Sorot Nasional.com
Reporter
KENDARI, Sultra – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Seminar Nasional Antropologi (SENA) 2026 di Hotel Zahra Syariah Kendari dan secara daring melalui Zoom Meeting, pada Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Antropologi dan Krisis Kontemporer: Pangan, Iklim, Maritim, Tambang, dan Transformasi Sosial Budaya Menuju Indonesia Emas 2045.”
Seminar nasional ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, serta praktisi antropologi dari berbagai daerah di Indonesia untuk bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi, dan menghasilkan rekomendasi ilmiah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.
Kegiatan diawali dengan penampilan Tari Nusantara oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UHO, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta laporan Ketua Panitia, Dr. Erens Elvianus Koodoh, S.Sos., M.Si.
Dalam laporannya, Dr. Erens Elvianus Koodoh menyampaikan bahwa Seminar Nasional Antropologi 2026 diselenggarakan sebagai forum ilmiah untuk memperkuat sinergi antara akademisi, peneliti, mahasiswa, dan organisasi profesi antropologi di Indonesia.
Seminar ini diharapkan mampu melahirkan gagasan serta rekomendasi ilmiah yang dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan, khususnya dalam menghadapi isu ketahanan pangan, perubahan iklim, kemaritiman, industri ekstraktif (pertambangan), dan transformasi sosial budaya menuju Indonesia Emas 2045.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Seminar Nasional Antropologi (SENA) 2026 didukung melalui pendanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Halu Oleo.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Akhmad Marhadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa antropologi memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang semakin kompleks.
Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya memerlukan kemajuan teknologi dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial, budaya, serta kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan nasional.
Ia berharap seminar ini menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan ilmiah yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., yang berhalangan hadir diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Edward Ngii, S.T., M.T., secara resmi membuka seminar.
Dalam sambutannya, Prof. Edward Ngii menyampaikan bahwa Universitas Halu Oleo berkomitmen mendukung pengembangan ilmu pengetahuan melalui penyelenggaraan forum-forum akademik yang berkualitas.
Menurutnya, Seminar Nasional Antropologi merupakan wadah strategis untuk menghasilkan pemikiran, inovasi, dan rekomendasi ilmiah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.
Ia berharap hasil seminar dapat memberikan kontribusi nyata bagi penyusunan kebijakan serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Seminar menghadirkan narasumber dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi profesi, yaitu Prof. Dr. A.A. Anom Kumbara, M.A. (Universitas Udayana), Prof. Dr. Setiadi, M.A. (Universitas Gadjah Mada), Prof. Dr. Pawennari Hijjang, M.A. (Universitas Hasanuddin), Dra. Sri Murni, M.Kes., Ph.D. (Universitas Indonesia), Dr. Rina Hermawati, S.IP., M.Si. (Asosiasi Departemen/Jurusan Antropologi Seluruh Indonesia/ADJASI), serta Suraya A. Afiff, M.A., Ph.D. (Asosiasi Antropologi Indonesia/AAI).
Materi seminar dibagi ke dalam dua panel utama yang membahas antropologi kebijakan dalam merespons krisis kontemporer, antropologi kesehatan dan ketahanan sosial budaya, ketahanan pangan, krisis iklim dan ekologi budaya, antropologi maritim dan industri ekstraktif (pertambangan), serta transformasi sosial budaya dan kebijakan menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi makalah peserta dan diskusi ilmiah yang berlangsung interaktif.
Melalui Seminar Nasional Antropologi 2026, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo berharap kegiatan ini dapat memperkuat jejaring akademik nasional, mendorong lahirnya penelitian-penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat, serta menghasilkan rekomendasi ilmiah yang mampu mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berlandaskan nilai-nilai budaya bangsa.






