikan cerita-cerita bermakna kepada masyarakat.

Baca Juga :  Jelang Sertijab, Danlanud Sultan Hasanuddin Pamitan Dengan Jajaran Forkopimda Maros Dan Otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

“Ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang menghargai warisan budaya kita dan mempelajari keberanian dari tokoh sejarah seperti Ratu Kalinyamat,” ujar salah seorang penonton yang hadir.

Antusiasme Penonton
Acara ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat yang memadati Teater Besar TIM. Penonton terpesona dengan alur cerita yang kuat, perpaduan musik tradisional, serta pesan-pesan yang relevan dengan kehidupan masa kini.

Dengan keberhasilan pagelaran ini, Retno Kencana menjadi bukti bahwa seni tradisional ketoprak masih relevan dan mampu menyampaikan pesan yang mendalam kepada berbagai kalangan. Selain melestarikan budaya, acara ini juga memberikan dampak nyata bagi kegiatan sosial, memperkuat hubungan seni dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Berita Terkait

Menantang Racun Pikiran KKN: Ketika Harta Dipamerkan, Akal Sehat Dikuburkan, dan Kehormatan Dihancurkan
Gajah Mati Meninggalkan Gading:Jejak Kita, Cermin Bangsa dan Warisan Keturunan
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Korupsi Batu Bara, ASABRI, dan Krakatau Steel
Kala Brangkas Menelan Dapur Kita: Merenungkan Moralitas Bangsa Yang Bocor
PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru
Kementerian ATR/BPN Hadirkan Pengukuran Terjadwal, Beri Kepastian Waktu Layanan untuk Masyarakat
RUU Administrasi Pertanahan Jadi Instrumen Strategis untuk Memperkuat Sistem Pertanahan Nasional
Sedang Mengurus Urusan Pertanahan? Cari Tahu Biayanya di Sini
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:39 WIB

Menantang Racun Pikiran KKN: Ketika Harta Dipamerkan, Akal Sehat Dikuburkan, dan Kehormatan Dihancurkan

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:30 WIB

Gajah Mati Meninggalkan Gading:Jejak Kita, Cermin Bangsa dan Warisan Keturunan

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:18 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Korupsi Batu Bara, ASABRI, dan Krakatau Steel

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:53 WIB

Kala Brangkas Menelan Dapur Kita: Merenungkan Moralitas Bangsa Yang Bocor

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:06 WIB

PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru

Berita Terbaru