TNI Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Provinsi Terdampak Bencana

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sorotnasional.com
H. Asmor

JAKARTA – (Puspen TNI). Tentara Nasional Indonesia kembali menunjukkan kecepatan dan ketepatan dalam mendukung penanganan darurat bencana.

Tiga pesawat C-130 Hercules dan satu A400M diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/11/2025), membawa berbagai jenis bantuan sosial sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia untuk mengirim seluruh bantuan mendesak tanpa menunggu waktu. Lebih dari 4.000 prajurit TNI dikerahkan dalam operasi kemanusiaan terpadu ini.

Bantuan yang diangkut mencakup peralatan kritis untuk mendukung operasi penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan pengungsi, antara lain 3.000 paket Naraga, 10.000 Eprokal, 1.200 Food Family, 2.000 kardus mi instan, 2.000 kardus Pop Mie, 100 genset, 100 perangkat Starlink, 64 LCR, 150 tenda, serta dua unit kompresor.

Turut diberangkatkan tiga tim kesehatan Puskesad (masing-masing 10 personel: 2 dokter, 3 bakes, 5 takes) lengkap beserta peralatan dan obat-obatan untuk memperkuat layanan darurat. Seluruh bantuan ditujukan ke tiga sasaran utama: Aceh (Lhokseumawe), Sumatera Utara (Sibolga dan Silangit), dan Sumatera Barat melalui Bandara Minangkabau.

Baca Juga :  Akses KCJB Karawang Ditargetkan Rampung NATARU 2025, Menteri Nusron Berkomitmen Akselerasi Proses Pengadaan Tanah

Di hadapan awak media, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa sejak hari pertama bencana pada 25 November 2025, Presiden telah memerintahkan penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan terukur.

TNI ditugaskan sebagai unsur utama mobilisasi bantuan melalui pesawat angkut berat, baik milik TNI maupun maskapai sipil. Presiden juga menekankan pentingnya pemulihan komunikasi di wilayah terdampak, sehingga lebih dari 100 perangkat komunikasi diberangkatkan untuk memastikan koordinasi berjalan optimal hingga ke daerah terdalam.

Untuk memperkuat dukungan udara, TNI menyiapkan lima pesawat angkut fix wing, yakni tiga C-130 Hercules, satu A400M, dan satu Boeing 737 Camar, serta mengerahkan sembilan helikopter lintas matra sebagai unsur rotary wing: empat Caracal TNI AU, satu Mi-17 dan satu Bell 412 TNI AD, dua Panther TNI AL, serta satu Dolphin BNPP.

Baca Juga :  Kantah Konawe Kepulauan Jadi Narasumber Sosialisasi PP Nomor 19 Tahun 2021 di Desa Bobolio

Seluruh unsur udara diberangkatkan pada 28 November 2025. Dari unsur laut, TNI AL menyiapkan empat KRI, KRI Suharso-990, KRI Semarang-594, KRI Teluk Banten-516, dan KRI Teluk Gilimanuk-531 untuk mendukung pendistribusian bantuan melalui rute laut.

Distribusi bantuan dilakukan melalui tiga Kodam sesuai wilayah terdampak: Kodam IM di Aceh, Kodam I/BB di Sumatera Utara, dan Kodam XX/TIB di Sumatera Barat. Sementara itu, Kementerian PUPR bersama unsur Zeni TNI terus membuka jalur-jalur yang terputus akibat longsor dan banjir, dan operasi modifikasi cuaca mulai digelar untuk menurunkan intensitas hujan serta mempercepat distribusi bantuan.

Melalui pengiriman bantuan besar-besaran ini, TNI menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan penanganan bencana nasional. Komando operasi penanggulangan dilaksanakan oleh Pangkogabwilhan I sebagai pengendali Gulbencal TNI.

 

 

Berita Terkait

PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru
Kementerian ATR/BPN Hadirkan Pengukuran Terjadwal, Beri Kepastian Waktu Layanan untuk Masyarakat
RUU Administrasi Pertanahan Jadi Instrumen Strategis untuk Memperkuat Sistem Pertanahan Nasional
Sedang Mengurus Urusan Pertanahan? Cari Tahu Biayanya di Sini
Sinergi Mata Garuda LPDP dan KKP: Dorong Inovasi Berkelanjutan di Kampung Nelayan Merah Putih
Mengawal Usulan Kenaikan 20 Juta Biaya Haji 2027
Program Magang Nasional Bagi Lulusan SLTA Sederajat: Membuka Barikade Keadilan Kerja
Kemnaker dan Komisi IX DPR RI Sepakat Perkuat Kualitas MagangHub 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:06 WIB

PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:51 WIB

RUU Administrasi Pertanahan Jadi Instrumen Strategis untuk Memperkuat Sistem Pertanahan Nasional

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:47 WIB

Sedang Mengurus Urusan Pertanahan? Cari Tahu Biayanya di Sini

Kamis, 9 Juli 2026 - 05:51 WIB

Sinergi Mata Garuda LPDP dan KKP: Dorong Inovasi Berkelanjutan di Kampung Nelayan Merah Putih

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:41 WIB

Mengawal Usulan Kenaikan 20 Juta Biaya Haji 2027

Berita Terbaru