Mengolah ‘Harta Karun’ Rempah di Tanah Sendiri: CV Kabong Minyak Pala Maluku Resmi Beroperasi di Wayame

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
M.S Pelu GB

AMBON, Maluku – Maluku sejak ratusan tahun lalu telah dikenal dunia sebagai bumi pertiwi penghasil rempah-rempah bernilai tinggi. Kepulauan ini pernah menjadi pusat perebutan bangsa-bangsa besar demi menguasai komoditas emas hijau seperti pala dan cengkih. Kendati demikian, sebuah persoalan mendasar kerap menyeruak di tengah masyarakat: mengapa daerah kaya rempah ini belum sepenuhnya menikmati manfaat dan nilai ekonomi optimal dari hasil buminya sendiri?

Jawaban atas pertanyaan tersebut kini mulai ditunjukkan melalui langkah konkret industri lokal. CV Kabong Minyak Pala Maluku secara resmi meluncurkan fasilitas sekaligus meresmikan gedung operasinya di Kawasan Wayame, Kota Ambon, pada Kamis (5/11/2026).

Peresmian gedung produksi yang ditandai dengan prosesi pemotongan pita tersebut menjadi titik pijak penting bagi kebangkitan industri pengolahan rempah yang berbasis pada potensi lokal.

Acara peresmian ini dihadiri oleh jajaran manajemen dan keluarga besar perusahaan, perwakilan instansi pemerintah daerah, tokoh masyarakat, mitra usaha, serta tamu undangan khusus yang datang langsung dari Belanda.

Lebih dari sekadar seremoni fisik, peresmian gedung ini membawa pesan strategis: Maluku tidak boleh lagi hanya memosisikan diri sebagai pemasok bahan mentah (raw material) bagi pemproses di luar daerah atau luar negeri, tetapi harus tampil sebagai pelaku utama dalam rantai industri hilirisasi rempah global.

Mengubah Nilai Ekonomi Rempah Maluku
Direktur CV Kabong Minyak Pala Maluku, Victor Italilpessy, S.Pd., menegaskan keberadaan pala dan cengkih di Maluku bukan sebatas barang komoditas dagang biasa. Keduanya merupakan identitas budaya, warisan sejarah, serta harga diri masyarakat Maluku yang wajib dirawat dan dikembangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, kelimpahan hasil alam tidak akan memberi dampak ekonomi maksimal apabila tidak dikelola dengan sentuhan pengetahuan, inovasi teknologi, serta manajemen usaha yang bertanggung jawab.

“Visi kami jelas, yakni menjadi entitas pengolahan rempah berkelanjutan yang mampu menaikkan kelas komoditas lokal melalui inovasi, memperkuat kemitraan dengan petani masyarakat, serta membawa nama besar rempah Kepulauan Maluku ke panggung pasar yang lebih luas. Jangan sampai Maluku kaya akan rempah, tetapi nilai tambah ekonominya justru dinikmati oleh pihak lain di luar Maluku,” tegas Victor.

Baca Juga :  100 Hari Kerja Buru Berseri Didukung Anggota Komisi V DPR RI

Efisiensi Produksi: 50 Kg Biji Pala Hasilkan 3–4 Liter Minyak Atsiri
Salah satu daya tarik dari fasilitas pengolahan CV Kabong Minyak Pala Maluku berada pada penerapaan teknologi penyulingan (distilasi) untuk mengekstraksi minyak atsiri. Berdasarkan pemaparan teknis dari tim produksi, setiap 50 kilogram biji pala berkualitas mampu menghasilkan sekitar 3 hingga 3,5 liter minyak pala murni. Angka rendemen tersebut bahkan dapat menyentuh 4 liter minyak, bergantung pada tingkat kesegaran bahan baku dan presisi proses distilasi.

Proses ekstraksi tersebut mengandalkan teknologi distilasi uap yang sistematis, dimulai dari perlakuan pemanasan bahan baku, penguapan komponen volatil, pendinginan uap melalui saluran kondensor, hingga tahap pemisahan antara fasa minyak dan fasa air. Dari satu rangkaian penyulingan ini, fasilitas pabrik menghasilkan dua output utama: minyak pala murni dan hidrosol pala.

Produk minyak atsiri ini bernilai tinggi karena menjadi bahan baku utama untuk industri aromaterapi, kosmetik, wewangian (parfum), hingga formulasi farmasi premium. Konversi dari komoditas mentah menjadi produk hilir inilah yang menjadi inti hilirisasi untuk mendongkrak nilai jual hingga berlipat ganda.

Diverifikasi Produk dan Penerapan Prinsip Zero Waste
CV Kabong Minyak Pala Maluku tidak membatasi diri hanya pada pembuatan minyak penyulingan dasar. Perusahaan telah merancang portofolio pengembangan ragam produk turunan berbasis pala, antara lain:

Minyak Pala Murni (Pure Nutmeg Essential Oil): Hasil ekstraksi biji pala pilihan untuk kebutuhan industri aromaterapi dan wewangian kelas atas.

