Tiga Tahun Mengabdi Tanpa Cacat, Syafifah Anjani Siswi SMAN 3 Raha Naik Jadi Pengibar Bendera

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
Reporter

Muna, Sultra – Di tengah terik dan barisan yang tegak, satu nama kembali disebut saat upacara HUT RI ke-81 Kecamatan Napabalano kemarin. Syafifah Anjani, siswi SMAN 3 Raha, akhirnya mengemban tugas paling sakral sebagai pengibar Bendera Pusaka. Momen itu menjadi puncak dari perjalanan 3 tahunnya di dunia Paski yang penuh disiplin dan tanggung jawab.

Bagi Syafifah, mengibarkan Sang Merah Putih bukan hal yang datang tiba-tiba. Ada proses panjang, latihan, dan dua kali kepercayaan sebagai pemimpin barisan sebelum akhirnya berdiri di titik paling depan.

Perjalanan Syafifah di Paski Kecamatan Napabalano dimulai sejak kelas 10. Konsistensi dan sikapnya membuat ia selalu dipercaya.

Tahun pertama, ia ditunjuk menjadi Danton Pengukuhan. Tugas memimpin jalannya prosesi pengukuhan anggota baru ia emban dengan tenang dan tegas.

Tahun kedua, kepercayaannya kembali diulang. Ia kembali menjadi Danton Pengukuhan. Kali ini perannya tidak hanya memimpin, tapi juga masuk dalam Serpihan Barisan 8 barisan inti yang menjadi garda terdepan dalam upacara HUT kemerdekaan RI ke-80 tahun lalu.

Dan tahun ini, tahun ketiga, kerja kerasnya terbayar lunas. Syafifah dipercaya sebagai Pengibar Bendera pada upacara peringatan HUT RI ke 81 Kecamatan Napabalano.

Baca Juga :  Ambon Menuju Kota Bermartabat: Mulai Juni 2026, Buang Sampah Sembarangan Terancam Denda atau Kurungan

“Rasanya campur aduk. Bangga, gugup, tapi juga haru. Tiga tahun nunggu momen ini. Pas bendera naik, semua latihan capek itu terbayar kan,” ucap Syafifah dengan mata berkaca-kaca setelah bertugas.

Syafifah Anjani lahir di Berumembe, 14 Desember 2009. Ia anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Bapak Samsir B. dan Ibu Risma. Saat ini ia tinggal bersama keluarga di Desa Langkumapo.

Di rumah, Syafifah dikenal sebagai anak yang mandiri dan rajin. Di sekolah, ia dikenal karena dua hal: Paski dan Taekwondo.

Ya, selain aktif di Paski, Syafifah juga merupakan atlet berprestasi cabang bela diri Taekwondo. Dua dunia yang sama-sama menuntut disiplin, kekuatan fisik, dan mental baja.

Pagi latihan tendangan dan poomsae. Sore latihan PBB dan formasi. Jadwal padat itu ia jalani tanpa mengeluh.

“Taekwondo mengajarkan saya fokus dan kontrol diri. Paski mengajarkan tanggung jawab sama kekompakan. Dua-duanya saling menguatkan,” katanya.

Guru dan pembina SMAN 3 Raha menyebut Syafifah sebagai contoh nyata pelajar yang seimbang antara akademik, organisasi, dan olahraga.

Baca Juga :  Warisan Kejayaan Ridwan Bae, Kantor Golkar Muna Direhabilitasi

“Selama 3 tahun jadi anggota Paski, belum pernah kita dapat laporan dia telat atau lalai tugas. Justru dia yang sering mengingatkan teman-temannya. Itu yang bikin kami yakin menunjuk dia jadi pengibar tahun ini,” ujar salah satu pembina Paski.

Berita Syafifah terpilih jadi pengibar disambut haru oleh keluarga di Desa Langkumapo. Bapak Samsir dan Ibu Risma mengaku bangga melihat anaknya bisa mengharumkan nama sekolah dan keluarga.

“Kami cuma bisa doakan dan dukung. Lihat dia berdiri paling depan bawa bendera, rasanya semua lelah orang tua terbayar,” tutur Ibu Risma.

Bagi Syafifah, menjadi Paski bukan hanya tentang upacara 17 Agustus. Lebih dari itu, ini tentang membentuk karakter. Tentang belajar memimpin, belajar gagal, belajar bangkit, dan belajar mengabdi.

“Pesan saya buat adik-adik: jangan takut mulai dari bawah. Saya juga mulai dari danton, dari serpihan. Nikmati prosesnya. Karena di akhir, Tuhan kasih hasil yang terbaik,” pesannya.

Kini, dengan tanda pengalaman 3 tahun di lengan dan satu tugas pengibar di dada, Syafifah Anjani menutup masa Paskinya di SMAN 3 Raha untuk Kecamatan Napabalano.

 

Berita Terkait

TNI–ADF Padukan Kekuatan Laut dan Udara dalam Demo Pendaratan Amfibi Keris Woomera 2026
Sangat Kecewa, Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Tegaskan: Copot Kadis LH Dalam 7 Hari Kedepan Atau Aksi Damai Jilid II
FPMM Usulkan Pendirian Sekolah Taruna di Indonesia Timur: Meratakan Harapan, Memperkuat Persatuan
Wakil Walikota Bekasi Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa
ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri
Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti
Danrem 143/HO Tutup Latihan Kadertih Program Latihan Khusus Sabuk Hitam Tingkat I PSM
Berita ini 164 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33 WIB

TNI–ADF Padukan Kekuatan Laut dan Udara dalam Demo Pendaratan Amfibi Keris Woomera 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Sangat Kecewa, Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Tegaskan: Copot Kadis LH Dalam 7 Hari Kedepan Atau Aksi Damai Jilid II

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:53 WIB

FPMM Usulkan Pendirian Sekolah Taruna di Indonesia Timur: Meratakan Harapan, Memperkuat Persatuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Wakil Walikota Bekasi Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:04 WIB

ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan

Berita Terbaru