Seminar Nasional Antropologi Bahas Krisis Menuju Indonesia Emas

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
Reporter

KENDARI, Sultra – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Seminar Nasional Antropologi (SENA) 2026 di Hotel Zahra Syariah Kendari dan secara daring melalui Zoom Meeting, pada Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Antropologi dan Krisis Kontemporer: Pangan, Iklim, Maritim, Tambang, dan Transformasi Sosial Budaya Menuju Indonesia Emas 2045.”

Seminar nasional ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, serta praktisi antropologi dari berbagai daerah di Indonesia untuk bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi, dan menghasilkan rekomendasi ilmiah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.

Kegiatan diawali dengan penampilan Tari Nusantara oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UHO, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta laporan Ketua Panitia, Dr. Erens Elvianus Koodoh, S.Sos., M.Si.

Dalam laporannya, Dr. Erens Elvianus Koodoh menyampaikan bahwa Seminar Nasional Antropologi 2026 diselenggarakan sebagai forum ilmiah untuk memperkuat sinergi antara akademisi, peneliti, mahasiswa, dan organisasi profesi antropologi di Indonesia.

Seminar ini diharapkan mampu melahirkan gagasan serta rekomendasi ilmiah yang dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan, khususnya dalam menghadapi isu ketahanan pangan, perubahan iklim, kemaritiman, industri ekstraktif (pertambangan), dan transformasi sosial budaya menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  Plh. Wali Kota Harris Bobihoe Sampaikan Point Penting di Momen Apel Pagi

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Seminar Nasional Antropologi (SENA) 2026 didukung melalui pendanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Halu Oleo.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Akhmad Marhadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa antropologi memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang semakin kompleks.

Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya memerlukan kemajuan teknologi dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial, budaya, serta kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan nasional.

Ia berharap seminar ini menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan ilmiah yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., yang berhalangan hadir diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Edward Ngii, S.T., M.T., secara resmi membuka seminar.

Dalam sambutannya, Prof. Edward Ngii menyampaikan bahwa Universitas Halu Oleo berkomitmen mendukung pengembangan ilmu pengetahuan melalui penyelenggaraan forum-forum akademik yang berkualitas.

Menurutnya, Seminar Nasional Antropologi merupakan wadah strategis untuk menghasilkan pemikiran, inovasi, dan rekomendasi ilmiah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.

Ia berharap hasil seminar dapat memberikan kontribusi nyata bagi penyusunan kebijakan serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  Panglima TNI Ajak Capaja Jadi Agen Perubahan dan Penjaga Nilai Pancasila

Seminar menghadirkan narasumber dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi profesi, yaitu Prof. Dr. A.A. Anom Kumbara, M.A. (Universitas Udayana), Prof. Dr. Setiadi, M.A. (Universitas Gadjah Mada), Prof. Dr. Pawennari Hijjang, M.A. (Universitas Hasanuddin), Dra. Sri Murni, M.Kes., Ph.D. (Universitas Indonesia), Dr. Rina Hermawati, S.IP., M.Si. (Asosiasi Departemen/Jurusan Antropologi Seluruh Indonesia/ADJASI), serta Suraya A. Afiff, M.A., Ph.D. (Asosiasi Antropologi Indonesia/AAI).

Materi seminar dibagi ke dalam dua panel utama yang membahas antropologi kebijakan dalam merespons krisis kontemporer, antropologi kesehatan dan ketahanan sosial budaya, ketahanan pangan, krisis iklim dan ekologi budaya, antropologi maritim dan industri ekstraktif (pertambangan), serta transformasi sosial budaya dan kebijakan menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi makalah peserta dan diskusi ilmiah yang berlangsung interaktif.

Melalui Seminar Nasional Antropologi 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo berharap kegiatan ini dapat memperkuat jejaring akademik nasional, mendorong lahirnya penelitian-penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat, serta menghasilkan rekomendasi ilmiah yang mampu mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berlandaskan nilai-nilai budaya bangsa.

 

Berita Terkait

Erupsi Anak Krakatau, Wali Kota Bekasi Tinjau Langsung Pelaksanaan PJJ di SMPN 14
Kadisnaker Kota Bekasi Klain Tak Berwenang Awasi TKA, AHLI PengawasanTetap Jadi Tupoksi Daerah
Olimpiade Madrasah Indonesia 2026 Kota Bekasi: Asah Potensi Sains Terintegrasi Nilai Islam
Torehan Prestasi Baru, Kota Bekasi Duduki Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Gemuruh Semangat Heroik di HUT ke 451 Ambon: Walikota “Pak Win” Wattimena Panggil Warga Baku Kele Bangun Kota Manise
Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia
Masuki Babak Baru, Politeknik Agraria STPN Resmi Diluncurkan oleh Menteri ATR/Kepala BPN
Pesan Menteri Nusron untuk 568 Wisudawan/Wisudawati Politeknik Agraria STPN: Jaga Integritas di Mana pun Bekerja
Berita ini 160 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:59 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Wali Kota Bekasi Tinjau Langsung Pelaksanaan PJJ di SMPN 14

Selasa, 8 September 2026 - 12:55 WIB

Kadisnaker Kota Bekasi Klain Tak Berwenang Awasi TKA, AHLI PengawasanTetap Jadi Tupoksi Daerah

Selasa, 8 September 2026 - 05:35 WIB

Olimpiade Madrasah Indonesia 2026 Kota Bekasi: Asah Potensi Sains Terintegrasi Nilai Islam

Senin, 7 September 2026 - 18:01 WIB

Torehan Prestasi Baru, Kota Bekasi Duduki Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:42 WIB

Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia

Berita Terbaru

Jakarta

Kemnaker Dukung BUMN Perkuat Tata Kelola Hubungan Industrial

Selasa, 8 Sep 2026 - 05:28 WIB