Kapolda Maluku Turun Menggelorakan Adat Leluhur: Maatenu Pakapita di Negeri Pelauw

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sorotnasional.com
M.S. Pelu GB

Maluku Tengah – Sebuah pemandangan heroik penuh makna tersaji di jantung Pulau Haruku. Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., hadir gagah dalam ritual sakral “Maatenu Pakapita” di Negeri Pelauw.

Kehadiran pemimpin tertinggi Polri di Maluku ini bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah deklarasi agung yang menegaskan: Polri Berdiri Tegak Menjaga dan Melestarikan Warisan Budaya Nusantara.

Ritual Maatenu Pakapita, yang sarat makna spiritual dan sosial, adalah benteng budaya masyarakat Pelauw. Acara ini menjadi simbol penghormatan abadi kepada leluhur dan sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan yang tak terpisahkan antarwarga.

Baca Juga :  Reforma Agraria Ubah Pola Pikir Warga Desa Baumata di Kabupaten Kupang NTT

Di tengah kemuliaan tradisi ini, Kapolda Maluku menyampaikan pesan yang menguatkan jiwa kebangsaan. Beliau menegaskan bahwa mandat Polri jauh melampaui sekat-sekat hukum dan keamanan.

“Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum dan menjaga keamanan, tetapi juga berkewajiban menjaga warisan budaya bangsa sebagai identitas jati diri Indonesia,” ungkap Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto.

Polri, lanjut beliau, hadir bukan hanya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, akan tetapi juga mitra yang turut melestarikan kearifan lokal.

“Melalui budaya, kita bisa memperkuat harmoni dan persatuan bangsa,” Pungkasnya.

Baca Juga :  Wamen Ossy Dukung Pengembangan Kawasan TSTH2, Tekankan Pentingnya Kepastian Tanah dan Tata Ruang

Momentum sakral yang dihadiri tokoh adat, pemerintah daerah, dan jajaran kepolisian ini menjadi penanda penting untuk mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat adat.

Kapolda Maluku menegaskan bahwa nilai-nilai budaya harus terus dijaga, karena di dalamnya terkandung semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi dasar terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui kehadiran berbudaya ini, Polda Maluku telah menunjukkan komitmen nyata yang menginspirasi dalam mendukung “Polri Presisi yang humanis dan berbudaya”, sejalan dengan semangat membangun kedekatan Polri dengan seluruh lapisan masyarakat dan membuktikan bahwa budaya adalah tiang penyangga keamanan bangsa.

Berita Terkait

Perahu Cadik Prasejarah Sulawesi Tenggara, Bukti Kehebatan Maritim Leluhur Austronesia Terungkap dari Konawe Utara dan Muna
Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Tangkap Dua Pelaku Pasca Pesta Miras
Masuki Usia 11 Tahun, GCI Sambut Visitasi Dinas Pendidikan Kota Tangsel untuk Perpanjangan Izin LKP
Belum Penuhi Ketentuan Dua Chef Bersertifikat BNSP, SPPG Muna Napabalano Tetap Layani Program MBG
Pemkot Bekasi Tegaskan Kebijakan PPPK dan Belanja Pegawai Mengacu Regulasi Pemerintah Pusat
Pengadilan Bandar Lampung Dalami Fakta Kematian Mahasiswa, Riwayat Tumor Otak Jadi Sorotan
Wamen ATR/Waka BPN Tekankan Pentingnya Satu Data Sawah Nasional untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian
Kota Bekasi Raih WTP Masuk Lima Besar Terbaik
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:10 WIB

Perahu Cadik Prasejarah Sulawesi Tenggara, Bukti Kehebatan Maritim Leluhur Austronesia Terungkap dari Konawe Utara dan Muna

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:10 WIB

Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Tangkap Dua Pelaku Pasca Pesta Miras

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:22 WIB

Belum Penuhi Ketentuan Dua Chef Bersertifikat BNSP, SPPG Muna Napabalano Tetap Layani Program MBG

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:11 WIB

Pemkot Bekasi Tegaskan Kebijakan PPPK dan Belanja Pegawai Mengacu Regulasi Pemerintah Pusat

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:31 WIB

Pengadilan Bandar Lampung Dalami Fakta Kematian Mahasiswa, Riwayat Tumor Otak Jadi Sorotan

Berita Terbaru