WAJAR Bodewin-Ely: Membangun Ambon Setahun

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sorotnasional.com
M.S Pelu GB

Ambon, Maluku – (20/2/2026) – Suasana di Ruang Terbuka Publik (RTP) Wainitu tampak berbeda pada Jumat pagi. Ratusan warga berkumpul bukan sekadar untuk berolahraga, melainkan untuk bertemu langsung dengan pemimpin mereka dalam program Wali Kota Jumpa Rakyat (WAJAR).

Momentum ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan refleksi satu tahun kepemimpinan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, dan Wakil Wali Kota, Ely Toisuta.

Komitmen Nyata bagi UMKM: Simbolisme di Pantai Wainitu
Di tengah kerumunan warga, Pemerintah Kota Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Secara simbolis, Bodewin Wattimena menyerahkan bantuan booth usaha kepada perwakilan pelaku UMKM di kawasan Pantai Wainitu.

Penyerahan ini bukan sekadar bantuan fasilitas, melainkan langkah strategis pemerintah dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat, bersih, dan tertata. Bodewin menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah yang harus diperkuat agar memiliki tempat usaha yang lebih layak dan representatif.

“Kawasan Pantai Wainitu kita tata secara bertahap agar menjadi ruang publik yang memiliki nilai tambah ekonomi. Dengan booth yang seragam, kawasan ini akan semakin menarik bagi wisatawan, yang ujungnya meningkatkan pendapatan bapak dan ibu sekalian,” ujar Wattimena penuh optimisme.

Baca Juga :  PWI Bekasi Raya Bersinergi Dengan Transera Waterpark, Siap Dongkrak Pariwisata Lewat Media"

Suara Tokoh Agama: Kepemimpinan yang Menyejukkan
Keharmonisan pasangan Bodewin-Ely ternyata tidak hanya dirasakan melalui kebijakan ekonomi, tetapi juga mendapat apresiasi mendalam dari para tokoh lintas agama di Kota Ambon yang menilai gaya kepemimpinan ini membawa keteduhan.

Tokoh Islam: “Kami merasakan adanya rasa keadilan dan kedekatan yang tulus. Kepemimpinan mereka sangat menyejukkan karena mampu merangkul semua golongan.”

Tokoh Kristen: “Sinergi antara Bapak Bodewin dan Ibu Ely mencerminkan kasih yang nyata dalam pelayanan publik. Ambon terasa lebih damai.”

Tokoh Hindu: “Kami sangat mengapresiasi ruang dialog yang selalu terbuka. Keharmonisan ini adalah pondasi keberlanjutan pembangunan.”

Tokoh Buddha: “Sifat rendah hati dan inklusif mereka memberikan rasa aman bagi kami untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Ambon.”

Dialog Terbuka dan Solusi Nyata
Dalam forum WAJAR tersebut, sekat antara pejabat dan rakyat seolah runtuh. Bodewin Wattimena dengan saksama mencatat setiap keluhan, mulai dari sengketa lahan di Wainitu hingga harapan warga Rumah Tiga terkait penyediaan lapak UMKM yang lebih representatif—sejalan dengan aksi nyata pembagian booth yang baru saja dilakukan.

“WAJAR ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah untuk mendengar langsung suara masyarakat dan mencari solusi bersama,” tegas Wattimena.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Solok Pimpin Rapat Paripurna Penetapan Propemperda 2026 di Penghujung Tahun 2025

Kerendahan Hati dan Komitmen Tahun Kedua
Meski banyak capaian yang diraih, termasuk transformasi Pantai Wainitu menjadi kawasan ekonomi produktif, Bodewin Wattimena tetap menunjukkan sikap rendah hati. Ia menyadari bahwa perjalanan satu tahun barulah awal dari pengabdian.

“Kami menyadari masih ada kekurangan. Atas nama pribadi dan pemerintah, saya memohon maaf bila ada ekspektasi warga yang belum terpenuhi sepenuhnya. Kami berkomitmen meningkatkan apa yang sudah baik dan bekerja lebih keras lagi di tahun kedua,” ungkapnya tulus.

Wakil Wali Kota Ely Toisuta juga menyampaikan rasa syukurnya. “Terima kasih kepada keluarga di rumah yang telah memberikan dukungan penuh bagi saya bersama Bapak Wali Kota yang budiman, Bapak Bodewin, untuk melayani Ambon tercinta. Satu tahun ini berjalan sesuai harapan demi kebaikan umum,” tutur Ely.

Penutup yang Menyentuh
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Bodewin menyampaikan pesan penutup yang sarat akan makna spiritual dan kecintaan pada daerah, sembari mengajak para pelaku UMKM menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan yang telah ditata.

“Beta minta terima kasih banya kepada Tuhan yang telah membimbing kepemimpinan beta bersama Ibu Ely. Semua ini kami lakukan demi mengusung semangat: ‘Beta par Ambon, Ambon par samua’,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kadisparprov Sultra Tinjau Langsung Persiapan Festival HUT Liangkabori, Targetkan Jadi Magnet Wisata Nasional
Diduga Hina Suku Moronene di Facebook, Akun ‘Arya Koe’ Dilaporkan ke Polres Bombana
Nakhoda Baru Lini Hukum NasDem Lampung: Mempertegas Integritas dan Pengabdian Publik
ABPEDNAS dan SUCOFINDO Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar
Liang Metanduno Diguncang Keraguan, Tapi Dunia Sudah Terlanjur Menoleh Ke Muna
Plh. Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe Hadiri Pisah Sambut Kajati Jabar Pakuan Bandung
Polda Lampung Berhasil Ungkap 75 Kasus Street Crime dalam 19 Hari, 95 Tersangka Diamankan
Kadisdik Kota Bekasi Tegaskan Komitmen Jalankan Surat Edaran KPK pada SPMB 2026
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:49 WIB

Kadisparprov Sultra Tinjau Langsung Persiapan Festival HUT Liangkabori, Targetkan Jadi Magnet Wisata Nasional

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:23 WIB

Diduga Hina Suku Moronene di Facebook, Akun ‘Arya Koe’ Dilaporkan ke Polres Bombana

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:52 WIB

Nakhoda Baru Lini Hukum NasDem Lampung: Mempertegas Integritas dan Pengabdian Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:36 WIB

ABPEDNAS dan SUCOFINDO Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:10 WIB

Liang Metanduno Diguncang Keraguan, Tapi Dunia Sudah Terlanjur Menoleh Ke Muna

Berita Terbaru