Ambon Melompat Jauh! Dalam 10 Bulan, Duet Bodewin-Ely Sulap Wajah Kota Lewat Pengelolaan 61 Ribu Ton Sampah

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sorotnasional.com
M.S. Pelu GB

AMBON, MALUKU – Isu sampah yang selama ini menjadi tantangan klasik perkotaan di Indonesia, perlahan mulai terurai di tangan Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, dan Wakil Wali Kota, Ely Toisutta.

Dalam sepuluh bulan kepemimpinan, duet ini berhasil mencatatkan capaian impresif: 61.913,21 ton sampah berhasil dikelola dengan sistem yang jauh lebih modern dan terintegrasi.

Langkah strategis ini bukan sekadar pembersihan rutin, melainkan sebuah revolusi tata lingkungan. Mulai dari pemasangan trash boom di aliran sungai, aksi bersih Teluk Ambon, hingga modernisasi armada dengan penambahan 8 unit dump truck, compactor, dan ekskavator terbaru.

Kolaborasi dan Ekonomi Sirkular
Saat dikonfirmasi mengenai kunci keberhasilan ini, Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menekankan bahwa pendekatan pemerintah kini tidak lagi hanya “buang pada tempatnya,” tetapi “ubah menjadi nilai.”

Kami tidak ingin melihat sampah sebagai beban, tapi sebagai sumber daya. Melalui kerja sama dengan Bank Sampah Induk Bumi Lestari, kami mendorong ekonomi sirkular.

Baca Juga :  Bupati Buru: Kembalikan Jati Diri Birokrasi, Pamong Adalah Jantung Pelayanan Publik

“Pesan saya untuk masyarakat sederhana: sampahmu adalah tanggung jawabmu, tapi di tangan yang kreatif, ia bisa jadi rezekimu. Jika kita kompak, Ambon Manise bukan cuma slogan, tapi kenyataan yang kita hirup udaranya setiap hari,” ujar Ely Toisutta dengan nada optimis.

Transformasi Infrastruktur: Dari Terbuka Menjadi Terkontrol
Tidak hanya di hulu, pembenahan di hilir pun dilakukan secara radikal. Pemkot Ambon resmi meninggalkan sistem open dumping (sampah terbuka) di TPA dan beralih ke sistem controlled landfill yang jauh lebih ramah lingkungan. Selain itu, 19 titik pengumpulan higienis dan 50 unit waste bin modern telah disebar untuk memastikan estetika kota tetap terjaga.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, saat diminta tanggapannya mengenai visi besar di balik program ini, memberikan pesan yang mendalam bagi warganya sekaligus menjadi inspirasi bagi para kepala daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Beri Pengarahan, Menteri Nusron Tekankan Pentingnya Peran Pemda Wujudkan Administrasi Pertanahan Modern

“Kepemimpinan adalah soal keberanian mengeksekusi solusi pada masalah yang paling mendasar. Kami berinvestasi pada infrastruktur, tapi investasi terbesar kami adalah pada perubahan perilaku masyarakat.

Kepada rekan-rekan kepala daerah, mari kita jadikan isu lingkungan sebagai prioritas, bukan pelengkap. Karena kota yang hebat bukan dilihat dari gedung pencakar langitnya, melainkan dari bagaimana ia memuliakan alamnya,” ungkap Bodewin.

Sebagai penutup, Bodewin memberikan sebuah pesan pencerahan yang menggugah kesadaran kolektif:

“Kebersihan kota adalah cermin martabat penghuninya. Mari kita jadikan pengelolaan sampah sebagai ibadah sosial, di mana setiap plastik yang kita pilah adalah warisan keasrian bagi anak cucu kita di masa depan. Sebab, kota yang bersih adalah kota yang memiliki jiwa, dan jiwa yang sehat lahir dari lingkungan yang terjaga pencerahannya,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Penutupan Akses Perlintasan Kereta Api Tidak Berpintu di Jalan Pangeran Jayakarta Ditunda Hingga Waktu yang Ditentukan
Balon Terbang Jadi Magnet Hiburan Akhir Pekan Warga di Plaza Patriot Chandrabhaga Kota Bekasi
Pemkot Bekasi Melalui Dinas Lingkungan Hidup Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran di Kali Rawalumbu Kota Bekasi
Plh. Wali Kota Harris Bobihoe Sampaikan Point Penting di Momen Apel Pagi
Plh Wali Kota Bekasi dan Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur Stasiun Bekasi Timur dan Proyek Flyover Bulak Kapal
Jadi Pembicara dalam SUSBANPIM VIII, Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas
Pemkot Bekasi Fokus pada Prestasi, Pendidikan, dan Kesehatan Masyarakat
Sertipikat Tanah Ulayat Jadi Benteng Nagari dalam Menjaga Kepemilikan Adat
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 14:23 WIB

Penutupan Akses Perlintasan Kereta Api Tidak Berpintu di Jalan Pangeran Jayakarta Ditunda Hingga Waktu yang Ditentukan

Senin, 25 Mei 2026 - 12:41 WIB

Balon Terbang Jadi Magnet Hiburan Akhir Pekan Warga di Plaza Patriot Chandrabhaga Kota Bekasi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:19 WIB

Pemkot Bekasi Melalui Dinas Lingkungan Hidup Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran di Kali Rawalumbu Kota Bekasi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:08 WIB

Plh. Wali Kota Harris Bobihoe Sampaikan Point Penting di Momen Apel Pagi

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:40 WIB

Plh Wali Kota Bekasi dan Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur Stasiun Bekasi Timur dan Proyek Flyover Bulak Kapal

Berita Terbaru