FPMM Usulkan Pendirian Sekolah Taruna di Indonesia Timur: Meratakan Harapan, Memperkuat Persatuan

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorot Nasional.com
M.S Pelu GB

Kota Bekasi, Jabar — Pendidikan karakter berbasis semangat kebangsaan merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang tangguh, berintegritas, dan berjiwa patriotik.

Dewan Pimpinan Pusat Front Pemuda Muslim Maluku (DPP FPMM) menggelar acara Silaturahmi Kebangsaan yang dimeriahkan dengan atraksi drumband semi-militer dari SMA Taruna Nusantara Indonesia.

Acara ini berlangsung di Halaman Masjid AR- ROMLAH yang juga kediaman Ketua Umum DPP FPMM, Umar Ohoitenan (Umar Kei), Kompleks Binalindung, Jati Cempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (14/10/2026

Kehadiran lembaga pendidikan bereputasi seperti SMA Taruna Nusantara telah membuktikan bahwa pola pendidikan terintegrasi mampu melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang siap mendarmabaktikan diri bagi kedaulatan NKRI. Namun, hingga saat ini, kesempatan emas tersebut dinilai belum terjangkau secara merata di seluruh pelosok Nusantara, terutama bagi kawasan Indonesia Timur.

​Melihat ketimpangan tersebut, Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) menyuarakan urgensi pendirian SMA Taruna di wilayah Indonesia Timur. Kawasan yang kaya akan potensi sumber daya alam serta memiliki tradisi patriotisme yang kuat ini dinilai sangat membutuhkan akses pendidikan kepemimpinan dan karakter yang setara di tanah kelahirannya sendiri.

​Memperpendek Rentang Kendali dan Membuka Peluang
​Dalam wawancara perteleponan bersama media, Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Umar Ohoitenan, menegaskan bahwa gagasan menghadirkan sekolah taruna di kawasan timur bukan sebatas pembangunan fisik sarana pendidikan semata, melainkan sebuah langkah strategis kebangsaan.

​”Pentingnya ada SMA Taruna di wilayah Timur bukan sekadar soal gedung pendidikan, tetapi memperpendek rentang kendali dan membuka kesempatan yang lebih luas kepada putera-puteri Indonesia Timur dalam mendarmabaktikan diri bagi Mu Negeri,” ujar Umar Ohoitenan.

Baca Juga :  Tindak Lanjut Penyelesaian Berkas Layanan Pertanahan, Menteri Nusron Minta Jajarannya Selesaikan Secara Terukur

​Umar menjelaskan bahwa keberadaan sekolah taruna di kawasan timur akan menjadi fasilitas yang berkeadilan bagi generasi muda setempat.

Melalui pembinaan karakter dan akademik yang matang sejak jenjang menengah, para lulusannya akan jauh lebih siap dan cakap saat mendaftarkan diri pada seleksi Tamtama, Bintara, hingga Akademi Militer (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol), maupun sekolah tinggi kedinasan lainnya.

​Dengan ketersediaan fasilitas tersebut di wilayah sendiri, anak-anak dari Maluku, Papua, Nusa Tenggara, dan kawasan timur lainnya tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Pulau Jawa dengan beban biaya yang sangat besar hanya demi mendapatkan kualitas pendidikan karakter yang setara.

​Kesenjangan Akses dan Silaturahmi Kebangsaan
​Isu strategis ini menjadi pembahasan utama dalam acara Silaturahmi Kebangsaan bertema “Gema Patriot Nusantara” yang digelar FPMM bersama SMA Taruna Nusantara pada Rabu (14/10/2026).

​Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Umum FPMM, M. Syahril Wasahua, menyoroti fakta ketimpangan rasio penerimaan taruna Akmil dan Akpol dari kawasan timur yang masih amat minim.

Menurut data yang dipaparkan, perbandingan kelulusan calon taruna dari wilayah timur diperkirakan baru mencapai satu berbanding seribu jika dibandingkan dengan wilayah barat Indonesia.

