Fadli Zon, Andi Sumangerukka Terima Gelar Adat Kerajaan Muna

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
Reporter

KENDARI, Sultra – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. dan Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka menerima gelar adat dari Kerajaan Muna dalam dua rangkaian kegiatan budaya yang berlangsung di Kabupaten Muna dan Kota Kendari sepanjang Juli 2026.

Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan masyarakat adat Muna kepada dua tokoh yang dinilai memiliki komitmen dalam memperkuat kebudayaan, melestarikan warisan sejarah, serta mendorong pembangunan daerah yang berlandaskan identitas budaya.

Penganugerahan pertama dilaksanakan pada Sabtu, 11 Juli 2026, bertepatan dengan pembukaan Festival Liangkabori IV Tahun 2026 di Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna.

Dalam kesempatan itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon dianugerahi gelar adat “Sangia Tilano Lia Metanduno” sebagai bentuk penghargaan atas perhatian dan komitmennya terhadap pelindungan, pelestarian, serta pemanfaatan warisan budaya berupa lukisan cadas prasejarah di kawasan Goa Liangkabori dan Goa Metanduno.

Kawasan Liangkabori–Metanduno merupakan salah satu situs budaya penting di Sulawesi Tenggara yang menyimpan jejak kehidupan manusia purba melalui seni cadas prasejarah.

Lukisan cadas di kawasan ini diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun, menjadikannya salah satu peninggalan seni cadas tertua di dunia sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Muna sebagai bagian penting dari sejarah peradaban manusia.

Baca Juga :  Pelayanan Kota Bekasi Masuk 6 Besar Nasional, Wali Kota Targetkan Jadi Nomor 1

Dukungan pemerintah pusat terhadap kawasan tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya penelitian, pelindungan cagar budaya, sekaligus mendorong pengembangan wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Muna.

Sementara itu, penganugerahan kedua berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026, dalam rangkaian Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara di Pelataran Tugu Religi Eks-MTQ Kota Kendari.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka menerima gelar adat “Sangia Mondono Wite Bhalano” sebagai penghormatan atas komitmennya dalam memperkuat persatuan masyarakat, menjaga kerukunan, serta mendukung pengembangan kebudayaan daerah sebagai bagian dari pembangunan Sulawesi Tenggara.

Kegiatan Silaturahmi Akbar KKMM Sulawesi Tenggara juga mencatat sejarah melalui pencapaian Rekor MURI atas penyajian 1.228 dulang haroa. Tradisi haroa menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, dan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Muna yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Seluruh prosesi penganugerahan gelar adat dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Adat Kerajaan Muna sekaligus Ketua DPD Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Kabupaten Muna, YM. La Ode Riago, S.H. (Sangia Kobenteno) bersama perangkat adat Kerajaan Muna. Prosesi berlangsung sesuai tata cara adat yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Muna.

Baca Juga :  TNI Bantu Polisi Kejar dan Ungkap Kasus Pengeroyokan Prajurit TNI di Malang

Dalam berbagai kesempatan, La Ode Riago menegaskan bahwa pemberian gelar adat merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada tokoh yang memiliki perhatian nyata terhadap pelestarian budaya serta keberlangsungan nilai-nilai adat Muna.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah, akademisi, dan generasi muda dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya agar tetap lestari dan mampu menjawab tantangan zaman.

Nilai-nilai luhur masyarakat Muna seperti pointau (saling menghargai) dan popia-piara (saling menjaga) menjadi fondasi penting dalam memperkuat kehidupan sosial sekaligus menjaga persatuan dalam keberagaman.

Momentum penganugerahan gelar adat kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka diharapkan semakin memperkuat pelestarian situs cagar budaya, membuka peluang pengembangan wisata sejarah dan budaya Kabupaten Muna, serta memperkenalkan kekayaan budaya Muna sebagai bagian penting dari peradaban Nusantara.

Dengan kekayaan sejarah, tradisi, dan peninggalan arkeologi yang dimiliki, Kabupaten Muna terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pusat kebudayaan penting di kawasan timur Indonesia.

Berita Terkait

Solidaritas Wartawan Bekasi Raya Tagih Janji Bupati Bekasi
DPC Partai Parindra Kota Bekasi Resmi Serahkan Berkas Kepartaian KeKesbangpol Kota Bekasi
PWI Bekasi Raya: Audiensi Bersama Asda I Terkait Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)
Moratorium Menara Telekomunikasi di Bekasi, Distaru Inventarisasi 670 Titik
Penataan Parkir Pemkot Bekasi Dipersoalkan, Forkorindo: Tanpa Payung Hukum dan Rugikan ASN
Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah
Pengguna Fitur Antrian Daring Sentuh Tanahku: Bisa Urus Tanah Tanpa Cuti
Bicara dalam Banten Investment Forum 2026, Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Solidaritas Wartawan Bekasi Raya Tagih Janji Bupati Bekasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:31 WIB

DPC Partai Parindra Kota Bekasi Resmi Serahkan Berkas Kepartaian KeKesbangpol Kota Bekasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:16 WIB

PWI Bekasi Raya: Audiensi Bersama Asda I Terkait Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Penataan Parkir Pemkot Bekasi Dipersoalkan, Forkorindo: Tanpa Payung Hukum dan Rugikan ASN

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Berita Terbaru

Daerah

Solidaritas Wartawan Bekasi Raya Tagih Janji Bupati Bekasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 18:15 WIB