Hidrosol Pala (Nutmeg Hydrosol): Air kondensasi sisa penyulingan yang mengandung senyawa aromatik aktif. Cairan ini diproyeksikan untuk produk perawatan kulit (skincare), penyegar udara, dan terapi relaksasi.

Lilin Aromatik (Aromatic Candles): Olahan produk gaya hidup yang memanfaatkan aroma khas pala khas Maluku.

Pupuk Organik dan Briket: Sisa limbah padat penyulingan dan cangkang keras biji pala diolah kembali dengan prinsip zero waste (tanpa limbah) menjadi pupuk penyubur tanaman serta briket bahan bakar alternatif.

Baca Juga :  Panggilan PYM, YM, Raja Dipolemikkan, Agus Minardi: "Hanya Tahu Komentar Tanpa Berbuat, "bodoh Ditutupi Kalimat Ke-an

Kemitraan Petani Lokal dan Pemberdayaan Tenaga Kerja
Kehadiran pabrik di Wayame ini dirancang selaras dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Pasokan biji pala tidak didatangkan secara impor, melainkan diserap langsung dari hasil panen petani lokal di berbagai wilayah Maluku, seperti Pulau Ambon (kawasan Hitu hingga Morela), Pulau Seram, hingga wilayah Kepulauan Maluku Utara. Skema ini menjamin kepastian pasar bagi para petani lokal dengan prinsip transparansi dan kesetaraan.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, pada tahap awal operasional ini perusahaan telah mempekerjakan 7 orang tenaga kerja lokal Ambon yang terbagi dalam tim produksi (5 orang), staf keuangan (1 orang), serta administrasi dan pemasaran (1 orang). Jumlah ini diproyeksikan terus bertambah seiring dengan peningkatan kapasitas produksi pabrik.

Pada kesempatan tersebut, Victor juga menyampaikan pesan bagi generasi muda Maluku agar tidak sekadar mencari lapangan kerja formal, tetapi berani mengambil peluang wirausaha berbasis kekayaan alam daerah. “Jangan sampai kita menjadi penonton di tanah sendiri ketika kekayaan rempah kita dikembangkan oleh pihak luar,” tegasnya.

Strategi Pasar dan Harapan Dukungan Pemerintah
Untuk tahap awal pemasaran, CV Kabong Minyak Pala Maluku memfokuskan penetrasi pasar lokal di Kota Ambon dan sekitarnya. Harga yang ditawarkan yakni Rp5.500 per mililiter untuk skema distributor dan Rp7.500 per mililiter untuk tingkat konsumen. Sementara itu, kehadiran mitra dari Belanda menjadi bagian dari target jangka panjang untuk menembus pasar ekspor Eropa.

Guna mewujudkan cita-cita ekspansi global tersebut, manajemen menyadari pentingnya pemenuhan kelengkapan legalitas produk, sertifikasi standar mutu, pengujian laboratorium, serta izin edar resmi. Oleh karena itu, sinergi dan perhatian nyata dari Pemerintah Daerah maupun dinas teknis terkait sangat diharapkan—baik dalam bentuk pendampingan mutu, fasilitas sertifikasi, hingga pembukaan akses jaringan pasar luar negeri.

Langkah yang dimulai dari Wayame ini menjadi bukti bahwa Maluku tidak hanya hidup dari kebanggaan cerita sejarah masa lalu, melainkan sedang merajut masa depan baru sebagai pemain utama industri rempah dunia.

 

Berita Terkait

Porprov XV Jabar: Bekasi Jadi Tuan Rumah, Transparansi Jangan Jadi tamu
Tim Hukum Kontingen Kota Bekasi Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat Tahun 2026
PB Porprov XV Jabar 2026 Apresiasi Kepedulian Masyarakat, Terhadap Materi Desain Komunikasi Visual
Dari Perak ke Emas: 23 Pemanah Kota Bekasi Siap Berjuang di Porprov Jabar 2026
Pembangunan Flyover Bulak Kapal Segera Dimulai, Akses Ampera dan Muhammad Yamin Disiapkan sebagai Alternatif
Menakar Kesiapan Pemerintah Kota BekasiSebagai Tuan Rumah Porprov XV 2026
Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi
Mulyadi, Pedagang Ikan Keliling di Aceh Singkil Kecewa, Klaim Tidak Mendapat Jatah Program Pendingin Ikan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:12 WIB

Mengolah ‘Harta Karun’ Rempah di Tanah Sendiri: CV Kabong Minyak Pala Maluku Resmi Beroperasi di Wayame

Jumat, 6 November 2026 - 14:01 WIB

Porprov XV Jabar: Bekasi Jadi Tuan Rumah, Transparansi Jangan Jadi tamu

Rabu, 4 November 2026 - 08:14 WIB

Tim Hukum Kontingen Kota Bekasi Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat Tahun 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:52 WIB

PB Porprov XV Jabar 2026 Apresiasi Kepedulian Masyarakat, Terhadap Materi Desain Komunikasi Visual

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Pembangunan Flyover Bulak Kapal Segera Dimulai, Akses Ampera dan Muhammad Yamin Disiapkan sebagai Alternatif

Berita Terbaru