Cahaya Abadi Peradaban dan Ketahanan Budaya di Kabupaten Buru

- Jurnalis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sorotnasional.com
M.S. Pelu GB

Kabupaten Buru, Maluku – Namlea
Pada peringatan Hari Masyarakat Adat Internasional tanggal 9 Agustus 2025, tema yang diusung, “Masyarakat Adat, Cahaya Abadi Peradaban,” menyoroti betapa krusialnya peran masyarakat adat dalam menjaga kekayaan budaya bangsa.

Kehadiran mereka bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi kokoh yang terus bersinergi dengan dinamika peradaban modern.

Dengan mempertahankan adat dan tradisi, kita memastikan bahwa kebudayaan suatu daerah tidak akan pernah pudar, melainkan terus hidup dan berkembang dalam harmoni.

Semangat ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghargai dan melindungi kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Di tengah arus globalisasi, ketahanan budaya di Kabupaten Buru menjadi contoh nyata bagaimana adat dan tradisi tetap terjaga dengan baik. Hal ini tidak lepas dari perhatian dan kepedulian para pemimpin daerah.

Bupati Buru, Ikram Umasugi, S.E., yang merupakan putra daerah, menempatkan pelestarian adat sebagai prioritas utama. Sikapnya yang sangat menghormati para pemangku adat mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah untuk mendukung keberlanjutan tradisi lokal.

Baca Juga :  Bersama Baznas Salurkan Zakat Plh Wali Kota Bekasi : Zakat Miliki Peran Strategis Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Kehadiran seorang pemimpin yang lahir dan besar di lingkungan adat tentu memberikan nilai tambah, karena pemahaman mendalamnya terhadap budaya setempat menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang pro-adat.

Dukungan terhadap masyarakat adat juga datang dari berbagai pihak, bahkan dari mereka yang bukan berasal dari Pulau Buru. Uri Tri Handayani, yang menikah dengan penduduk asli Buru, menyampaikan rasa bangganya terhadap aktivitas adat yang ada.

Ucapannya, “Walaupun saya bukan asli Buru, tapi saya bangga dengan segala aktivitas adat dan lain-lain,” menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya tidak mengenal batas asal-usul.

Keterbukaan dan partisipasi aktif dari pendatang dalam kegiatan adat menjadi bukti bahwa nilai-nilai luhur budaya Buru mampu diterima dan dirangkul oleh siapa pun, menciptakan persatuan dalam keberagaman.

Semangat BURUBERSERI yang digaungkan Pasangan Ikram Umasugi. S.E., dan Sudarmo. S.P., M.S.i., ini menjadi cerminan optimisme bahwa Kabupaten Buru akan terus bersinar melalui kekayaan adat dan budayanya.

Baca Juga :  Raker Kementerian ATR/BPN dengan Komisi II DPR RI, Sepakati Pagu Anggaran 2025 Setelah Efisiensi Menjadi Rp4,4 Triliun

Inisiatif ini tidak hanya sekadar slogan, melainkan panggilan untuk bersama-sama menjaga dan mempromosikan identitas daerah.

Masyarakat, pemerintah, dan pemangku adat saling bahu-membahu dalam upaya melestarikan tradisi, mulai dari upacara adat, seni pertunjukan, hingga kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam.

Sinergi ini memastikan bahwa adat tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat Buru.

Dengan terus berlanjutnya komitmen ini, peradaban adat di Kabupaten Buru dipercaya akan tetap abadi.

Upaya pelestarian yang dilakukan saat ini adalah investasi untuk masa depan, memastikan bahwa generasi mendatang dapat terus merasakan dan menghargai “cahaya abadi” dari warisan leluhur mereka.

Keberhasilan Kabupaten Buru dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas akan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia, membuktikan bahwa adat istiadat adalah aset berharga yang harus dijaga untuk membangun peradaban yang berakar kuat pada nilai-nilai budaya luhur.

Berita Terkait

Dari Tanah Kelahiran Untuk Adat Lampung : Pangdam XXI/RI Dianugerahi Gelar Pangeran Satria Negara
Kemhan RI Perkuat Kesadaran Bela Negara di Lombok Tengah, Dukung Gagasan Pembentukan Kampung Bela Negara
Wakil Walikota Bekasi Tinjau Hari Pertama Masuk Sekolah, Pastikan Kesiapan SMP Negeri Sambut Tahun Ajaran Baru 2026
Walikota Bekasi Resmi Buka MPLS SMPN 12 Kota Bekasi, Tekankan Sekolah Aman dan Menyenangkan
Pokja Wartawan Kota Bekasi Restrukturisasi, Teguhkan Komitmen Sebagai Pilar Keempat Demokrasi
Walikota Bekasi Instruksikan Pendampingan Hari Pertama Sekolah Anak Bagi Orang Tua
Fadli Zon Belanja Produk UMKM Muna di Festival Liangkabori
Resmi, Fadli Zon Tanda Tangani Plakat Lia Metanduno
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:06 WIB

Dari Tanah Kelahiran Untuk Adat Lampung : Pangdam XXI/RI Dianugerahi Gelar Pangeran Satria Negara

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:42 WIB

Kemhan RI Perkuat Kesadaran Bela Negara di Lombok Tengah, Dukung Gagasan Pembentukan Kampung Bela Negara

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:35 WIB

Wakil Walikota Bekasi Tinjau Hari Pertama Masuk Sekolah, Pastikan Kesiapan SMP Negeri Sambut Tahun Ajaran Baru 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:07 WIB

Pokja Wartawan Kota Bekasi Restrukturisasi, Teguhkan Komitmen Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

Senin, 13 Juli 2026 - 07:42 WIB

Walikota Bekasi Instruksikan Pendampingan Hari Pertama Sekolah Anak Bagi Orang Tua

Berita Terbaru