Ubah Halaman Jadi ‘Apotik Hidup’, Walikota Ambon Ajak Warga Kalesang Lingkungan demi Ketahanan Pangan

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sorotnasional.com
M.S Pelu GB

Ambon, Maluku – Pemerintah Kota Ambon terus mendorong masyarakatnya untuk lebih mandiri dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Melalui gerakan menanam di lahan pekarangan, Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengajak seluruh warga untuk menghidupkan kembali tradisi “Kalesang Lingkungan” dengan menyulap sisa lahan rumah menjadi apotik hidup dan sumber pangan keluarga.

Manfaatkan Lahan, Hemat Pengeluaran
Dalam arahannya, sosok yang akrab disapa Pak Win ini menekankan bahwa memanfaatkan ruang kosong di sekitar tempat tinggal bukan sekadar hobi, melainkan langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan.

“Mari kalesang lingkungan sekitar, Selain peduli penataan lingkungan rumah yang hijau dan asri, kita juga dapat menciptakan kebersihan yang lebih baik,” ujar Pak Win.

Beliau mengajak warga menanam kebutuhan dapur seperti cabai, tomat, dan bawang, serta tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan temu putih sebagai Apotik Hidup yang siap sedia setiap saat.

Baca Juga :  Kodim 1710/Mimika Mulai Menggelar Lomba Meriahkan HUT RI Ke-80 Tahun 2025

Apresiasi dari Warga: Segar dan Hemat
Inisiatif ini disambut antusias oleh masyarakat. Salah seorang warga yang ikut serta dalam aksi panen cabai di salah satu sudut kota mengungkapkan rasa bangganya. Meski enggan disebutkan namanya, ia mengaku merasakan dampak nyata dari gerakan ini.

“Ini memang dapat katong rasakan manfaatnya. Mulai dari kebersihan pangan yang terjamin, biaya harian menjadi lebih hemat, hingga kita bisa menikmati hasil panen yang segar bersama keluarga,” ungkapnya dengan wajah sumringah.

Warga tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah kota karena telah memberikan contoh nyata bagaimana lahan sempit bisa menjadi aset yang sangat berharga bagi rumah tangga.

6 Alasan Penting Gerakan Menanam
Pak Win menjabarkan enam poin krusial mengapa gerakan ini harus menjadi gaya hidup warga Ambon:

Baca Juga :  Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang

1. Ketahanan Pangan: Mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

2. Ekonomi: Menghemat pengeluaran harian secara signifikan.

3. Estetika: Menciptakan lingkungan yang hijau, segar, dan nyaman.

4. Kebersihan: Mencegah genangan air dan menjaga sanitasi lingkungan.

5. Kemandirian: Menumbuhkan rasa cinta dan kemandirian sebagai warga kota.

6. Sosial: Mempererat silaturahmi antar tetangga melalui kerja sama bertanam.

Pesan Penutup yang Menggugah
Di akhir penyampaiannya, Pak Win mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menunda lagi dan segera memulai dari langkah kecil di rumah masing-masing. Ia bermimpi melihat Ambon yang hijau dan mandiri dari keringat warganya sendiri.

“Mari bersemangat jadikan Kota Ambon yang asri. Beta par Ambon, Ambon par samua!” pungkasnya dengan penuh semangat.

 

Berita Terkait

Waode Syakira Pukau Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna di Kendari
Dampingi Presiden Prabowo Panen Raya di Malang, Menteri Nusron: Ketahanan Pangan Butuh Kepastian Hukum Tanah
Menteri Nusron Laporkan Realisasi Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2025 kepada Komisi II DPR RI
Kemeterian ATR/BPN Tegaskan Pendaftaran Tanah Ulayat Bukan untuk Jadikan Tanah Adat sebagai Tanah Negara
Kerukunan Mieno Tampo Kandari Perkuat Kebersamaan dalam Silaturahmi Akbar
Kerajaan Muna Semarakkan Silaturahmi Akbar KKMM
Seminar Nasional Antropologi Bahas Krisis Menuju Indonesia Emas
Berita ini 478 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:59 WIB

Senin, 20 Juli 2026 - 13:16 WIB

Waode Syakira Pukau Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna di Kendari

Senin, 20 Juli 2026 - 13:06 WIB

Dampingi Presiden Prabowo Panen Raya di Malang, Menteri Nusron: Ketahanan Pangan Butuh Kepastian Hukum Tanah

Senin, 20 Juli 2026 - 12:53 WIB

Menteri Nusron Laporkan Realisasi Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2025 kepada Komisi II DPR RI

Senin, 20 Juli 2026 - 12:50 WIB

Kemeterian ATR/BPN Tegaskan Pendaftaran Tanah Ulayat Bukan untuk Jadikan Tanah Adat sebagai Tanah Negara

Berita Terbaru

Daerah

Selasa, 21 Jul 2026 - 12:59 WIB