Dorong Kebijakan Pertahanan Komperhensif, Pusjianstralitbang TNI Bahas Arah Strategis Menuju Indonesia Emas

- Jurnalis

Kamis, 26 Juni 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
H. Asmor

JAKARTA – (Puspen TNI). Dalam rangka memperkuat kontribusi pertahanan terhadap percepatan pembangunan nasional, Pusat Pengkajian Strategis, Penelitian dan Pengembangan (Pusjianstralitbang) TNI menggelar kegiatan Konsultasi Ahli dengan tema “Arah Kebijakan Pertahanan Negara Mendorong Percepatan Pembangunan Nasional” yang dibuka langsung oleh Kapusjianstralitbang TNI Marsda TNI Jorry S Koloay, S.I.P., M.Han., bertempat di Auditorium Pusjianstralitbang TNI, Jakarta Pusat, Rabu (25/6/2025).

Dalam sambutannya, Kapusjianstralitbang TNI menyampaikan latarbelakang terselenggaranya kegiatan ini adalah dalam mendukung visi besar Presiden RI dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. “Penyelenggaran kegiatan ini dilatar belakangi oleh pernyataan Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam visi besarnya ke depan tahun 2025 sampai dengan 2029 yaitu bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Siap Amankan Peringatan Hari Tani ke-65, Kapolda Ajak Warga Jaga Jakarta

Lebih lanjut, Kapusjianstralitbang menegaskan bahwa arah kebijakan pertahanan negara harus bersifat komprehensif dan holistik. “Diperlukan arah kebijakan pertahanan negara yang komprehensif karena kebijakan pertahanan negara itu bersifat holistik dan tidak hanya pertahanan militer tetapi juga pertahanan normiliter yang mempertimbangkan juga aspek politik negara baik dalam maupun luar negeri. Aspek human security, state security maupun international security hingga aspek tata kelola pemerintahan,” ungkapnya

Kegiatan ini dikemas dalam format simposium ilmiah model round table, yang dirancang untuk menggali beragam perspektif dari para pakar dan praktisi. Hadir sebagai narasumber utama antara lain: Penasehat Khusus Presiden (2024-2029) Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof. Dr. Hikmahanto Juwana, Dosen Hubungan Internsional Universitas Indonesia Edi Prasetyono Ph.D, dan Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Tata Negara Dr. Kris Wijoyo Soepandji. Forum ini bertujuan untuk memperkaya wawasan dan pemahaman tentang arah kebijakan pertahanan negara yang komprehensif dan holistik.

Baca Juga :  Gelar Gladibersih Jelang HUT TNI ke-80 di Silang Monas

Melalui forum ini, TNI berkomitmen untuk terus menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional, serta berkontribusi aktif dalam proses pembangunan menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045. Pusjianstralitbang TNI berharap, semangat kolaborasi dan integrasi lintas sektor yang dibangun dalam forum ini dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

 

Berita Terkait

Menjaga Uang Rakyat Rp131,5 Triliun: Jangan Sampai Dirampok Lagi di Meja Birokrasi!
Aturan Baru Beli Nomor HP Pekan Depan: Wajib Scan Wajah & Awas Bahaya “Telepon Hening”!
Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Keluarkan Surat Edaran, Integrasikan LP2B ke Dalam RTRW dan RDTR
Jeritan Lulusan Kedokteran yang Terhambat Mengabdi
Jeritan Hati Rakyat dan Ujian Integritas Para Pemimpin Kita: Di Balik Ironi “Lebih Baik Dijajah Lagi”
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Membasuh Luka, Menyemai Asa: Dialektika Humanis Menuju Indonesia Emas 2045
Mengapa Tambahan Anggaran Polri 2027 adalah Investasi Keamanan Milik Kita Bersama
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:00 WIB

Menjaga Uang Rakyat Rp131,5 Triliun: Jangan Sampai Dirampok Lagi di Meja Birokrasi!

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:49 WIB

Aturan Baru Beli Nomor HP Pekan Depan: Wajib Scan Wajah & Awas Bahaya “Telepon Hening”!

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:14 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Keluarkan Surat Edaran, Integrasikan LP2B ke Dalam RTRW dan RDTR

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:57 WIB

Jeritan Lulusan Kedokteran yang Terhambat Mengabdi

Senin, 22 Juni 2026 - 11:15 WIB

Jeritan Hati Rakyat dan Ujian Integritas Para Pemimpin Kita: Di Balik Ironi “Lebih Baik Dijajah Lagi”

Berita Terbaru