​Padahal, masa depan geopolitik, keamanan wilayah maritim, serta kedaulatan Indonesia sangat bergantung pada ketahanan dan stabilitas kawasan timur. Ketimpangan akses pendidikan kepemimpinan ini menciptakan jurang pemisah yang tidak seharusnya dibiarkan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

​Ketika pemuda di kawasan barat memiliki akses yang relatif lebih dekat dan terjangkau menuju lembaga pendidikan kedinasan, saudara-saudara mereka di timur harus berjuang dua kali lebih keras. Oleh karena itu, pendirian sekolah berbasis ketarunaan di Indonesia Timur merupakan langkah konkret negara untuk mewujudkan keadilan sosial yang nyata.

Baca Juga :  Kantor Satpol PP Sebagai Penegak Perda Dijaga Sekuriti Paranoid

​Tiga Manfaat Strategis bagi Kedaulatan Negara
​Pendirian SMA Taruna di wilayah Indonesia Timur diyakini membawa setidaknya tiga manfaat ganda yang sangat krusial bagi masa depan bangsa:
​Pemerataan Kesempatan Berbakti:

Putera-puteri kawasan timur memiliki semangat juang dan fisik yang tangguh. Jika potensi ini ditempa melalui kurikulum pembentukan karakter yang tepat di daerahnya sendiri, akan lahir bibit-bibit unggul yang siap mengisi barisan pertahanan, keamanan, dan birokrasi pembangunan nasional.

​Memperkuat Kedaulatan dari Dalam: Keterlibatan aktif putra daerah dalam institusi pertahanan negara akan memperkuat rasa memiliki (sense of belonging) terhadap kedaulatan tanah air.

Hal ini menjadi benteng pertahanan sosial dan psikologis yang tak ternilai harganya, di mana kedaulatan dijaga langsung oleh putra-putri asli daerah tersebut.

​Memperkokoh Simpul Persatuan: Kehadiran sekolah taruna bereputasi tinggi di timur menjadi bukti nyata kehadiran negara di seluruh pelosok negeri.

Langkah ini memberikan pesan kuat kepada masyarakat Maluku, Papua, dan sekitarnya bahwa mereka adalah bagian integral dan berharga dari masa depan Indonesia.

​Jantung Kedaulatan Bangsa
​Kawasan Indonesia Timur bukan sekadar garis batas di peta Nusantara, melainkan jantung kedaulatan dan masa depan geopolitik bangsa. Memberikan kesempatan pendidikan karakter yang berkualitas tinggi di tanah lahir mereka sendiri adalah investasi jangka panjang bagi keutuhan NKRI.

​Usulan mulia yang disuarakan oleh para pemuda Indonesia Timur ini diharapkan segera mendapatkan perhatian serius serta respons nyata dari Pemerintah Pusat dan kementerian terkait.

Sebab, di mana pun anak bangsa berpijak, masa depan Indonesia adalah tanggung jawab bersama, dan kesempatan untuk mengabdi harus terbuka adil bagi setiap putera-puteri negeri tanpa terkecuali.

Berita Terkait

TNI–ADF Padukan Kekuatan Laut dan Udara dalam Demo Pendaratan Amfibi Keris Woomera 2026
Sangat Kecewa, Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Tegaskan: Copot Kadis LH Dalam 7 Hari Kedepan Atau Aksi Damai Jilid II
Wakil Walikota Bekasi Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa
ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri
Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti
Danrem 143/HO Tutup Latihan Kadertih Program Latihan Khusus Sabuk Hitam Tingkat I PSM
Polda NTB Sukses Amankan 157 Ribu Penonton MotoGP Mandalika
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33 WIB

TNI–ADF Padukan Kekuatan Laut dan Udara dalam Demo Pendaratan Amfibi Keris Woomera 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Sangat Kecewa, Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Tegaskan: Copot Kadis LH Dalam 7 Hari Kedepan Atau Aksi Damai Jilid II

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:53 WIB

FPMM Usulkan Pendirian Sekolah Taruna di Indonesia Timur: Meratakan Harapan, Memperkuat Persatuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Wakil Walikota Bekasi Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:04 WIB

ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan

Berita Terbaru