Semangat Pattimura Muda: Mengobarkan Api Perjuangan dari Tanah Malamoi

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
M.S Pelu GB

SORONG – Nilai-nilai heroisme dan keteguhan jiwa Sang Kapitan besar Thomas Matulessy kembali bergetar di ufuk timur nusantara. Memperingati Hari Pattimura ke-209 tahun 2026, masyarakat Maluku di Kota Sorong, Papua Barat Daya, bersiap menggelar tradisi sakral “Lari Obor” yang menjadi simbol estafet semangat perjuangan antargenerasi.

Kegiatan yang sarat akan makna filosofis ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 15 Mei 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, titik awal keberangkatan (start) akan dipusatkan di depan Stadion Lapangan Sepak Bola Kota Sorong, berdampingan dengan Markas Pomal Kodaeral XIV Sorong. Sebuah lokasi strategis yang mempertemukan semangat sportivitas dan disiplin prajurit.

Estafet 12 Kilometer: Sebuah Manifestasi Tekad
Pelepasan lari obor tahun ini akan dipimpin langsung oleh Kolonel Laut (KH) H. Mochtar Manji Lapola, S.Ag., M.H.

Ritual pembakaran obor bukan sekadar menyalakan api fisik, melainkan simbolisasi menghidupkan kembali bara api “Pattimura Tua” ke dalam sanubari “Pattimura Muda” ucap Kolonel Mochtar Manji Lapola dengan penuh semanagat.

Baca Juga :  Sangia Tilano Lia Metanduno gelar adat Fadli Zon

Api tersebut akan diarak sejauh 12 kilometer, terbagi dalam 11 etape perjuangan, menuju garis finish di Gedung Serba Guna Batalyon Kota Sorong. Angka 11 etape ini seolah merepresentasikan persatuan dan kesatuan wilayah yang menjadi ruh perjuangan masyarakat kepulauan.

Harmoni Budaya Maluku dan Papua
Yang membuat peringatan tahun ini semakin istimewa adalah sentuhan kultural yang kental. Pelepasan lari obor akan diiringi oleh hentakan Tarian Adat Cakalele yang dibawakan oleh Ikatan Keluarga Besar Buru (IKBB) dibawah pimpinan Bung Yusuf Kaimuddin.

Gerak dinamis dan pekikan khas Cakalele dari putra-putra Pulau Buru ini mencerminkan keberanian dan harga diri yang tak tergoyahkan.

Mochtra Manji Lapola menambahkan’ Secara sosiologis, perhelatan ini bukan sekadar seremoni warga Maluku, melainkan wujud nyata integrasi budaya di Tanah Malamoi. Sebagaimana tema yang diusung:

“Semangat Juang Pattimura Tua Selalu Jadi Sombar For Katong Pattimura Muda, Untuk Nama Maluku Pung Bae di Tanah Malamoi”. Kata “Sombar” atau pengayom menegaskan bahwa warisan leluhur adalah pelindung sekaligus penunjuk arah bagi generasi masa kini untuk memberikan kontribusi terbaik di mana pun mereka berpijak.

Baca Juga :  Warga Jatisampurna Merasa Terbantu Adanya Pelayanan Pemerintah NTPD 112

Jadwal kegiatan masyarakat diharapkan dapat hadir dan memberikan dukungan di sepanjang rute lari obor yang akan dimulai pada pukul 14.30 WIT hingga selesai. Kemeriahan akan berlanjut pada malam hari dengan agenda Pagelaran Seni dan Malam Obor yang diprediksi akan menyatukan ribuan warga dalam semangat Salam Sarane.

Menutup pembicaraan Mochtar Manji Lapola mengtaakan’ Melalui api obor ini, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: Bahwa Pattimura-Pattimura baru akan terus lahir dari rahim sejarah, membawa cahaya kemajuan, keadilan, dan persaudaraan yang abadi di bumi Cenderawasih, dan beliau Kolonel Mochtar Manji Lapola yang akrab dengan panggilan Abang Komandan menutup kalimat dengan yel-yel singkat’ “JALASVEVA JAYAMAHE MANGADA – MANGADA UMBE PATTIMURA MUDA YES”.

Berita Terkait

Semarak PNBK Jilid III Berbuah Kepedulian, Setengah Miliar Terkumpul untuk NTT
UHO Kenalkan Teknologi Aerasi-Filtrasi, Desa Moramo Didorong Mandiri Kelola Air Bersih
Babinsa Joyotakan Pelopori Kerja Bakti Bersama Warga Masyarakat
Satgas Irigasi Lanud Sjamsudin Noor Terus Perkuat Upaya Padamkan Karhutla Kalsel Optimalkan Air Hingga Dinginkan Lahan Gambut
Pemadaman dan Pembasahan Lahan Gambut Diperkuat, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Berjibaku di Tengah Asap Tekan Dampak Karhutla
Swadaya ASN, Pemerintah Kecamatan Kabawo Rehabilitasi Plafon Tribun Lapangan Sepakbola Sahara Kabawo
Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi: Bantargebang Akan Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan
Pembangunan Fasilitas PSEL Kota Bekasi Dimulai, Melanjutkan Transformasi Pengolahan Sampah Nasional
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Semarak PNBK Jilid III Berbuah Kepedulian, Setengah Miliar Terkumpul untuk NTT

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:49 WIB

UHO Kenalkan Teknologi Aerasi-Filtrasi, Desa Moramo Didorong Mandiri Kelola Air Bersih

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Babinsa Joyotakan Pelopori Kerja Bakti Bersama Warga Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Pemadaman dan Pembasahan Lahan Gambut Diperkuat, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Berjibaku di Tengah Asap Tekan Dampak Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Swadaya ASN, Pemerintah Kecamatan Kabawo Rehabilitasi Plafon Tribun Lapangan Sepakbola Sahara Kabawo

Berita Terbaru