Cahaya Obor Batu Merah: Simbol Kasih dan Pesan Persaudaraan Bodewin Wattimena Menyambut Ramadan 1447H

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sorotnasional.com
M.S Pelu GB

Ambon, Maluku – Malam di Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, berubah menjadi lautan cahaya, Selasa (17/2/2026). Ribuan obor yang dibawa warga bukan sekadar menerangi jalanan, melainkan menjadi simbol kehangatan hati masyarakat Ambon menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Di tengah kerumunan yang antusias itu, hadir sosok yang sudah tidak asing lagi bagi warga: Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.

Kehadiran Bodewin malam itu kembali membuktikan kedekatan emosionalnya yang lintas batas. Bagi warga Ambon, ia bukan sekadar pejabat, melainkan sosok yang mampu merangkul setiap tokoh agama dengan ketulusan yang sama.

Pemimpin yang Menembus Sekat Perbedaan
Ketulusan Bodewin ini dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput. Di sela-sela kemeriahan pawai, seorang peserta paruh baya yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan rasa kagumnya dengan dialek Maluku yang kental.

“Bapak Walikota Ambon, Bodewin Wattimena antua ini memang pemimpin yang paleng penyayang anae… Antua tadi baru kegiatan di Basudara pung acara Imlek, deng katong Islam pung acara antua seng pake kata lalah langsung tancap gas far buka katong pung Pawai Obor far sambut Puasa Ramadhan 1447 Hijriyah,” ujarnya dengan mata berbinar.

Baca Juga :  Wakil Bupati Buru Apresiasi Pempus dalam membangun RSUD

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa Bodewin seolah tak kenal lelah merajut tenun kebangsaan. Dari merayakan kebahagiaan bersama warga Tionghoa di perayaan Imlek, ia langsung hadir di tengah umat Muslim untuk menyalakan semangat Ramadan.

Pesan Harmoni di Bawah Cahaya Obor
Dalam penyampaiannya yang menyentuh, Bodewin menekankan bahwa Ramadan adalah cermin bagi seluruh warga Ambon untuk melihat kembali indahnya persaudaraan.

“Ambon ini adalah rumah besar kita semua. Ramadan bukan hanya milik umat Muslim, tapi momen bagi kita semua untuk berefleksi tentang arti berbagi dan menjaga satu sama lain. Setiap nyala obor malam ini adalah simbol bahwa kegelapan tidak akan pernah menang jika kita tetap bersatu,” ujar Bodewin dengan nada bicara yang teduh.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kota berkomitmen memastikan kenyamanan beribadah bagi seluruh umat. Selain mempercantik kota dengan lampu tematik, ia ingin memastikan bahwa ekonomi kerakyatan melalui UMKM di Festival Ramadan nanti dapat dirasakan manfaatnya oleh semua orang.

Baca Juga :  Dari Tanah Kelahiran Untuk Adat Lampung : Pangdam XXI/RI Dianugerahi Gelar Pangeran Satria Negara

Komitmen untuk Kedamaian Ambon
Bodewin mengingatkan bahwa kekuatan utama Kota Ambon bukan terletak pada pembangunan fisiknya, melainkan pada ketangguhan toleransi warganya. Ia meminta generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan menjauhi hal-hal negatif yang dapat merusak kekhusyukan bulan suci.

Menutup penyampaiannya dengan penuh haru, Bodewin Wattimena menitipkan sebuah pesan mendalam bagi seluruh warga kota:

“Mari kita jadikan Ramadan 1447 Hijriah ini sebagai jembatan kasih sayang. Jika ada sekat, mari kita runtuhkan; jika ada luka, mari kita sembuhkan dengan saling menghormati. Saya optimis, dengan kebersamaan kita, Ambon akan tetap menjadi ‘Laboratorium Perdamaian’ yang sesungguhnya di Indonesia,” pungkasnya.

Malam itu, Pawai Obor Batu Merah bukan sekadar tradisi, melainkan deklarasi bahwa di bawah kepemimpinan yang penuh kasih, Ambon siap menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan persaudaraan yang semakin erat.

Berita Terkait

Warisan Kejayaan Ridwan Bae, Kantor Golkar Muna Direhabilitasi
Fadli Zon, Andi Sumangerukka Terima Gelar Adat Kerajaan Muna
Waode Syakira Pukau Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna di Kendari
Dampingi Presiden Prabowo Panen Raya di Malang, Menteri Nusron: Ketahanan Pangan Butuh Kepastian Hukum Tanah
Menteri Nusron Laporkan Realisasi Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2025 kepada Komisi II DPR RI
Kemeterian ATR/BPN Tegaskan Pendaftaran Tanah Ulayat Bukan untuk Jadikan Tanah Adat sebagai Tanah Negara
Kerukunan Mieno Tampo Kandari Perkuat Kebersamaan dalam Silaturahmi Akbar
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:22 WIB

Warisan Kejayaan Ridwan Bae, Kantor Golkar Muna Direhabilitasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:59 WIB

Fadli Zon, Andi Sumangerukka Terima Gelar Adat Kerajaan Muna

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:59 WIB

Senin, 20 Juli 2026 - 13:16 WIB

Waode Syakira Pukau Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna di Kendari

Senin, 20 Juli 2026 - 13:06 WIB

Dampingi Presiden Prabowo Panen Raya di Malang, Menteri Nusron: Ketahanan Pangan Butuh Kepastian Hukum Tanah

Berita Terbaru

Daerah

Selasa, 21 Jul 2026 - 12:59 WIB