sorotnasional.com
M.S Pelu GB
Ambon, Maluku – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara resmi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Bumi Raja-Raja. Ucapan ini mengemuka sebagai wujud kepedulian mendalam pemerintah daerah terhadap momentum besar keagamaan yang dirayakan dengan penuh sukacita oleh masyarakat Maluku.
Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa perayaan Idulfitri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk nyata dari perhatian pemerintah dalam menjaga keberagaman. Ia menilai, keharmonisan antarumat beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kedamaian di wilayah yang kaya akan kemajemukan ini.
Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, memberikan penekanan khusus pada makna spiritual Idulfitri bagi umat Islam. Ia menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan penutup dari rangkaian ibadah puasa yang dilaksanakan sebulan penuh dengan khidmat, sebagai sarana mensucikan diri kembali ke jati diri yang fitri.
Dalam kesempatan tersebut, Abdullah Vanath juga menyampaikan pesan menyentuh mengenai kemanusiaan dan kepemimpinan. Ia menyadari bahwa sebagai manusia biasa, dirinya bersama Pak Hendrik tidak terlepas dari segala khilaf dan kekeliruan selama mengemban amanah membahterai Maluku tercinta yang selama ini sama-sama diperjuangkan kebaikannya.
Oleh karena itu, melalui momentum suci Hari Raya Idulfitri ini, Abdullah Vanath secara terbuka menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh rakyat. Baginya, semangat katong (kita) sebagai satu keluarga besar di Maluku harus dilandasi dengan ketulusan untuk saling memaafkan demi melangkah ke depan dengan lebih bersih.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya memperkuat nilai persaudaraan dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. Semangat kekeluargaan dan budaya Pela Gandong menjadi kunci utama untuk menangkal potensi perpecahan serta memperkokoh rasa kebersamaan sebagai satu warga Maluku yang tangguh.
Hendrik Lewerissa juga menaruh harapan besar agar perayaan Lebaran tahun 2026 ini membawa aura positif berupa kedamaian dan kebahagiaan bagi setiap keluarga. Ia berharap semangat baru yang lahir dari hari kemenangan ini dapat ditransformasikan menjadi energi kolektif dalam membangun daerah secara berkelanjutan.
Pungkasnya, Gubernur menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mewujudkan Maluku yang lebih harmonis dan sejahtera. Dengan hati yang bersih dan jiwa yang tenang pasca-Ramadan, ia optimis sinergi antara pemerintah dan rakyat akan semakin kuat demi masa depan Maluku yang lebih baik.






