sorotnasional.com
M.S Pelu GB
Kota Ambon, Maluku – Ada suasana yang tak biasa di sudut Kota Ambon kemarin. Bukan sekadar pertemuan birokrasi yang kaku, melainkan sebuah simfoni kebersamaan yang tulus antara Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, dan Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.
Begitu akrabnya pertemuan ini, hingga unggahan yang beredar di masyarakat menyematkan lagu ikonik SLANK, “Terlalu Manis”, sebagai latar suasananya—sebuah simbol bahwa kolaborasi ini lahir dari hati, bukan sekadar posisi.
Bersama para tokoh masyarakat, pertemuan ini menjadi panggung bagi lahirnya visi besar yang menyentuh tiga pilar utama kehidupan warga:
1. Membangkitkan Pesona yang Tertidur
Pemerintah berkomitmen untuk tidak lagi membiarkan potensi wisata Ambon hanya menjadi cerita. Dengan penguatan fasilitas dan promosi berbasis budaya, kekayaan alam dan warisan leluhur akan diubah menjadi magnet dunia yang membanggakan.
2. Menggerakkan Nadi Ekonomi Rakyat
UMKM bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan tulang punggung. Melalui pendampingan intensif dan pembukaan akses pasar yang lebih luas, kemandirian ekonomi masyarakat kecil menjadi target utama yang tidak bisa ditawar.
3. Merawat Kedamaian sebagai Nafas Kehidupan
Stabilitas dan kerukunan antarumat beragama ditegaskan sebagai harga mati. Ambon harus tetap menjadi rumah yang ramah dan harmonis bagi siapa saja, karena tanpa kedamaian, pembangunan hanyalah gedung tanpa jiwa.
“Maluku memiliki potensi luar biasa yang tak terbatas. Kita bukan hanya membangun infrastruktur atau ekonomi, tapi kita sedang membangun masa depan bagi anak cucu kita,” ujar Abdullah Vanath dengan nada yang bergetar penuh optimisme.
Ia menegaskan bahwa kunci kemajuan bukanlah kerja individu, melainkan harmoni antara provinsi, kota, dan tokoh masyarakat untuk mewujudkan Maluku yang sejahtera dan dicintai.
Senada dengan itu, Bodewin M. Wattimena membawa semangat perubahan yang inklusif.
“Mari kita jadikan semangat ‘Ambon Manise’ bukan hanya sebagai slogan di papan reklame, tapi sebagai jiwa yang hidup dalam setiap langkah pembangunan kita. Ambon harus progresif, di mana setiap kebijakan langsung menyentuh meja makan rakyat,” tegasnya.
Dukungan pun mengalir deras dari akar rumput. Tokoh masyarakat, Drs. H. Jusuf Pattipi, menyatakan kesiapannya untuk menjadi “jembatan emas” yang menghubungkan aspirasi rakyat dengan kebijakan pemerintah.
Sebuah Langkah Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Menutup pertemuan yang bersejarah tersebut, Abdullah Vanath menitipkan pesan yang membakar semangat:
“Perjumpaan hari ini adalah batu loncatan. Kesuksesan kita adalah kebanggaan seluruh rakyat Maluku. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati langkah kita membangun negeri ini.”
Sinergi ini membawa harapan baru bagi masyarakat. Ketika pemimpin duduk bersama dengan penuh kasih, maka kemajuan bukan lagi sekadar impian, melainkan takdir yang sedang dijemput.









